Kebun Raya Massenrempulu adalah kebun raya yang terletak di Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Kebun raya ini berfungsi sebagai kawasan konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan, sekaligus objek wisata daerah yang mendukung aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
kebun raya | |
|---|---|
| Tempat | |
Koordinat: 3°42′18.71208″S 119°47′57.41923″E / 3.7051978000°S 119.7992831194°E / -3.7051978000; 119.7992831194 | |
| Negara berdaulat | Indonesia |
| Provinsi di Indonesia | Sulawesi Selatan |
| Kabupaten | Enrekang |
| Kecamatan | Maiwa |
| Desa | Batu Mila |
| Negara | Indonesia |
Kebun Raya Massenrempulu adalah kebun raya yang terletak di Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Kebun raya ini berfungsi sebagai kawasan konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan, sekaligus objek wisata daerah[1] yang mendukung aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal.
Kebun Raya Massenrempulu berlokasi di jalur poros Makassar–Parepare menuju kawasan wisata Tana Toraja.[1] Letak kebun raya ini berada pada 70 – 155 m dpal dengan luas 300 hektar. Suhu kebun raya ini berada pada kisaran 18° – 33 °C.[2]
Gagasan pendirian Kebun Raya Massenrempulu berawal pada tahun 2004 ketika Bupati Enrekang saat itu, La Tinro La Tunrun, melakukan kunjungan ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta. Setelah melalui tahap audiensi dan survei lokasi bersama LIPI, ditetapkanlah Desa Batu Mila yang semula berupa kawasan terbuka sebagai lokasi pembangunan di antara empat kandidat lokasi lainnya (Desa Karrang, Desa Bambapuang, dan Desa Kadinge). Gagasan pembangunan kebun raya disampaikan oleh bupati Enrekang kepada Ketua DPRD Enrekang melalui surat No. 522.51/929/SETDA. Pada 19 Juli 2005, Ketua DPRD menyetujui rencana pembangunan dengan mengeluarkan surat Nomor: 102/DPRD/2005 [1]
Hari jadi Kebun Raya Masserempulu dirayakan pada 14 Maret 2007 untuk memperingati penanaman perdana di kebun raya tersebut oleh Bupati Enrekang saat itu, H. La Tinro La Tunrung, bersama perwakilan LIPI dan masyarakat.[1] Pada tahun 2009, Kebun Raya Massenrempulu telah ditetapkan sebagai kawasan wisata dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA).[2] Pada tahun 2012, kebun raya ini ditetapkan sebagai salah satu kebun raya prioritas nasional karena memenuhi kriteria pengelolaan, status lahan, infrastruktur, serta koleksi tanaman.[1]
Kebun Raya Massenrempulu difokuskan untuk konservasi tumbuhan endemik Sulawesi yang memiliki tingkat keanekaragaman tinggi, khususnya yang berasal dari kawasan Wallacea. Koleksi meliputi berbagai jenis tanaman hias, tanaman obat, tanaman buah, serta tumbuhan yang memiliki fungsi dalam upacara adat.[1] Pada kebun raya ini, koleksi tanaman ditata sesuai tema taman, mulai dari taman air, taman wangi, taman formal, taman amphiteater, taman koleksi herba, taman tematik Wallacea, area hijau, tanaman Mexicoa, dan area koleksi campuran bioregion seluruh daerah Nusantara.[2]