Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kebulatan vokal

Dalam fonetik, kebulatan vokal ialah bagaimana bibir membulat saat mengucapkan suatu vokal. Ketika suatu vokal bulat diucapkan, bibir akan membentuk bukaan yang bulat, dan vokal takbulat diucapkan dengan bibir yang rileks atau tak membulat. Dalam banyak bahasa, vokal depan cenderung tak bulat, dan vokal belakang cenderung dibulatkan. Namun, dalam beberapa bahasa, misalnya bahasa Prancis, Jerman dan Islandia, membedakan vokal depan yang bulat dan takbulat yang tingginya sama, dan bahasa Vietnam membedakan vokal belakang yang bulat dan takbulat yang tingginya juga sama. Ada juga beberapa bahasa yang inventaris vokalnya tak mempunyai pembedaan kebulatan, misalnya bahasa Alekano yang hanya mempunyai vokal takbulat. Dalam tabel vokal Alfabet Fonetik Internasional (AFI), vokal yang bulat muncul sebelah kanan vokal yang takbulat dan berpasangan dengannya. Diakritik U+0339 ◌̹ combining right half ring below dapat digunakan untuk pembulatan yang lebih dan diakritik U+031C ◌̜ combining left half ring below dapat digunakan untuk pembulatan yang kurang. Sehingga, vokal mempunyai pembulatan yang kurang daripada vokal, dan mempunyai pembulatan yang lebih. Diakritik itu juga dapat digunakan pada vokal yang takbulat, misalnya vokal diucapkan dengan bibir yang lebih lebar daripada vokal, dan vokal diucapkan dengan bibir yang kurang lebar daripada vokal.

bagaimana bibir membentuk saat mengucapkan suatu vokal
Diperbarui 14 Juli 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini berisi tentang kebulatan pada vokal. Untuk kebulatan pada konsonan, lihat pembibiran. Untuk kegunaan lain, lihat kebulatan (disambiguisasi).
Artikel ini berisi tentang pembulatan bibir. Untuk pembulatan dalam mulut, lihat pengaluran.
Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Dalam fonetik, kebulatan vokal ialah bagaimana bibir membulat saat mengucapkan suatu vokal. Ketika suatu vokal bulat diucapkan, bibir akan membentuk bukaan yang bulat, dan vokal takbulat diucapkan dengan bibir yang rileks atau tak membulat. Dalam banyak bahasa, vokal depan cenderung tak bulat, dan vokal belakang cenderung dibulatkan. Namun, dalam beberapa bahasa, misalnya bahasa Prancis, Jerman dan Islandia, membedakan vokal depan yang bulat dan takbulat yang tingginya (tinggi lidah saat mengucapkan) sama, dan bahasa Vietnam membedakan vokal belakang yang bulat dan takbulat yang tingginya juga sama. Ada juga beberapa bahasa yang inventaris vokalnya tak mempunyai pembedaan kebulatan, misalnya bahasa Alekano yang hanya mempunyai vokal takbulat.[1] Dalam tabel vokal Alfabet Fonetik Internasional (AFI), vokal yang bulat muncul sebelah kanan vokal yang takbulat dan berpasangan dengannya. Diakritik U+0339 ◌̹ combining right half ring below (cincin setengah kanan gabungan di bawah) dapat digunakan untuk pembulatan yang lebih dan diakritik U+031C ◌̜ combining left half ring below (cincin setengah kiri gabungan di bawah) dapat digunakan untuk pembulatan yang kurang. Sehingga, vokal [o̜] mempunyai pembulatan yang kurang daripada vokal [o], dan [o̹] mempunyai pembulatan yang lebih. Diakritik itu juga dapat digunakan pada vokal yang takbulat, misalnya vokal [ɛ̜] diucapkan dengan bibir yang lebih lebar daripada vokal [ɛ], dan vokal [ɯ̹] diucapkan dengan bibir yang kurang lebar daripada vokal [ɯ].[2]

Jenis pembulatan

Contoh 1
Pembulatan tertonjol
Pembulatan terkempa
Contoh 2
Pembulatan tertonjol
Pembulatan terkempa

Ada dua jenis pembulatan vokal, yaitu penonjolan dan pengempaan. Pada pembulatan tertonjol, sudut atau sisi mulut ditarik agak keluar, sehingga membentuk bibir yang tampak bulat. Ia ialah jenis pembulatan yang umum terjadi pada vokal belakang. Sedangkan dalam pembulatan terkempa, kedua bibir saling ditarik hingga mengempa, sehingga membentuk bibir yang tampak datar secara horizontal dan sedikit bulat.

Rujukan

  1. ↑ Deibler (1992).
  2. ↑ 'Further report on the 1989 Kiel Convention', Journal of the International Phonetic Association 20:2 (December 1990), p. 23.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Jenis pembulatan
  2. Rujukan

Artikel Terkait

V

salah satu huruf alfabet Latin

W

huruf ke-23 dalam susunan alfabet

Konsonan bibir

ditulis b atau v di antara vokal akan diucapkan sebagai konsonan hampirann bibir bersuara. Pembulatan bibir, atau pembibiran, adalah fitur artikulasi sekunder

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026