Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kebudayaan Pendalungan

Kebudayaan Pendalungan adalah sebuah kebudayaan yang terbentuk akibat perpaduan antara kebudayaan Jawa dan kebudayaan Madura di wilayah Provinsi Jawa Timur. Wilayah kebudayaan Pendalungan meliputi pantai utara dan bagian timur Provinsi Jawa Timur. Nama kawasannya ialah Tapal Kuda. Masyarakat dalam kebudayaan Pandalungan memliki sifat keterbukaan dan mau menerima perbedaan. Masyarakat dalam kebudayaan Pandalungan bertutur dalam bahasa Madura dan bahasa Jawa, maupun juga campuran di antara keduanya.

Wikipedia article
Diperbarui 15 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kebudayaan Pendalungan (terj. har. 'periuk besar')[1] adalah sebuah kebudayaan yang terbentuk akibat perpaduan antara kebudayaan Jawa dan kebudayaan Madura di wilayah Provinsi Jawa Timur. Wilayah kebudayaan Pendalungan meliputi pantai utara dan bagian timur Provinsi Jawa Timur.[2] Nama kawasannya ialah Tapal Kuda.[3] Masyarakat dalam kebudayaan Pandalungan memliki sifat keterbukaan dan mau menerima perbedaan.[4] Masyarakat dalam kebudayaan Pandalungan bertutur dalam bahasa Madura dan bahasa Jawa, maupun juga campuran di antara keduanya.[5]

Pembentukan dan penamaan

Kebudayaan Pandalungan terbentuk akibat perpaduan dua kebudayaan yaitu kebudayaan Madura dan kebudayaan Jawa. Perpaduan terjadi di antara dua kebudayaan tersebut akibat dari sikap hidup secara berdampingan dengan mengutamakan perdamaian. Kondisi tersebut yang membuat kebudayaan ini dinamai Pandalungan. Pandalungan berasal dari kata dhalung dalam bahasa Jawa yang memiliki arti ‘periuk besar‘. Penamaan ini menggambarkan pertemuan antara budaya Madura yang dikenal dengan tegalan, dengan budaya Jawa yang dikenal dengan sawah.[1]

Istilah pendalungan sendiri memiliki beberapa variasi penyebutan yaitu pedalungan, pendhalungan, pandalungan, pandhalungan, dan pandhelungan. Beragamnya penyebutan tersebut merupakan akibat dari perbedaan bahasa tertutur dalam kelompok masyarakat penuturnya.[6] Kebudayaan Pandalungan juga sering disebut dengan nama kebudayaan Mendalungan.[7]

Kawasan administratif

Peta yang menampilkan Kawasan Tapal Kuda yang merupakan kawasan admnistratif dari kebudayaan Pandalungan.

Kebudayaan Pandalungan merupakan salah satu kebudayaan di Provinsi Jawa Timur dengan cakupan wilayah yang luas.[8] Cakupan kebudayaan Pandalungan meliputi wilayah bagian timur Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Banyuwangi.[5][3] Semua daerah tersebut disebut Kawasan Tapal Kuda.[3]

Karakteristik

Kepribadian

Masyarakat dalam kebudayaan Pandalungan memliki sifat keterbukaan dan mau menerima perbedaan. Karakteristik yang dimiliki oleh masyarakat dalam kebudayaan Pandalungan ialah religius, lugas, egaliter, temperamental dan suka bekerja keras. Rasa persaudaraan masyarakat dalam kebudayaan Pandalungan sangat tinggi, tetapi cenderung mengutamakan nilai manfaat dibandingkan dengan nilai budaya.[4]

Tutur bahasa

Masyarakat dalam kebudayaan Pandalungan sebagian dapat dibedakan dengan orang Madura melalui tutur bahasanya. Sebagian dari orang Pandalungan bertutur menggunakan bahasa Jawa tetapi bercampur dengan dialek bahasa Madura. Karena itu, tuturannya seperti orang Madura tapi tetap berbahasa Jawa,[5] akan tetapi di wilayah Kabupaten Probolinggo bagian timur, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso umumnya full menggunakan Bahasa Madura tanpa tercampur Bahasa Jawa dan jarang penduduknya yang bisa berbahasa jawa.

Lihat pula

  • Kebudayaan di Jawa Timur

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 Achmad, dkk. 2021, hlm. 18.
  2. ↑ Tjahyadi, Wafa dan Zamroni 2019, hlm. 43.
  3. 1 2 3 Wahyudi, M., dkk. (2015). Surokim (ed.). Madura: Masyarakat, Budaya, Media, dan Politik (PDF). Puskakom Publik & Penerbit Elmatera. hlm. 196. ISBN 978-602-1222-56-0. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 Tjahyadi, Wafa dan Zamroni 2019, hlm. 43-44.
  5. 1 2 3 Achmad, dkk. 2021, hlm. 19.
  6. ↑ Arif Susanto, dkk. (Juni 2021). Saputra, C., dan Suriaputra, R. (ed.). Imajinasi Nusantara: Budaya Lokal dan Pengetahuan Tradisional dalam Masyarakat Indonesia Kontemporer (PDF). Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia (PSIK-Indonesia), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) & Friedrich Ebert-Stiftung (FES) Kantor Perwakilan Indonesia. hlm. 160. ISBN 978-602-72656-8-4. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Indartato, dkk. Khalawi, H., Zain, B. A., dan Febyan B., A. R. (ed.). Sosial-Budaya Masyarakat Pacitan: Sebuah Perkenalan (PDF). Pacitan: CV. Nata Karya. hlm. 46. ISBN 978-602-5774-64-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Achmad, dkk. 2021, hlm. 15.

Daftar pustaka

  • Achmad, Z. A., dkk. (2021). Peran Radio Jodhipati 106,1 FM Nganjuk dalam Pelestarian Budaya Jawa (PDF). Surabaya: CV. Putra Media Nusantara. ISBN 978-623-6611-44-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Tjahyadi, I., Wafa, H., dan Zamroni, M. (November 2019). Andayani, Sri (ed.). Kajian Budaya Lokal (PDF). Lamongan: Pagan Press. ISBN 978-623-7564-11-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pembentukan dan penamaan
  2. Kawasan administratif
  3. Karakteristik
  4. Kepribadian
  5. Tutur bahasa
  6. Lihat pula
  7. Referensi
  8. Catatan kaki
  9. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Suku Madura Pendalungan

suku bangsa di Indonesia

Tapal Kuda (kawasan)

Wilayah geografis di Provinsi Jawa Timur, Indonesia

Pakaian Adat Jawa Timur

digunakan masyarakat Madura yang berada di pulau Madura dan masyarakat Pendalungan di kawasan Tapal kuda Jawa, sedangkan pakaian adat suku Panaraga digunakan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026