Kebaya Rancongan adalah salah satu pakaian tradisional yang khas dari Madura. Kebaya Rancongan sering disebut juga sebagai Kebaya Marlena. Kebaya ini dirancang dengan mengikuti bentuk tubuh pemakainya dan memiliki desain yang sederhana, tetapi tetap elegan. Biasanya Kebaya Rancongan terbuat dari kain tipis atau kain brokat yang memberi kesan ringan dan anggun pada pemakainya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Kebaya Rancongan adalah salah satu pakaian tradisional yang khas dari Madura.[1] Kebaya Rancongan sering disebut juga sebagai Kebaya Marlena. Kebaya ini dirancang dengan mengikuti bentuk tubuh pemakainya dan memiliki desain yang sederhana, tetapi tetap elegan. Biasanya Kebaya Rancongan terbuat dari kain tipis atau kain brokat yang memberi kesan ringan dan anggun pada pemakainya.[2]
Salah satu ciri khas kebaya Rancongan adalah penggunaannya dengan dalaman yang ketat dan berwarna kontras. Misalnya, kebaya berwarna merah yang dipadukan dengan dalaman berwarna hijau. Paduan warna yang berani ini membuat kebaya terlihat mencolok, tetapi tetap memberikan kesan yang indah dan memesona pada tubuh pemakainya. Warna kontras tersebut mempertegas kesan feminim sekaligus memperlihatkan keindahan bentuk tubuh wanita yang mengenakannya.[3]
Kebaya Rancongan dipadukan dengan bawahan berupa sarung batik dengan motif khas, seperti motif storjan, tabiruan, atau Lasem. Selain itu, kebaya ini juga dilengkapi dengan stagen Jawa atau odhet, sejenis ikat pinggang berukuran 1,5 meter dengan lebar 15 cm, yang dililitkan di pinggang untuk memberikan kesan ramping dan elegan. Aksesoris yang digunakan untuk melengkapi penampilan dengan kebaya Rancongan biasanya berupa sisir cucuk emas yang dipasang di gelungan rambut, serta logam emas yang dikenakan di depan dada atau sering disebut dengan cemiti emas tujuannya agar menciptakan kesan mewah.[4]
Penggunaan di balik kebaya Rancongan sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh wanita Madura, yakni kecantikan dan keindahan bentuk tubuh. Kebaya tersebut telah menjadi simbol dari keberanian dan ketegasan karakter wanita Madura yang terbuka serta kerap berterus terang dalam berbicara. Ciri khas dari kebaya Rancongan adalah warnanya yang cerah, seperti merah menyala, yang melambangkan sifat pemberani, tegas, dan kuat yang dimiliki oleh wanita Madura. Kebaya ini sering dikenakan pada acara-acara penting dan perayaan di daerah, seperti perayaan kemerdekaan, hari Kartini, ataupun wisuda, wanita Madura menunjukkan kebanggaan mereka terhadap warisan budaya beserta keindahan yang melekat pada diri mereka.[2]