Kebakaran besar Australia 2009 merupakan bencana kebakaran yang melanda banyak wilayah di negara bagian Victoria dan sebagian kecil South Australia dan New South Wales, Australia, pada bulan Februari 2009. Kebakaran ini terjadi saat kondisi cuaca ekstrem dan mengakibatkan jumlah korban jiwa akibat kebakaran hutan tertinggi di Australia, dengan 173 korban jiwa. Banyak orang kehilangan tempat tinggal dan keluarga akibat kebakaran ini.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kebakaran hutan Australia 2009 | |
|---|---|
| Lokasi | Victoria, Australia |
| Statistik | |
| Tanggal | 7 Februari – 14 Maret 2009 |
| Kawasan terbakar | 450.000 hektare (1.100.000 ekar)[1] |
| Sumber api | Beberapa sumber mengatakan: |
| Lahan yang digunakan | Daerah Pinggiran Kota/Pedesaan, Lahan Pertanian, dan Cagar Hutan/Taman Nasional |
| Bangunan hancur | 3.500+ (2.029 rumah terbakar) |
| Terluka | 414 |
| Tewas | 173[6][7] |
Kebakaran besar Australia 2009 merupakan bencana kebakaran yang melanda banyak wilayah di negara bagian Victoria dan sebagian kecil South Australia dan New South Wales, Australia, pada bulan Februari 2009. Kebakaran ini terjadi saat kondisi cuaca ekstrem dan mengakibatkan jumlah korban jiwa akibat kebakaran hutan tertinggi di Australia, dengan 173 korban jiwa.[8] Banyak orang kehilangan tempat tinggal dan keluarga akibat kebakaran ini.
Berdasarkan peta satelit terlihat bahwa api bermula dari kebakaran semak meluas dengan cepat akibat angin kencang dan udara kering musim panas. Kebakaran ini kemudian melanda hutan dan pemukiman warga dan hingga 9 Februari 2009 telah menelan sedikitnya 170 korban jiwa, membakar habis sekitar 700 rumah dan mencakup wilayah seluas kurang lebih 3000 km persegi.[9] Listrik di Melbourne dan sekitarnya terputus. Victoria dinyatakan zebagai zona bencana. Hingga minggu terakhir bulan Februari telah tercatat 210 orang tewas.[10] Terdapat pula dua orang warga negara Indonesia, Rudi dan Dian Lesmana, di antara korban yang dinyatakan hilang.[11]
Melihat besarnya korban, Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, sampai menyatakan "pembunuhan massal" akibat terlihat indikasi bahwa sebagian kebakaran yang terjadi dilakukan dengan sengaja. Seorang bernama Brendan Sokaluk dari region Gippsland ditahan karena polisi menyangkanya sebagai pelaku pembakaran di kota Churchill, Victoria.[3]
Peristiwa ini memaksa Australia harus memperbaiki aturan keamanan kebakarannya.[12] Sekitar 150-an tokoh perfilman, aktor, olahraga, politik, dan permusikan menggelar acara penggalangan dana untuk membantu para korban dan pemerintah Australia menyatakan tanggal 15 Februari 2009 sebagai hari berkabung nasional bagi para korban bencana ini.[3]