Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Keamanan kolektif

Keamanan kolektif adalah perjanjian keamanan politik, regional, atau global yang setiap penandatangannya mengakui bahwa keamanan satu pihak adalah kepentingan semua pihak. Semua negara penandatangan berjanji akan memberi respon bersama terhadap ancaman dan pelanggaran perdamaian. Keamanan kolektif lebih ambisius daripada sistem keamanan aliansi atau pertahanan kolektif karena mencakup semua negara di suatu kawasan dan menanggapi berbagai potensi ancaman. Meski keamanan kolektif memiliki sejarah yang panjang, pelaksanaannya masih bermasalah. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi agar keamanan kolektif bisa terlaksana dengan baik.

Wikipedia article
Diperbarui 26 Mei 2022

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Keamanan kolektif
Aliansi keamanan besar saat ini:
  NATO, CSDP
  SCO, CSTO
  SADC
  PSC

Keamanan kolektif adalah perjanjian keamanan politik, regional, atau global yang setiap penandatangannya mengakui bahwa keamanan satu pihak adalah kepentingan semua pihak. Semua negara penandatangan berjanji akan memberi respon bersama terhadap ancaman dan pelanggaran perdamaian. Keamanan kolektif lebih ambisius daripada sistem keamanan aliansi atau pertahanan kolektif karena mencakup semua negara di suatu kawasan dan menanggapi berbagai potensi ancaman. Meski keamanan kolektif memiliki sejarah yang panjang, pelaksanaannya masih bermasalah. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi agar keamanan kolektif bisa terlaksana dengan baik.

Asumsi dasar

Organski (1960) menjabarkan lima asumsi dasar terkait teori keamanan kolektif:[1]

  • Dalam konflik bersenjata, negara-bangsa anggota akan menyepakati negara mana yang tergolong musuh (agresor).
  • Semua negara-bangsa anggota sama-sama berusaha membendung dan mencegah agresi di manapun sumber atau asalnya.
  • Semua negara-bangsa anggota memiliki kebebasan bertindak yang sama dan kemampuan untuk bergabung dalam aksi melawan musuh.
  • Gabungan kekuasaan anggota aliansi keamanan kolektif cukup untuk mengalahkan kekuasaan musuh.
  • Karena muncul ancaman kolektif dari negara-negara anggota koalisi keamanan kolektif, negara musuh akan mengubah kebijakannya; jika tidak, negara tersebut akan dikalahkan.

Syarat

Morgenthau (1948) menyatakan bahwa ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar keamanan kolektif berhasil mencegah perang:

  • Sistem keamanan kolektif harus mampu mengerahkan pasukan militer yang lebih besar daripada pasukan militer musuh sehingga musuh enggan berusaha mengubah tatanan dunia yang dipertahankan sistem keamanan kolektif.
  • Negara-negara tersebut, yang kekuatan gabungannya dapat dijadikan deterensi (pencegah) sesuai syarat pertama, harus memiliki keyakinan yang sama mengenai keamanan tatanan dunia yang hendak dipertahankan.
  • Semua negara harus meninggalkan perselisihan kepentingannya demi kemaslahatan bersama, yaitu pertahanan seluruh negara anggota.

Lihat pula

  • Daftar aliansi militer
  • Perang Dunia I
  • Perang Dunia II
  • Hubungan Jerman –Uni Soviet sebelum 1941
  • Pertahanan diri dalam hukum internasional
  • Pemerintahan dunia

Referensi

  1. ↑ As quoted in Ghosh (1960), pg 89. Paraphrased.

Daftar pustaka

  • Beer, Francis A., ed. (1970). Alliances: Latent War Communities in the Contemporary World. New York: Holt, Rinehart, Winston. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  • Bourquin, Maurice (1936). Collective Security, A record of the Seventh and Eighth International Studies Conference. Paris: International Institute.
  • Claude Jr., Inis L. (2006). Collective Security as an Approach to Peace in: Classic Readings and Contemporary Debates in International Relations ed. Donald M. Goldstein, Phil Williams, & Jay M. Shafritz. Belmont CA: Thomson Wadsworth. hlm. 289–302.
  • Ghosh, Peu (2009). International Relations (Edisi Eastern Economy Edition). New Delhi: PHI Learning Private Ltd. hlm. 389. ISBN 978-81-203-3875-3. Diakses tanggal 15 October 2010.
  • Lowe, Vaughan, Adam Roberts, Jennifer Welsh and Dominik Zaum, The United Nations Security Council and War: The Evolution of Thought and Practice since 1945 Oxford: Oxford University Press, 2010, paperback, 794 pp. ISBN 978-0-19-958330-0.
  • Organski, A.F.K. (1958). World Politics. Borzoi books on International Politics (Edisi 1). New York: Alfred A. Knopf. hlm. 461. Diakses tanggal 15 October 2010.
  • Roberts, Adam and Dominik Zaum, Selective Security: War and the United Nations Security Council since 1945 (Adelphi Paper no. 395 of International Institute for Strategic Studies, London), Abingdon: Routledge, 2008, 93 pp. ISBN 978-0-415-47472-6.
  • Sharp, Alan (2013). Collective Security. Leibniz Institute of European History (IEG).
  • Wight, Martin (1977). Systems of States ed. Hedley Bull. London: Leicester University Press. hlm. 49.

Pranala luar

  • de Wet, Erika, Wood, Michael. Collective Security, Max Planck Encyclopedia of Public International Law
  • President Carter's Nobel Lecture

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asumsi dasar
  2. Syarat
  3. Lihat pula
  4. Referensi
  5. Daftar pustaka
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Organisasi Traktat Keamanan Kolektif

artikel daftar Wikimedia

Persemakmuran Negara-Negara Merdeka

artikel daftar Wikimedia

Kolektif

sekelompok entitas dengan tujuan bersama

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026