Kawasaki Ninja 150RR adalah sepeda motor sport kelas menengah yang diproduksi oleh Kawasaki sejak tahun 1999 di Thailand dan masuk ke Indonesia pada tahun 2002 hingga 2015. Model ini merupakan penerus dari Kawasaki Ninja 150 KIS dengan desainnya yang lebih modern, rangka lebih kaku, serta peningkatan performa mesin 2-tak. Motor ini terkenal sebagai salah satu motor sport 2-tak terakhir yang masih dipasarkan di Indonesia sebelum regulasi emisi Euro 3 di Indonesia menghentikan produksinya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Produsen | Kawasaki |
|---|---|
| Juga disebut | Ninja RR RR 150 Double R Ninja KRR KRR ZX 150 Ninja ZX 150 ZX 150 |
| Produksi | 1999–2015 |
| Kelas | Sport bike |
| Mesin | 148 cc, satu silinder, 2-tak, crankcase reedvalve, karburator Mikuni VM 28, Super KIPS, RIS, HSAS/SAS, pendingin cairan |
| Kecepatan tertinggi | 160-165 km/jam (GPS) 180-190 km/jam (Speedometer) |
| Daya | 30,1 HP @ 11.000 rpm (on Crank) 25-26 HP @ 10.500-11.000 rpm (on Wheel) |
| Torsi | 21,6 Nm @ 9.000 rpm (on Crank) 17-20 Nm @ 8.500-9.500 rpm (on Wheel) |
| Transmisi | 6-speed, Constant mesh, Return shift |
| Jenis kerangka | Tubular Double Cradle |
| Jarak sumbu roda | 1.305 mm |
| Tinggi tempat duduk | 780 mm |
| Berat | 124,5 kg (kering) |
| Kapasitas bahan bakar | 10,8 liter |
Kawasaki Ninja 150RR (nama kode produksi: KR 150K & KR 150P) adalah sepeda motor sport kelas menengah yang diproduksi oleh Kawasaki sejak tahun 1999 di Thailand dan masuk ke Indonesia pada tahun 2002 hingga 2015. Model ini merupakan penerus dari Kawasaki Ninja 150 KIS (KR 150C & KR 150J) dengan desainnya yang lebih modern, rangka lebih kaku, serta peningkatan performa mesin 2-tak. Motor ini terkenal sebagai salah satu motor sport 2-tak terakhir yang masih dipasarkan di Indonesia sebelum regulasi emisi Euro 3 di Indonesia menghentikan produksinya.
Kawasaki Ninja 150RR menempati posisi penting dalam sejarah motor sport 2-tak di Asia Tenggara. Dengan karakter mesin responsif, bobot ringan, serta tampilan agresif, model ini banyak digemari anak muda pada dekade 2000-an hingga awal 2010-an. Meski sudah tidak diproduksi, motor ini masih populer di kalangan kolektor dan penggemar kecepatan karena dianggap sebagai ikon terakhir motor sport 2-tak Kawasaki.
Kawasaki meluncurkan Ninja 150RR pertama kali di Thailand pada tahun 1999, dan masuk ke Indonesia pada tahun 2002. Model ini hadir untuk menggantikan Ninja 150 KIS dengan pembaruan signifikan pada desain bodi yang lebih aerodinamis serta penggunaan rangka baru tipe tubular double cradle. Desain single headlamp depan juga memberikan kesan modern sekaligus agresif, yang menjadi ciri khas motor sport Kawasaki.
Selama perjalanannya, Kawasaki Ninja 150RR mengalami beberapa kali penyegaran. Pada 2008, model ini mendapatkan revisi grafis dan warna. Kemudian pada 2012, Kawasaki menghadirkan New Ninja 150RR dengan desain baru yang lebih meruncing dan lebih aerodinamis dibandingkan versi sebelumnya, dengan tambahan stripping baru dan aksen racing serta ubahan pada kode produksi dari KR 150K menjadi KR 150P tetapi untuk sektor mesin masih sama seperti versi sebelumnya. Produksi Ninja 150RR resmi dihentikan pada 2015 seiring diberlakukannya standar emisi Euro 3 di Indonesia pada tahun 2013.
Kawasaki Ninja 150RR mengusung konsep desain sport fairing penuh dengan aerodinamika yang diperhitungkan untuk meningkatkan stabilitas pada kecepatan tinggi. Garis bodi tajam dan single headlamp memberikan karakter maskulin dan sporty. Bagian buritan dibuat runcing dengan lampu belakang yang tampil lebih modern pada masanya.
Instrumentasi analog tetap dipertahankan, menampilkan takometer, speedometer, serta indikator suhu mesin. Meskipun sederhana, panel ini menjadi ciri khas motor sport era 2000-an yang lebih menekankan fungsionalitas. Posisi berkendara condong ke depan, memberi pengalaman berkendara yang sporty tetapi tetap nyaman untuk penggunaan harian.
Kawasaki Ninja 150RR adalah motor yang dikenal karena ketangguhannya dari power, akselerasi, keseimbangan dan body sporty yang aerodinamis menggunakan mesin berkapasitas 148 cc, satu silinder, 2-tak, crankcase reedvalve, karburator Mikuni VM 28, RIS (Resonator Intake System), HSAS (High performance Secondary Air System), sistem katup daya (powervalve) bernama Super KIPS (Kawasaki Integrated Powervalve System) dan sistem pendingin cairan. Mesin Kawasaki Ninja 150RR menghasilkan tenaga puncak sekitar 30,1 HP pada 11.000 rpm dengan torsi 21,6 Nm pada 9.000 rpm. Dengan bobot kering hanya 124,5 kg, motor ini mampu berakselerasi cepat dan lincah di berbagai kondisi jalan.
Karakteristik mesin Kawasaki Ninja 150RR sangat responsif dan sangat kuat di putaran menengah ke atas, namun tetap membutuhkan perawatan rutin agar performa tetap optimal. Konsumsi bahan bakarnya relatif boros dibanding motor 4-tak sekelasnya, tetapi hal ini dianggap wajar oleh penggemarnya yang lebih mengutamakan performa dan sensasi berkendara.
Kawasaki Ninja 150RR diterima dengan baik di pasar Indonesia, terutama di kalangan anak muda yang mencari motor sport dengan performa tinggi. Popularitasnya juga terbantu oleh image Kawasaki sebagai produsen motor sport yang tangguh dan berorientasi pada kecepatan. Banyak komunitas pengguna Ninja terbentuk di berbagai kota di Indonesia.
Meskipun produksi sudah dihentikan, harga bekas Kawasaki Ninja 150RR relatif stabil, bahkan cenderung naik untuk unit dengan kondisi orisinal dan terawat. Motor ini juga menjadi incaran kolektor karena merupakan salah satu motor sport 2-tak terakhir yang diproduksi secara massal di Indonesia.
Penghentian produksi Kawasaki Ninja 150RR pada 2015 terjadi karena regulasi emisi Euro 3 yang mulai berlaku di Indonesia. Mesin 2-tak yang menghasilkan emisi lebih tinggi dianggap tidak sesuai lagi dengan standar lingkungan. Keputusan ini menandai berakhirnya era motor sport 2-tak Kawasaki di Indonesia setelah lebih dari dua dekade eksis.
Kawasaki memproduksi motor 4-tak 250cc seperti Ninja 250R FI pada tahun 2013 dan Ninja 250SL pada tahun 2014 yang lebih ramah lingkungan dan sesuai regulasi emisi sebagai pilihan. Namun, bagi sebagian penggemar, tidak ada yang bisa menggantikan karakter khas mesin 2-tak yang dimiliki Ninja 150RR.