Katedral Santo Petrus dan Paulus di Lubumbashi atau cukup disebut sebagai Katedral Lubumbashi , di kota Lubumbashi, Provinsi Haut-Katanga di Republik Demokratik Kongo, adalah sebuah gereja katedral Katolik dan merupakan pusat kedudukan dan takhta bagi Keuskupan Agung Metropolitan Lubumbashi. Gereja katedral ini terletak di antara jalan Kapenda dan Kasa-Vubu. Biara Santo Petrus dan Paulus dan beberapa gedung pemerintah provinsi terletak di dekatnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Katedral Lubumbashi | |
|---|---|
| Katedral Santo Petrus dan Paulus | |
Cathédrale Saints Pierre et Paul de Lubumbashi | |
Koordinat: 11°40′3″S 27°28′52″E / 11.66750°S 27.48111°E / -11.66750; 27.48111Lihat peta diperbesar Koordinat: 11°40′3″S 27°28′52″E / 11.66750°S 27.48111°E / -11.66750; 27.48111Lihat peta diperkecil | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Lubumbashi, Provinsi Haut-Katanga |
| Negara | Republik Demokratik Kongo |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Sejarah | |
| Didirikan | 1920 (1920) |
| Arsitektur | |
| Status | Gereja (Katedral) |
| Status fungsional | Aktif |
| Administrasi | |
| Keuskupan | Keuskupan Agung Lubumbashi |
| Klerus | |
| Uskup Agung | Fulgence Muteba |
Katedral Santo Petrus dan Paulus di Lubumbashi[1] (bahasa Prancis: Cathédrale Saints Pierre et Paul de Lubumbashicode: fr is deprecated )[2] atau cukup disebut sebagai Katedral Lubumbashi , di kota Lubumbashi, Provinsi Haut-Katanga di Republik Demokratik Kongo, adalah sebuah gereja katedral Katolik dan merupakan pusat kedudukan dan takhta bagi Keuskupan Agung Metropolitan Lubumbashi (Archidioecesis Lubumbashiensis). Gereja katedral ini terletak di antara jalan Kapenda dan Kasa-Vubu.[3] Biara Santo Petrus dan Paulus dan beberapa gedung pemerintah provinsi terletak di dekatnya.
Gereja ini bergaya Kebangkitan Romawi yang dimulai pembangunannya pada tahun 1920, ketika daerah tersebut berada di bawah kekuasaan kolonial Belgia. Statusnya ditingkatkan menjadi katedral dengan promosi Vikariat Apostolik Katanga menjadi status keuskupan pada tahun 1959, oleh Bulla "Cum parvulum" Paus Yohanes XXIII. Katedral ini berada di bawah tanggung jawab pastoral Uskup Jean-Pierre Tafunga.