Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kasus Setiabudi 13

Kasus Setiabudi 13 adalah sebuah kasus beku dari seorang pria tak teridentifikasi yang ditemukan dalam keadaan meninggal termutilasi pada tanggal 23 November 1981 di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta. Karena kesadisan dan ketidakpastian kasusnya, kasus ini dianggap sebagai salah satu kasus mutilasi pertama dan salah satu kasus paling misterius di Indonesia. Kasus ini disebut "Setiabudi 13" karena jasad tersebut dipotong menjadi 13 bagian dan ditemukan di daerah Kelurahan Setiabudi.

kasus mutilasi di Jakarta Selatan
Diperbarui 5 Januari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kasus Setiabudi 13 adalah sebuah kasus beku dari seorang pria tak teridentifikasi yang ditemukan dalam keadaan meninggal termutilasi pada tanggal 23 November 1981 di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta. Karena kesadisan dan ketidakpastian kasusnya, kasus ini dianggap sebagai salah satu kasus mutilasi pertama dan salah satu kasus paling misterius di Indonesia.[1][2] Kasus ini disebut "Setiabudi 13" karena jasad tersebut dipotong menjadi 13 bagian dan ditemukan di daerah Kelurahan Setiabudi.[3]

Ahli forensik Mun'im Idris menangani penyelidikan autopsi jasad tersebut. Ia menyebut kasus tersebut sebagai kasus paling bengis dan paling berkesan yang pernah ditangani.[4]

Kronologi

Pada pagi hari tanggal 23 November 1981, dua orang satpam kantor PT. Garuda Mataram Motor menemukakan dua kotak kardus di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta Pusat, seberang Gedung Arthaloka (saat ini cabang Bank Muamalat).[4] Kedua kotak kardus tersebut mengundang perhatian kedua satpam tersebut karena dari kardus tersebut tercium bau anyir serta dikerubungi lalat. Kedua satpam itu sempat melaporkan penemuan kotak-kotak kardus tersebut kepada seorang polisi yang sedang mengatur lalu lintas, tetapi karena sedang sibuk, penemuan ini menjadi terlupakan.[2]

Kedua kardus tersebut terus tergeletak di pinggir jalan hingga ditemukan oleh dua orang gelandangan. Ketika dibuka, ditemukan sebuah jasad yang telah dimutilasi; kardus pertama berisi tiga belas tulang dan sebuah kepala, dengan kondisi tulang dikerat dari daging. Pada kardus kedua terdapat 180 potongan daging manusia, termasuk organ-organ dalam seperti paru-paru, hati, dan limpa. Beberapa tanda-tanda tubuh seperti sidik jari, telapak tangan, telapak kaki, dan fisik kepala tidak dihilangkan,[4] sementara itu bagian-bagian tubuh seperti anus, kandung kemih, dan pankreas tidak ditemukan.[5][6]

Hasil autopsi

Pembedahan jasad dilakukan selama kurang lebih dua jam. Mun'im Idris menyebut bahwa korban dipotong secara sistematis dan "seperti kambing guling".[4] Menurut penyelidikan, korban tanpa identitas berjenis kelamin pria tersebut diperkirakan berusia 18 hingga 21 tahun, memiliki tinggi badan 165 cm, memiliki kondisi fimosis,[7] bertubuh tegak dan sedikit gemuk. Korban dibunuh dan dimutilasi sekitar dua hingga satu hari sebelum mayat ditemukan.[2] Hasil tes sidik jari tidak menemukan pasangan yang cocok.[4] Mutilasi diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang dan berlangsung selama 3-4 jam.[2][5]

Ratusan orang yang mengaku kehilangan kerabat keluarga datang selama proses identifikasi berlangsung, namun dari berbagai keterangan yang dikumpulkan oleh polisi tidak ada seorang pun yang cocok dengan orang yang dicari, hingga pada tanggal 27 November 1981, korban dikebumikan di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.[2] Hingga saat ini, kasus ini masih belum terpecahkan.

Referensi

  1. ↑ Amelya, Arai (8 Maret 2013). "8 Kasus Pembunuhan Mutilasi Paling Sadis di Indonesia!". liputan6.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-15. Diakses tanggal 4 April 2020. ; ;
  2. 1 2 3 4 5 "Misteri Kasus Mutilasi 'Setiabudi 13' yang Tak Terpecahkan Hingga Kini". KumparanNEWS. 10 Juli 2019. Diakses tanggal 4 April 2020.
  3. ↑ Media, Kompas Cyber (2021-02-03). ""Setiabudi 13", Kasus Mutilasi 40 Tahun Lalu yang Tak Terpecahkan hingga Kini Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-01-03.
  4. 1 2 3 4 5 Mun'im Idris, Najwa Shihab (18 September 2013). Mata Najwa: X Files (Television production). Metro TV.
  5. 1 2 Idris 2013, hlm. 299.
  6. ↑ Rizal, M. "Misteri Tak Terungkap Mutilasi Setiabudi 13". detikx. Diakses tanggal 2023-01-29.
  7. ↑ Idris 2013, hlm. 300.
Daftar pustaka
  • Idris, Mun'im (2013). Indonesia X-Files: Mengungkap Fakta dari Kematian Bung Karno Sampai Kematian Munir. Jakarta: Noura Books. ISBN 978-602-7816-60-2.
  • l
  • b
  • s
Bencana alam, kecelakaan, dan kerusuhan di Indonesia tahun 1980-1989
Bencana alam
Gempa bumi
  • Gempa bumi Irian Jaya 1981
  • Gempa bumi Flores 1982
  • Gempa bumi Sumatera Utara 1984
  • Gempa bumi Papua Barat 1989
Gunung meletus
  • Letusan Gunung Galunggung 1982
Kecelakaan
Kereta api
  • Tabrakan kereta api Kebasen 1981
  • Tabrakan kereta api Bintaro 1987
Pesawat terbang
  • Garuda Indonesia 206
  • Musibah Fokker F28 Garuda Indonesia 1982
  • Garuda Indonesia Penerbangan 035
Kapal
  • KMP Tampomas 1981
Kerusuhan
  • Peristiwa Lapangan Banteng 1982
  • Peristiwa Tanjung Priok 1984
  • Kerusuhan rasial Jawa Tengah 1980
Lain-lain
  • Petisi 50 1980
  • Peristiwa Cicendo 1981
  • Pengeboman Borobudur 1985
  • Kasus Setiabudi 13
  • Kasus biskuit beracun 1989
  • Peristiwa Talangsari 1989
◀ 1970-an 1990-an ▶

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kronologi
  2. Hasil autopsi
  3. Referensi

Artikel Terkait

Very Idham Henyansyah

pelaku pembunuhan berantai

Tito Karnavian

politisi Indonesia

Daftar alumni Universitas Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026