Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kasuari gelambir tunggal

Kasuari gelambir tunggal atau kasuari leher emas merupakan sejenis burung berukuran besar yang tidak bisa terbang dari wilayah utara Pulau Papua. Hewan ini tersebar dan endemik di daerah rawa pesisir dan hutan hujan dataran rendah di Papua utara dan Pulau Yapen, Batanta, dan Salawati. Hewan ini memilih tinggal di bawah ketinggian 490 m (1.610 ft).

spesies burung
Diperbarui 18 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kasuari gelambir tunggal
Kasuari gelambir tunggal
Status konservasi

Risiko Rendah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Casuariiformes
Famili:
Casuariidae
Genus:
Casuarius
Spesies:
C. unappendiculatus
Nama binomial
Casuarius unappendiculatus
(Blyth, 1860)[2]
Sebaran geografis
Artikel takson sembarang

Kasuari gelambir tunggal[3][4][5][6] atau kasuari leher emas (Casuarius unappendiculatus) merupakan sejenis burung berukuran besar yang tidak bisa terbang dari wilayah utara Pulau Papua. Hewan ini tersebar dan endemik di daerah rawa pesisir dan hutan hujan dataran rendah di Papua utara dan Pulau Yapen,[7] Batanta, dan Salawati.[8] Hewan ini memilih tinggal di bawah ketinggian 490 m (1.610 ft).[2]

Deskripsi

Burung ini memiliki bulu hitam yang keras dan kaku, kulit muka biru dan paruh mirip jengger di kepalanya. Bagian leher dan gelambir berwarna merah atau kuning terang. Kakinya berukuran besar dan kuat, dengan cakar mirip belati di jari dalam. Tidak ada perbedaan fisik antara jantan dan betina, tetapi rata-rata jantannya 30 hingga 37 kg (66 hingga 82 pon) lebih kecil daripada betina 58 kg (128 pon). Kasuari gelambir tunggal merupakan burung terberat di dunia setelah Burung unta. Bersama dengan kasuari gelambir-ganda, burung ini memiliki panjang 149 cm (4,89 ft) dan tinggi 15–18 m (49–59 ft).[2] Namun kasuari gelambir tunggal memiliki paruh yang sedikit lebih pendek antara 12 hingga 137 cm (4,7 hingga 53,9 in) sementara kakinya sedikit lebih panjang antara 28 hingga 332 cm (11 hingga 131 in).[2]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2017). "Casuarius unappendiculatus". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 20 March 2018. ;
  2. 1 2 3 4 Davies, S. J. J. F. (2003)
  3. ↑ KSDAE, Datin. "6 Jenis Satwa Dilepasliarkan di Cagar Alam Batanta Barat BBKSDA Papua Barat - Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem". ksdae.menlhk.go.id. Diakses tanggal 2019-05-02.
  4. ↑ "Kasuari Gelambir Tunggal - Taman Margasatwa RagunanTaman Margasatwa Ragunan". ragunanzoo.jakarta.go.id. Diakses tanggal 2019-05-02.
  5. ↑ Repositori IPB - Infeksi Cacing Saluran Pencernaan pada Burung Kasuari (Casuarius spp.) di Taman Margasatwa Ragunan
  6. ↑ "Evolusi Bikin Burung Unta dan Kasuari Tak Bisa Terbang". kumparan. Diakses tanggal 2019-05-02.
  7. ↑ Clements, J (2007)
  8. ↑ BirdLife International (2008)(a)
Pengidentifikasi takson
Casuarius unappendiculatus
  • Wikidata: Q843182
  • Wikispecies: Casuarius unappendiculatus
  • ADW: Casuarius_unappendiculatus
  • ARKive: casuarius-unappendiculatus
  • Avibase: 32E7303BCA959B16
  • BirdLife: 22678114
  • BOW: norcas1
  • CoL: RQZ4
  • eBird: norcas1
  • GBIF: 5231785
  • IBC: northern-cassowary-casuarius-unappendiculatus
  • iNaturalist: 20501
  • IRMNG: 11188162
  • ITIS: 174390
  • IUCN: 22678114
  • NCBI: 1740858
  • Observation.org: 70131
  • Open Tree of Life: 3600826
  • Paleobiology Database: 399852
  • TSA: 3580
  • Xeno-canto: Casuarius-unappendiculatus
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Referensi

Artikel Terkait

Burung

binatang dari tetrapoda

Burung cinta

genus burung

Burung madu sriganti

spesies burung

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026