Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKarnosin
Artikel Wikipedia

Karnosin

Karnosin (beta-alanyl-L-histidin) adalah molekul dipeptida yang terdiri dari dua asam amino, yaitu beta-alanin dan histidin. Senyawa ini memiliki konsentrasi tinggi pada jaringan otot dan otak. Karnosin pertama kali ditemukan oleh ahli kimia asal Rusia, Vladimir Gulevich.

senyawa kimia
Diperbarui 24 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Karnosin
Karnosin
Nama
Nama IUPAC
β-Alanylhistidine
Nama IUPAC sistematis
(2S) -2- (3-Aminopropanamido) -3- (3H-imidazol-4-yl) asam propanoik
Nama lain β-Alanyl-L-histidine
β-AL-L-histidin
Identifikasi
Nomor CAS
  • 305-84-0 checkY
Model 3D (JSmol)
  • Gambar interaktif
  • Gambar interaktif
ChEBI
  • CHEBI:15727 checkY
ChEMBL
  • ChEMBL242948 checkY
ChemSpider
  • 388363 checkY
ECHA InfoCard 100.005.610Edit this at Wikidata
IUPHAR/BPS
  • 4559
KEGG
  • C00386 checkY
PubChem
  • 439224
UNII
  • 8HO6PVN24W checkY
CompTox Dashboard
  • DTXSID80879594Edit this at Wikidata
InchI
  • InChI=1S/C9H14N4O3/c10-2-1-8 (14) 13-7 (9 (15) 16) 3-6-4-11-5-12-6/h4-5,7H,1-3,10H2, (H,11,12) (H,13,14) (H,15,16) /t7-/m0/s1  checkY
    Kunci: CQOVPNPJLQNMDC-ZETCQ checkY-N Y 
  • InChI=1/C9H14N4O3/c10-2-1-8 (14) 13-7 (9 (15) 16) 3-6-4-11-5-12-6/h4-5,7H,1-3,10H2, (H,11,12) (H,13,14) (H,15,16) /t7-/m0/s1
    Kunci: CQOVPNPJLQNMDC-ZETCQYMHBX 
Senyum
  • O=C (O) C (NC (=O) CCN) Cc1c[nH]cn1
  • C1c (nc[nH]1) C[C@@H] (C (=O) O) NC (=O) CCN
Properti
Rumus kimia
C9H14N4O3
Massa molar 226.236 g·mol−1 
Penampilan Kristalin padat
Titik pencair 253 °C (487 °F; 526 K) (decomposition)    
Kecuali dinyatakan lain, data diberikan untuk bahan dalam keadaan standarnya (pada 25 °C [77 °F], 100 kPa).   
Y verify (apa yang dimaksud dengan checkY☒N ?) check    
Referensi infobox

Karnosin (beta-alanyl-L-histidin) adalah molekul dipeptida yang terdiri dari dua asam amino, yaitu beta-alanin dan histidin. Senyawa ini memiliki konsentrasi tinggi pada jaringan otot dan otak. Karnosin pertama kali ditemukan oleh ahli kimia asal Rusia, Vladimir Gulevich.[1]

Karnosin diproduksi secara alami di dalam tubuh, terutama di hati, melalui reaksi antara beta-alanin dan histidin. Sama seperti karnitin, karnosin berasal dari kata dasar carn, yang berarti "daging", merujuk pada keberadaannya yang dominan dalam jaringan daging.[2] Tidak terdapat sumber karnosin dari tumbuhan. Karnosin juga tersedia secara sintetis sebagai suplemen nutrisi.[3]

Karnosin memiliki kemampuan untuk mengikat ion logam divalen.[4] Selain itu, senyawa ini dikategorikan sebagai geroprotektan, yaitu senyawa yang berpotensi memberikan efek perlindungan terhadap proses penuaan.[5] Produk yang mengandung karnosin juga digunakan dalam bentuk sediaan topikal untuk mengurangi keriput pada kulit.[6]

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa karnosin dapat meningkatkan batas Hayflick pada fibroblas manusia dan menurunkan laju pemendekan telomer.[7] Namun, efek ini juga dapat meningkatkan pertumbuhan beberapa jenis kanker yang bergantung pada pelestarian telomer.[6]

Biosintesis

Karnosin disintesis dalam tubuh dari beta-alanine dan histidin. Beta-alanine adalah produk dari katabolisme pirimidin[8] dan histidin adalah asam amino esensial. Karena beta-alanine adalah substrat pembatasan, suplemen hanya beta-alanin secara efektif meningkatkan konsentrasi intramuskular karnosin.[9][10]

Efek fisiologis

Buffer pH

Karnosin memiliki nilai pKa sebesar 6,83, sehingga efektif sebagai buffer pada kisaran pH otot hewan.[11] Karena beta-alanin tidak terlibat dalam pembentukan protein, karnosin dapat disimpan dalam konsentrasi tinggi, berkisar antara 17–25 mmol/kg pada otot kering. Karnosin berfungsi sebagai buffer intramuskular penting, menyumbang 10–20% dari kapasitas buffering total pada serat otot tipe I dan II.[12]

Antiglikator

Karnosin bertindak sebagai agen antiglikator, mengurangi tingkat pembentukan produk akhir glikasi lanjutan (bahan yang dapat menjadi faktor dalam perkembangan atau memburuknya banyak penyakit degeneratif, seperti diabetes, aterosklerosis, gagal ginjal kronis, dan Penyakit Alzheimer[13]), dan pada akhirnya mengurangi perkembangan pembentukan plak aterosklerotis.[14][15][16]

Geroprotektif

Karnosin dianggap sebagai geroprotektor.[17] Karnosin dapat meningkatkan Batas hayflick pada fibroblast manusia,[18] dan mengurangi laju penyimpangan Telomer.[19] Karnosin juga dapat memperlambat penuaan melalui sifat anti-glikasi.[20]

Referensi

  1. ↑ Gulewitsch, Wl.; Amiradžibi, S. (1900). "Ueber das Carnosin, eine neue organische Base des Fleischextractes". Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. 33 (2): 1902–1903. doi:10.1002/cber.19000330275.
  2. ↑ Hipkiss, A. R. (2006). "Does chronic glycolysis accelerate aging? Could this explain how dietary restriction works?". Annals of the New York Academy of Sciences. 1067 (1): 361–8. Bibcode:2006NYASA1067..361H. doi:10.1196/annals.1354.051. PMID 16804012.
  3. ↑ Alan R. Hipkiss (2009). "Chapter 3: Carnosine and Its Possible Roles in Nutrition and Health". Advances in Food and Nutrition Research.
  4. ↑ Reddy, V. P.; Garrett, MR; Perry, G; Smith, MA (2005). "Carnosine: A Versatile Antioxidant and Antiglycating Agent". 2005: pe12. doi:10.1126/sageke.2005.18.pe12. PMID 15872311.
  5. ↑ Boldyrev, A. A.; Stvolinsky, S. L.; Fedorova, T. N.; Suslina, Z. A. (2010). "Carnosine as a natural antioxidant and geroprotector: From molecular mechanisms to clinical trials". 13: 156–8. doi:10.1089/rej.2009.0923. PMID 20017611.
  6. 1 2 Schwarz, E; Guest, P C; Rahmoune, H; Wang, L; Levin, Y; Ingudomnukul, E; Ruta, L; Kent, L; Spain, M (2010). "Sex-specific serum biomarker patterns in adults with Asperger's syndrome" (PDF). 16: 1213–20. doi:10.1038/mp.2010.102. PMID 20877284. ;
  7. ↑ Shao, Lan; Li, Qing-Huan; Tan, Zheng (2004). "L-Carnosine reduces telomere damage and shortening rate in cultured normal fibroblasts". 324: 931–6. doi:10.1016/j.bbrc.2004.09.136. PMID 15474517.
  8. ↑ beta-alanine + NH4+ + CO2"},"url":{"wt":"https://reactome.org/PathwayBrowser/#/R-HSA-8956319&SEL=R-HSA-73591&PATH=R-HSA-1430728,R-HSA-15869"},"website":{"wt":"reactome"},"archive-url":{"wt":"https://web.archive.org/web/20131023004813/http://www.reactome.org:80/PathwayBrowser/"},"archive-date":{"wt":"2013-10-23"},"access-date":{"wt":"2020-02-08"},"quote":{"wt":"Cytosolic 3-ureidopropionase catalyzes the reaction of 3-ureidopropionate and water to form beta-alanine, CO2, and NH3 (van Kuilenberg et al. 2004)."},"url-status":{"wt":"live"}},"i":0}}]}' id="mwAfk"/>"beta-ureidopropionate + H2O => beta-alanine + NH4+ + CO2". reactome. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-10-23. Diakses tanggal 2020-02-08. Cytosolic 3-ureidopropionase catalyzes the reaction of 3-ureidopropionate and water to form beta-alanine, CO2, and NH3 (van Kuilenberg et al. 2004).
  9. ↑ Derave W, Ozdemir MS, Harris R, Pottier A, Reyngoudt H, Koppo K, Wise JA, Achten E (August 9, 2007). "Beta-alanine supplementation augments muscle carnosine content and attenuates fatigue during repeated isokinetic contraction bouts in trained sprinters". J Appl Physiol. 103 (5): 1736–43. doi:10.1152/japplphysiol.00397.2007. PMID 17690198.
  10. ↑ Hill CA, Harris RC, Kim HJ, Harris BD, Sale C, Boobis LH, Kim CK, Wise JA (2007). "Influence of beta-alanine supplementation on skeletal muscle carnosine concentrations and high intensity cycling capacity". Amino Acids. 32 (2): 225–33. doi:10.1007/s00726-006-0364-4. PMID 16868650.
  11. ↑ Bate-Smith, EC (1938). "The buffering of muscle in rigor: protein, phosphate and carnosine". Journal of Physiology. 92 (3): 336–343. doi:10.1113/jphysiol.1938.sp003605. PMC 1395289. PMID 16994977.
  12. ↑ Mannion, AF; Jakeman, PM; Dunnett, M; Harris, RC; Willan, PLT (1992). "Carnosine and anserine concentrations in the quadriceps femoris muscle of healthy humans". Eur. J. Appl. Physiol. 64 (1): 47–50. doi:10.1007/BF00376439. PMID 1735411. S2CID 24590951.
  13. ↑ Vistoli, G; De Maddis, D; Cipak, A; Zarkovic, N; Carini, M; Aldini, G (Aug 2013). "Advanced glycoxidation and lipoxidation end products (AGEs and ALEs): an overview of their mechanisms of formation". Free Radic. Res. 47: Suppl 1:3–27. doi:10.3109/10715762.2013.815348. PMID 23767955.
  14. ↑ Reddy, V. P.; Garrett, MR; Perry, G; Smith, MA (2005). "Carnosine: A Versatile Antioxidant and Antiglycating Agent". Science of Aging Knowledge Environment. 2005 (18): pe12. doi:10.1126/sageke.2005.18.pe12. PMID 15872311.
  15. ↑ Rashid, Imran; Van Reyk, David M.; Davies, Michael J. (2007). "Carnosine and its constituents inhibit glycation of low-density lipoproteins that promotes foam cell formation in vitro". FEBS Letters. 581 (5): 1067–70. Bibcode:2007FEBSL.581.1067R. doi:10.1016/j.febslet.2007.01.082. PMID 17316626.
  16. ↑ Hipkiss, A. R. (2005). "Glycation, ageing and carnosine: Are carnivorous diets beneficial?". Mechanisms of Ageing and Development. 126 (10): 1034–9. doi:10.1016/j.mad.2005.05.002. PMID 15955546.
  17. ↑ Boldyrev, A. A.; Stvolinsky, S. L.; Fedorova, T. N.; Suslina, Z. A. (2010). "Carnosine as a natural antioxidant and geroprotector: From molecular mechanisms to clinical trials". Rejuvenation Research. 13 (2–3): 156–8. doi:10.1089/rej.2009.0923. PMID 20017611.
  18. ↑ McFarland, G; Holliday, R (1994). "Retardation of the Senescence of Cultured Human Diploid Fibroblasts by Carnosine". Experimental Cell Research. 212 (2): 167–75. doi:10.1006/excr.1994.1132. PMID 8187813.
  19. ↑ Shao, Lan; Li, Qing-Huan; Tan, Zheng (2004). "L-Carnosine reduces telomere damage and shortening rate in cultured normal fibroblasts". Biochemical and Biophysical Research Communications. 324 (2): 931–6. doi:10.1016/j.bbrc.2004.09.136. PMID 15474517.
  20. ↑ Hipkiss, A. R. (2006). "Does Chronic Glycolysis Accelerate Aging? Could This Explain How Dietary Restriction Works?". Annals of the New York Academy of Sciences. 1067 (1): 361–8. Bibcode:2006NYASA1067..361H. doi:10.1196/annals.1354.051. PMID 16804012.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biosintesis
  2. Efek fisiologis
  3. Buffer pH
  4. Antiglikator
  5. Geroprotektif
  6. Referensi

Artikel Terkait

Senyawa kimia

sifat fisik

Kimia

Ilmu pengetahuan tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat

Tata nama senyawa kimia

Seperangkat aturan pembuatan nama sistematik untuk senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026