Karet Tengsin adalah kelurahan di kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Karet Tengsin | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Daerah Khusus Ibukota Jakarta | ||||
| Kota Administrasi | Jakarta Pusat | ||||
| Kecamatan | Tanah Abang | ||||
| Kodepos | 10220 | ||||
| Kode Kemendagri | 31.71.07.1003 | ||||
| Kode BPS | 3173010003 | ||||
| Luas | 15,34 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 22.710 jiwa (2015)[1] | ||||
| Kepadatan | 1480 jiwa/km²[1] | ||||
| |||||
Karet Tengsin adalah kelurahan di kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia.
Kelurahan ini berbatasan dengan:
| Utara | Kelurahan Kebon Melati |
| Timur | Kelurahan Setiabudi dan Kelurahan Karet |
| Selatan | Kelurahan Karet Semanggi |
| Barat | Kelurahan Bendungan Hilir |
Menurut Ensiklopedi Jakarta, Karet Tengsin dinamakan dari seorang pria keturunan Tionghoa bernama Tan Tengsien (Tan Tjeng Sien).[2] Tan Tengsien mempunyai kebun karet di kawasan Tanah Abang dan dikenal dermawan terhadap masyarakat sekitarnya.[2] Oleh penduduk setempat, dia dipanggil dengan nama Tengsin. Dia menempati rumahnya di dekat perkebunan karet sejak tahun 1890.[3] Rumah milik Tan telah dibongkar dan kini di atas tanah itu berdiri Menara Batavia. Perkebunan karet milik Tengsin pun tergusur setelah Stadion Gelora Bung Karno dibangun hingga Jalan KH. Mas Mansyur.[3] Setelah Tan meninggal, anak dan cucunya masih menetap di kawasan itu. Namun tidak lama rumah mereka juga ikut tergusur oleh pembangunan.[3]
Di Kelurahan Karet Tengsin terdapat sejumlah lembaga pendidikan. Di dekat Kantor Kelurahan Karet Tengsin terdapat Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 3 Jakarta.