Kare rajungan adalah salah satu hidangan kare khas masyarakat Tuban, Jawa Timur. Hidangan ini berbahan dasar rajungan segar yang dimasak dengan kuah kare kental berempah, sehingga menghasilkan cita rasa pedas, gurih, dan manis. Proses memasaknya yang unik membuat daging rajungan tetap lembut dan mudah terlepas dari cangkangnya. Hidangan ini umumnya disajikan bersama nasi putih hangat, sambal terasi, serta lalapan. Selain lezat, kare rajungan juga dipercaya memiliki kandungan gizi tinggi yang baik, sebab rajungan kaya akan protein serta omega-3 yang baik untuk kesehatan tubuh. Hidangan kare rajungan ini mudah ditemukan di berbagai rumah makan pesisir Tuban dan menjadi sajian andalan bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Banyak warung makan dan restoran di Tuban yang menyajikannya dalam menu mereka, dengan berbagai variasi rasa sesuai selera pelanggan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Juni 2025) |
| Kare rajungan | |
|---|---|
Kare rajungan dalam perangko Indonesia | |
| Sajian | Menu utama |
| Tempat asal | Indonesia |
| Daerah | Jawa Timur |
| Dibuat oleh | Suku Jawa di Kota Tuban dan Kabupaten Tuban |
| Suhu penyajian | Panas |
| Bahan utama | Rajungan, santan |
Kare rajungan adalah salah satu hidangan kare khas masyarakat Tuban, Jawa Timur. Hidangan ini berbahan dasar rajungan (kepiting laut) segar yang dimasak dengan kuah kare kental berempah, sehingga menghasilkan cita rasa pedas, gurih, dan manis. Proses memasaknya yang unik membuat daging rajungan tetap lembut dan mudah terlepas dari cangkangnya. Hidangan ini umumnya disajikan bersama nasi putih hangat, sambal terasi, serta lalapan. Selain lezat, kare rajungan juga dipercaya memiliki kandungan gizi tinggi yang baik, sebab rajungan kaya akan protein serta omega-3 yang baik untuk kesehatan tubuh. Hidangan kare rajungan ini mudah ditemukan di berbagai rumah makan pesisir Tuban dan menjadi sajian andalan bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Banyak warung makan dan restoran di Tuban yang menyajikannya dalam menu mereka, dengan berbagai variasi rasa sesuai selera pelanggan.[1][2]
Bahan untuk yang diperlukan untuk membuat kare rajungan ialah rajungan segar, yang sudah dicuci bersih.[3] Pastikan membeli rajungan yang hidup, sebab rajungan mati akan mudah busuk.[4] Rajungan adalah sejenis kepiting yang hanya hidup di laut saja, berbeda dengan kepiting yang dapat hidup di laut maupun air tawar. Rajungan memiliki supit yang sedikit lebih panjang dibandingkan kepiting, dan pada cangkangnya bintik-bintik berwarna putih. Daging rajungan lebih gurih dan lembut dibandingkan kepiting.[2]
Untuk kuah kare, dibutuhkan santan yang didapatkan dari kelapa. Rempah yang digunakan meliputi kayu manis, cengkih, serai bagian putih yang dimemarkan, dan daun jeruk. Bahan lainnya adalah air asam Jawa, pala bubuk, dan garam, serta minyak goreng untuk menumis bumbu. Bumbu halus yang akan ditumis ialah cabai merah, bawang putih, bawang merah, ketumbar butir, merica butir, lengkuas, jahe, dan kunyit, yang diracik untuk menciptakan cita rasa khas hidangan ini.[3][4]
Pertama-tama, rebus rajungan segar hingga tidak bergerak dan cangkangnya berubah menjadi kemerahan. Selanjutnya, sikat dan bilas rajungan secara menyeluruh untuk membersihkan sisa-sisa pasir atau lumpur yang mungkin menempel pada cangkangnya. Setelah bersih, potong badan rajungan menjadi dua bagian, lalu sisihkan.[4] Selanjutnya, haluskan semua bahan bumbu halus. Panaskan minyak goreng dalam wajan atau panci, lalu tumis bumbu halus beserta serai, daun jeruk, pala, kayu manis, dan cengkih sehingga mengeluarkan aroma yang harum. Kemudian masukkan rajungan yang sudah dibersihkan dan masukkan juga santan. Aduk-aduk secara perlahan agar santan tidak pecah, sampai mendidih. Setelah kuah mendidih, tambahkan air asam Jawa dan garam, aduk kembali agar bumbu tercampur rata dan sempurna. Masak kembali hingga beberapa waktu agar bumbu meresap ke dalam rajungan dan kuahnya mengental. Setelah dirasakan cukup, angkat hidangan dan kare rajungan dapat disajikan hangat-hangat.[3][4]