Ribat Zein-o-din atau Karavanserai Zein-o-Din terletak di Zein-o-din, Yazd, Iran. Karavanserai ini berasal dari abad ke-16 dan berada di Jalur Sutra kuno. Tempat ini merupakan salah satu dari 999 penginapan yang dibangun pada masa pemerintahan Abbas Agung untuk menyediakan fasilitas bagi para pelancong. Dari jumlah tersebut, Zein-o-din adalah satu dari dua karavanserai yang dibangun dengan menara berbentuk lingkaran. Setelah direstorasi, tempat ini kembali berfungsi sebagai penginapan. Sebuah karavanserai serupa dekat Isfahan kini dalam keadaan rusak.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Ribat Zein-o-din | |
|---|---|
رباط زين الدين | |
![]() | |
| Informasi umum | |
| Jenis | Ribat, Karavanserai |
| Gaya arsitektur | Gaya Safawi |
| Lokasi | Zein-o-din, Yazd, Iran |
| Alamat | Jalur Yazd – Kerman, Jalur Sutra |
| Koordinat | 31°24′42″N 54°42′25″E / 31.411653°N 54.706872°E / 31.411653; 54.706872 |
| Mulai dibangun | Abad ke-16 |
| Klien | Abbas Agung |
| Data teknis | |
| Jumlah lantai | 2 |
| Bagian dari | Karavanserai Persia |
| Kriteria | Budaya: ii, iii |
| Referensi | 1668-028 |
| Pengukuhan | 2023 (Sesi ke-45) |
Ribat Zein-o-din atau Karavanserai Zein-o-Din terletak di Zein-o-din, Yazd, Iran. Karavanserai ini berasal dari abad ke-16 dan berada di Jalur Sutra kuno. Tempat ini merupakan salah satu dari 999 penginapan yang dibangun pada masa pemerintahan Abbas Agung untuk menyediakan fasilitas bagi para pelancong. Dari jumlah tersebut, Zein-o-din adalah satu dari dua karavanserai yang dibangun dengan menara berbentuk lingkaran. Setelah direstorasi, tempat ini kembali berfungsi sebagai penginapan. Sebuah karavanserai serupa dekat Isfahan kini dalam keadaan rusak.[1][2]
Karavanserai ini terletak di Jalur Sutra yang hingga tahun 1500,[3] merupakan rute perdagangan utama antara Eropa dan Asia. Sebuah jalan raya menuju Yazd melewati Zein-o-din. Pada abad-abad sebelumnya, tempat ini dicapai setelah perjalanan dua hari dengan unta dari selatan Yazd, sekitar 60 kilometer (37 mi) di jalan utama menuju Kerman.[4]
Pemandangan eksterior karavanserai tampak seperti “reruntuhan usang”, namun interiornya tertata baik dalam bentuk aslinya, menjadikannya tempat menginap yang “bernuansa dan memikat”.[3]
Karavanserai pertama dilaporkan telah ada 2.500 tahun lalu, ketika Persia diperintah oleh Kekaisaran Akhemeniyah.[5] Pada era Safawi di Iran, karavanserai dibangun di lokasi-lokasi strategis dengan jarak setiap 20 hingga 30 mil di sepanjang rute perdagangan di seluruh negeri. Banyak bangunan semacam ini dibangun di rute karavan lama dan baru pada masa pemerintahan Abbas Agung (1587–1629) dan Shah Abbas II (1642–1666). Karavanserai ini merupakan salah satu dari 999 penginapan yang dibangun untuk mendorong perdagangan.
Biaya masuk dikenakan, ditambah biaya harian untuk kamar berukuran 8 kaki persegi. Kamar-kamar dilengkapi perapian, dan para pelayan memiliki tempat terpisah untuk tinggal. Pengelola karavanserai secara hukum berwenang memungut pajak penjualan dan mengawasi semua transaksi; kadang-kadang mereka cenderung menarik biaya berlebih dan menipu para pedagang. Pengelola berkewajiban menyediakan keamanan bagi para pedagang dan barang-barang mereka dari pencurian. Pengelolaan karavanserai di Iran dianggap sebanding dengan karavanserai di Kekaisaran Utsmaniyah.[6]
Karavanserai ini merupakan bangunan dua lantai, berbentuk persegi, dengan halaman bersegi 16 dan sebuah kolam air. Hanya dua karavanserai yang dibangun dengan menara berbentuk lingkaran. Salah satunya adalah Karavanserai Zein-o-din dan yang lainnya, kini dalam keadaan rusak, berada dekat Isfahan. Karavanserai ini mampu bertahan dari cuaca buruk karena awalnya dibangun dengan kualitas yang baik.[4]
Restorasi terbarunya memakan waktu tiga tahun, termasuk penggunaan 13.000 batu apung untuk membersihkan dinding interior dari kotoran.[1] Dipulihkan hampir ke kondisi aslinya, kamar-kamarnya berada di atas panggung kecil dan dilengkapi kasur di lantai yang ditutupi karpet. Tidak ada pintu yang memisahkan kamar dari koridor; hanya tirai yang memberikan privasi bagi penghuni. Namun, fasilitas kamar mandi umum dilengkapi dengan baik.[1][4]
Karavanserai ini berada jauh dari kota, sehingga tingkat kebisingan sangat minim dan langit malam terlihat cerah serta dipenuhi bintang. Seorang astronom amatir mengadakan ceramah astronomi di atap bangunan.[4]