Kapal tempur kelas Queen Elizabeth merupakan kelas kapal tempur Inggris yang dibuat pada era Perang Dunia I. Walaupun pada Perang Dunia II kelas Queen Elizabeth merupakan kelas kapal tempur tertua yang dimiliki oleh Inggris, tetapi masih diakui sebagai yang terbaik, bahkan di atas kapal-kapal setelahnya, seperti misalnya kapal tempur kelas Revenge. Rahasia kelebihan kelas Queen Elizabeth terletak pada rancang bangunnya yang berimbang serta sifatnya yang adaptif dengan penambahan kekuatan. Pada masanya, Queen Elizabeth sering disebut sebagai "kapal tempur terbaik yang pernah dibuat".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Tentang kelas | |
|---|---|
| Nama: | Kelas Queen Elizabeth |
| Operator: | |
| Didahului oleh: | Kapal tempur kelas-Iron Duke |
| Digantikan oleh: | Kapal tempur kelas-Revenge |
| Bertugas: | 1914–1947 |
| Rencana: | 6 |
| Selesai: | 5 |
| Batal: | 1 |
| Hilang: | 1 |
| Ciri-ciri umum | |
| Kelas dan jenis | Kapal tempur |
| Berat benaman |
|
| Panjang | 645 ft 9 in (196,82 m) |
| Lebar | 90 ft 6 in (27,58 m) |
| Daya muat | 30 ft 2 in (9,19 m) |
| Tenaga | 75.000 HP |
| Pendorong |
|
| Kecepatan | 24 knot (44 km/h) |
| Jangkauan |
|
| Kapasitas | |
| Awak kapal | 950–1300 orang |
Kapal tempur kelas Queen Elizabeth merupakan kelas kapal tempur Inggris yang dibuat pada era Perang Dunia I. Walaupun pada Perang Dunia II kelas Queen Elizabeth merupakan kelas kapal tempur tertua yang dimiliki oleh Inggris, tetapi masih diakui sebagai yang terbaik, bahkan di atas kapal-kapal setelahnya, seperti misalnya kapal tempur kelas Revenge. Rahasia kelebihan kelas Queen Elizabeth terletak pada rancang bangunnya yang berimbang serta sifatnya yang adaptif dengan penambahan kekuatan. Pada masanya, Queen Elizabeth sering disebut sebagai "kapal tempur terbaik yang pernah dibuat".[1]

Awalnya skema perancangan kapal dalam kelas ini adalah untuk pembuatan 3 kapal tempur dan satu penjelajah tempur, tetapi dengan kecepatan kapal yang mencapai 25 knot (46 km/h), maka pembangunan penjelajah tempur dibatalkan, alih-alih jumlah kapal tempur yang dibuat bertambah menjadi 5 buah.[2] Karena pemerintah Federasi Negara Malaya turut serta membiayai pembangunannya, salah satu kapal dari kelas ini pun dinamakan sebagai missing name.[3] Kapal kelas ini juga merupakan kapal tempur pertama yang ditenagai sepenuhnya oleh minyak, berlawanan dengan sebelumnya yang rata-rata masih memakai batubara. Ditambah lagi dengan penggunaan meriam baru kaliber 15 inci yang akan terbukti mumpuni hingga melewati dua Perang Dunia. Dengan meriam ini, HMS Warspite menciptakan rekor penembakan meriam terjauh setelah menembak kapal tempur Italia Conte di Cavour dalam Pertempuran Kalabria. Lapisan pelindung milik kelas ini merupakan versi modifikasi dari kapal tempur kelas-Iron Duke, dengan belt yang lebih tebal dan proteksi bawah air yang diperbarui.[3]
Ada 5 kapal dari kelas Queen Elizabeth yang berhasil dibuat, yaitu missing name, missing name, missing name, missing name, dan missing name. Kapal keenam yang direncanakan bernama HMS Agincourt dibatalkan. Sementara itu Persemakmuran Kanada juga ingin turut serta memberikan modal untuk menambah 3 kapal tempur tambahan bagi kelas Queen Elizabeth yakni, Acadia, Quebec dan Ontario;[4] Namun tidak disetujui oleh Parlemen Inggris.[5]
Walaupun berhasil dengan gemilang dalam Pertempuran Jutland, memasuki Perang Dunia II, dengan diperkenalkannya persenjataan-persenjataan baru, termasuk bom kendali dan torpedo yang lebih efektif, kapal-kapal kelas Queen Elizabeth pun harus menyerah pada usia desain mereka yang sudah cukup tua. Empat kapal Queen Elizabeth berhasil selamat dari pertempuran, sementara missing name tenggelam akibat ditorpedo oleh missing name. HMS Warspite terkena serangan bom layang di Salerno sehingga hanya dipakai sebagai kapal bombardemen pantai.[6] missing name dan missing name sempat karam akibat serangan pasukan katak Italia di Alexandria, tetapi berhasil diperbaiki dan kemudian bertugas di Timur Jauh.[7] Sementara missing name, walau sempat rusak akibat terkena torpedo missing name, tetapi berhasil diperbaiki dan ambil bagian dalam Pendaratan Normandia. ( missing name dan missing name) dibongkar pada 1948; Sementara missing name sudah mendahului setahun sebelumnya, dibongkar di Prussia Cove tepatnya di Marazion.