Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kanker hati

Kanker hati adalah kanker yang muncul dari hati, dan bukan akibat keganasan dari organ lain yang menyebar ke hati atau metastasis ke hati. Kanker hari merupakan kanker yang banyak ditemukan di seluruh dunia, serta menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi kedua pada pria setelah kanker paru-paru.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kanker hati
Kanker Hati
Nama lainKanker Hati Primer
Tomografi terkomputasi Hati dengan Kolangiokarsinoma
SpesialisasiGastroenterologi Hepatologi Oncology
GejalaBenjolan atau nyeri di sisi kanan bawah tulang rusuk, pembengkakan perut, kulit kekuningan, mudah memar, penurunan berat badan, kelemahan[1]
Awitan umum55 hingga 65 tahun[2]
PenyebabHepatitis B, Hepatitis C, Alkohol, Aflatoksin, Penyakit perlemakan hati non-alkoholik, Cacing hati[3][4]
Metode diagnostikUji darah, Pencitraan medis, Biopsi[1]
PencegahanImunisasi terhadap hepatitis B, mengobati mereka yang terinfeksi hepatitis B atau C,[3] mengurangi paparan aflatoksin, mengurangi tingkat konsumsi alkohol yang tinggi
PengobatanSurgery, targeted therapy, radiation therapy[1]
PrognosisKelangsungan hidup lima tahun ~18% (Amerika Serikat);[2] 40% (Jepang)[5]
Frekuensi618,700 (titik waktu pada tahun 2015)[6]
Kematian782,000 (2018)[7]

Kanker hati adalah kanker yang muncul dari hati, dan bukan akibat keganasan dari organ lain yang menyebar ke hati atau metastasis ke hati. Kanker hari merupakan kanker yang banyak ditemukan di seluruh dunia, serta menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi kedua pada pria setelah kanker paru-paru.[8]

Gejala

Tanda dan gejala klinis yang dapat ditemukan antara lain hepatomegali atau pembesaran hati, sakit perut, ikterus, atau gangguan hati lainnya.

Faktor

Perkembangan karsinoma hepatoselular dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: kerusakan kondisi hati, kecenderungan konsumsi alkohol, dan adanya infeksi dari virus HIV atau hepatitis B.[9] Selain itu, paparan zat aflatoksin, obesitas, dan sindrom metabolik turut meningkatkan risiko terjadinya kanker hati, terutama pada individu dengan riwayat sirosis atau penyakit hati kronis.[10][11]

Diagnosis dan pemeriksaan

Proses diagnosis kanker hati memerlukan pendekatan yang komprehensif, dimulai dari evaluasi gejala klinis hingga penggunaan teknologi pencitraan modern. Metode pencitraan seperti ultrasonografi, CT scan, dan MRI digunakan untuk mendeteksi adanya lesi atau tumor pada hati. Selain itu, pemeriksaan laboratorium, termasuk analisis biomarker serum, serta biopsi jaringan hati dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis melalui konfirmasi histopatologis.[12]

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan kanker hati, khususnya hepatocellular carcinoma (HCC), didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap fungsi hati, stadium penyakit, dan kondisi klinis pasien. Pendekatan terapi dilakukan secara individual dan meliputi opsi reseksi bedah, ablasi lokal, transarterial chemoembolization (TACE), terapi sistemik, dan transplantasi hati, sesuai dengan profil risiko dan manfaat yang dapat diperoleh. Pedoman internasional, seperti yang dikeluarkan oleh EASL–EORTC, menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin untuk mengoptimalkan hasil pengobatan serta meminimalkan komplikasi terapi.[11]

Lihat pula

  • Vitamin K
  • Ablasi frekuensi radio

Referensi

  1. 1 2 3
  2. 1 2
  3. 1 2
  4. ↑
  5. ↑ "がん診療連携拠点病院等院内がん登録生存率集計:[国立がん研究センター がん登録・統計]". ganjoho.jp. Diakses tanggal 2 February 2020.
  6. ↑ Vos, Theo; et al. (October 2016). "Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 310 diseases and injuries, 1990-2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet. 388 (10053): 1545–1602. doi:10.1016/S0140-6736(16)31678-6. PMC 5055577. PMID 27733282.
  7. ↑
  8. ↑ Asafo-Agyei, Kwabena O.; Samant, Hrishikesh (2025). Hepatocellular Carcinoma. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. PMID 32644603.
  9. ↑ Muflikhah, Lailil; Widodo; Mahmudy, Wayan Firdaus; Solimun (2021-07-31). Machine Learning dalam Bioinformatika. Universitas Brawijaya Press. ISBN 978-623-296-122-7.
  10. ↑ "Liver Cancer | Liver Cancer Resources". www.cancer.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
  11. 1 2 Liver, European Association for the Study of the; Cancer, European Organisation for Research and Treatment of (2012-04-01). "EASL–EORTC Clinical Practice Guidelines: Management of hepatocellular carcinoma". Journal of Hepatology (dalam bahasa English). 56 (4): 908–943. doi:10.1016/j.jhep.2011.12.001. ISSN 0168-8278. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  12. ↑ PDQ Screening and Prevention Editorial Board (2002). Liver (Hepatocellular) Cancer Screening (PDQ®): Health Professional Version. Bethesda (MD): National Cancer Institute (US). PMID 26389228.

Pranala luar

  • The Liver Cancer Web Page Diarsipkan 2010-02-01 di Wayback Machine. at Johns Hopkins University
  • Liver cancer at Mayo Clinic
  • Blue Faery: The Adrienne Wilson Liver Cancer Association
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Gejala
  2. Faktor
  3. Diagnosis dan pemeriksaan
  4. Penatalaksanaan
  5. Lihat pula
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Kanker

kelompok penyakit yang berkaitan dengan abnormalitas pertumbuhan sel

Hati

hepatitis B, sebelum berkembang menjadi sirosis hati atau karsinoma hepatoselular. Setelah terjadi kanker hati, senyawa siklosporina yang memiliki potensi

Ng Man-tat

aktor Hong Kong (1952–2021)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026