Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kalor peleburan

Kalor peleburan atau entalpi peleburan adalah perubahan entalpi yang dihasilkan dari penyediaan energi, biasanya bahang, kepada kuantitas tertentu suatu zat untuk mengubah keadaannya dari padat menjadi cair pada tekanan konstan. Energi ini meliputi kontribusi yang diperlukan untuk membuat ruang untuk perubahan volume terkait dengan mengganti lingkunannya dengan tekanan ambien. Suhu ketika terjadi transisi fasa disebut titik lebur atau titik leleh. Berdasarkan konvensi, tekanan diasumsikan sebagai 1 atm (101,325 kPa) kecuali bila disebut lain.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kalor peleburan
Untuk teknik pengelasan plastik, lihat Perpaduan panas.
A log-log plot of the enthalpies of melting and boiling versus the melting and boiling temperatures for the pure elements. The linear relationship between the enthalpy of melting and the melting temperature is known as Richard's rule.
Entalpi peleburan dan pendidihan unsur murni vs suhu transisi, menunjukkan aturan Trouton.

Kalor peleburan atau entalpi peleburan adalah perubahan entalpi yang dihasilkan dari penyediaan energi, biasanya bahang, kepada kuantitas tertentu suatu zat untuk mengubah keadaannya dari padat menjadi cair pada tekanan konstan. Energi ini meliputi kontribusi yang diperlukan untuk membuat ruang untuk perubahan volume terkait dengan mengganti lingkunannya dengan tekanan ambien. Suhu ketika terjadi transisi fasa disebut titik lebur atau titik leleh. Berdasarkan konvensi, tekanan diasumsikan sebagai 1 atm (101,325 kPa) kecuali bila disebut lain.

'Entalpi' peleburan adalah panas laten, karena, selama pelelehan, masuknya panas tidak dapat diamati sebagai perubahan suhu, oleh karena suhu tetap konstan selama proses tersebut. Panas laten peleburan adalah perubahan entalpi berapapun dari suatu zat ketika ia meleleh. Ketika panas peleburan dirujuk kepada satuan massa, ia biasanya disebut panas peleburan spesifik (bahasa Inggris: specific heat of fusioncode: en is deprecated ), sementara panas peleburan molar (bahasa Inggris: molar heat of fusioncode: en is deprecated ) merujuk pada perubahan entalpi per jumlah zat dalam satuan mol.

Fasa cair memiliki energi internal lebih besar daripada fasa padat. Ini berarti energi harus dipasok ke padatan untuk melelehkannya dan energi dilepaskan dari cairan ketika ia membeku, karena molekul dalam cairan mengalami gaya intermolekuler yang lebih lemah dan sehingga memiliki energi potensial yang lebih tinggi (suatu jenis energi disosiasi ikatan untuk gaya intermolekuler.

Jika cairan air didinginkan, suhunya jatuh sedemikian rupa sampai jatuh tetap di bawah titik bekunya 0 °C. Suhu kemudian tetap konstan pada titik poin sementara air mengkristal. Ketika air sudah membeku sempurna, suhunya terus turu.

Entalpi peleburan hampir selalu bertanda positif; helium adalah satu-satunya perkecualian.[1] Helium-3 mempunyai entalpi peleburan negatif pada suhu di bawah 0,3 K. Helium-4 juga memiliki sedikit entalpi peleburan negatif di suhu bawah 0,77 K (−272,380 °C). Artinya, pada tekanan konstan yang sesuai, zat ini membeku dengan adanya penambahan panas.[2] Dalam kasus 4He, tekanan ini berkisar antara 24,992 atm (2.532,3 kPa) dan 25 atm (2.500 kPa).[3]

Perubahan entalpi peleburan standar unsur periode 3 tabel periodik.
Perubahan entalpi peleburan standar unsur periode 2 tabel periodik.
Zat Kalor peleburan
(cal/g)
Kalor peleburan
(J/g)
air 79,72 333,55
metana 13,96 58,99
propana 19,11 79,96
gliserol 47,95 200,62
asam format 66,05 276,35
asam asetat 45,90 192,09
aseton 23,42 97,99
benzena 30,45 127,40
asam miristat 47,49 198,70
asam palmitat 39,18 163,93
natrium asetat 63–69 264–289[4]
asam stearat 47,54 198,91
Parafin (C) 47,8-52,6 200–220

Nilai ini sebagian besar diambil dari CRC Handbook of Chemistry and Physics, 62nd edition. Konversi antara cal/g dan J/g pada tabel di atas menggunakan kalori termokimia (calth) = 4,184 joule dan bukan kalori dari International Steam Table (calINT) = 4,1868 joule

Contoh

1) Untuk memanaskan 1 kg (1,00 liter) air dari 283,15–303,15 K (10,00–30,00 °C) memerlukan 83,6 kJ. Namun, untuk melelehkan es juga diperlukan energi Untuk memanaskan 1 kg es krim dari 273,15–293,15 K (0,00–20,00 °C) memerlukan:

(1) 333 , 55   J/g (panas peleburan es) = 333 , 55   kJ/kg   = 333 , 55   kJ untuk melelehkan 1 kg es {\displaystyle 333,55\ {\text{J/g (panas peleburan es)}}=333,55\ {\text{kJ/kg}}\ =333,55\ {\text{kJ untuk melelehkan 1 kg es}}} {\displaystyle 333,55\ {\text{J/g (panas peleburan es)}}=333,55\ {\text{kJ/kg}}\ =333,55\ {\text{kJ untuk melelehkan 1 kg es}}}
DITAMBAH
(2) 4 , 18   J/(g ⋅ K ) × 20 K = 4 , 18   kJ/(kg ⋅ K ) × 20 K = 83 , 6   kJ untuk menaikkan temperatur 1 kg air sebesar 20K {\displaystyle 4,18\ {\text{J/(g}}\cdot {\text{K}})\times 20K=4,18\ {\text{kJ/(kg}}\cdot {\text{K}})\times 20K=83,6\ {\text{kJ untuk menaikkan temperatur 1 kg air sebesar 20K}}} {\displaystyle 4,18\ {\text{J/(g}}\cdot {\text{K}})\times 20K=4,18\ {\text{kJ/(kg}}\cdot {\text{K}})\times 20K=83,6\ {\text{kJ untuk menaikkan temperatur 1 kg air sebesar 20K}}}
= 417 , 15   kJ {\displaystyle =417,15\ {\text{kJ}}} {\displaystyle =417,15\ {\text{kJ}}}
Jadi satu bagian air pada 0 °C (273 K) akan mendinginkan hampir tepat 4 bagian air dari 20 °C (293 K) menjadi 0 °C (273 K).

2) Silikon mempunyai panas peleburan 50,21 kJ/mol. Sebesar 50 kW daya dapat memasok energiyang dibutuhkan untuk melelehkan sekitar 100 kg silikon dalam satu jam, setelah mencapai suhu titik leburnya:

50   kW = 50   kJ/s = 180   000   kJ/h {\displaystyle 50\ {\text{kW}}=50\ {\text{kJ/s}}=180\ 000\ {\text{kJ/h}}} {\displaystyle 50\ {\text{kW}}=50\ {\text{kJ/s}}=180\ 000\ {\text{kJ/h}}}
180   000   kJ/h × 1   mol ⋅ Si 50 , 21   kJ × 28   g ⋅ Si 1   mol ⋅ Si × 1   kg ⋅ Si 1   000   g ⋅ Si = 100 , 4   kg/h {\displaystyle 180\ 000\ {\text{kJ/h}}\times {\frac {1\ {\text{mol}}\cdot {\text{Si}}}{50,21\ {\text{kJ}}}}\times {\frac {28\ {\text{g}}\cdot {\text{Si}}}{1\ {\text{mol}}\cdot {\text{Si}}}}\times {\frac {1\ {\text{kg}}\cdot {\text{Si}}}{1\ 000\ {\text{g}}\cdot {\text{Si}}}}=100,4\ {\text{kg/h}}} {\displaystyle 180\ 000\ {\text{kJ/h}}\times {\frac {1\ {\text{mol}}\cdot {\text{Si}}}{50,21\ {\text{kJ}}}}\times {\frac {28\ {\text{g}}\cdot {\text{Si}}}{1\ {\text{mol}}\cdot {\text{Si}}}}\times {\frac {1\ {\text{kg}}\cdot {\text{Si}}}{1\ 000\ {\text{g}}\cdot {\text{Si}}}}=100,4\ {\text{kg/h}}}

Prediksi kelarutan

Panas peleburan dapat juga digunakan untuk memperkirakan kelarutan untuk padatan dalam larutan. Melalui larutan ideal yang disediakan, diperoleh fraksi mol ( x 2 ) {\displaystyle (x_{2})} {\displaystyle (x_{2})} solut pada kejenuhan adalah fungsi panas peleburan, titik lebur padatan ( T f u s ) {\displaystyle (T_{\mathit {fus}})} {\displaystyle (T_{\mathit {fus}})} dan suhu ( T ) {\displaystyle (T)} {\displaystyle (T)} larutan:

ln ⁡ x 2 = − Δ H f u s ∘ R ( 1 T − 1 T f u s ) {\displaystyle \ln x_{2}=-{\frac {\Delta H_{\mathit {fus}}^{\circ }}{R}}\left({\frac {1}{T}}-{\frac {1}{T_{\mathit {fus}}}}\right)} {\displaystyle \ln x_{2}=-{\frac {\Delta H_{\mathit {fus}}^{\circ }}{R}}\left({\frac {1}{T}}-{\frac {1}{T_{\mathit {fus}}}}\right)}

Di sini, R {\displaystyle R} {\displaystyle R} adalah tetapan gas. Contohnya, kelarutan parasetamol dalam air pada 298 K (25 °C) diprediksi adalah:

x 2 = exp ⁡ ( − 28   100  J mol − 1 8 , 314  J K − 1  mol − 1 ( 1 298 − 1 442 ) ) = 0 , 0248 {\displaystyle x_{2}=\exp {\left(-{\frac {28\ 100{\mbox{ J mol}}^{-1}}{8,314{\mbox{ J K}}^{-1}{\mbox{ mol}}^{-1}}}\left({\frac {1}{298}}-{\frac {1}{442}}\right)\right)}=0,0248} {\displaystyle x_{2}=\exp {\left(-{\frac {28\ 100{\mbox{ J mol}}^{-1}}{8,314{\mbox{ J K}}^{-1}{\mbox{ mol}}^{-1}}}\left({\frac {1}{298}}-{\frac {1}{442}}\right)\right)}=0,0248}

Ini sama dengan kelarutan dalam gram per liter:

0 , 0248 ∗ 1   000  g 18 , 053  mol − 1 1 − 0 , 0248 ∗ 151 , 17  mol − 1 = 213 , 4 {\displaystyle {\frac {0,0248*{\frac {1\ 000{\mbox{ g}}}{18,053{\mbox{ mol}}^{-1}}}}{1-0,0248}}*151,17{\mbox{ mol}}^{-1}=213,4} {\displaystyle {\frac {0,0248*{\frac {1\ 000{\mbox{ g}}}{18,053{\mbox{ mol}}^{-1}}}}{1-0,0248}}*151,17{\mbox{ mol}}^{-1}=213,4}

yang menghasilkan deviasi dari kelarutan aslinya (240 g/L) sebesar 11%. Galat ini dapat dikurangi bila parameter kapasitas panas tambahan diperhitungkan.[5]

Bukti

Pada kesetimbangan potensial kimia untuk pelarut murni dan padatan murni adalah sama:

μ p a d a t ∘ = μ c a i r ∘ {\displaystyle \mu _{padat}^{\circ }=\mu _{cair}^{\circ }\,} {\displaystyle \mu _{padat}^{\circ }=\mu _{cair}^{\circ }\,}

atau

μ p a d a t ∘ = μ c a i r ∘ + R T ln ⁡ X 2 {\displaystyle \mu _{padat}^{\circ }=\mu _{cair}^{\circ }+RT\ln X_{2}\,} {\displaystyle \mu _{padat}^{\circ }=\mu _{cair}^{\circ }+RT\ln X_{2}\,}

dengan R {\displaystyle R\,} {\displaystyle R\,} tetapan gas dan T {\displaystyle T\,} {\displaystyle T\,} suhu.

Penataan ulang menghasilkan:

R T ln ⁡ X 2 = − ( μ c a i r ∘ − μ p a d a t ∘ ) {\displaystyle RT\ln X_{2}=-(\mu _{cair}^{\circ }-\mu _{padat}^{\circ })\,} {\displaystyle RT\ln X_{2}=-(\mu _{cair}^{\circ }-\mu _{padat}^{\circ })\,}

dan karena

Δ G f u s ∘ = μ c a i r ∘ − μ p a d a t ∘ {\displaystyle \Delta G_{\mathit {fus}}^{\circ }=\mu _{cair}^{\circ }-\mu _{padat}^{\circ }\,} {\displaystyle \Delta G_{\mathit {fus}}^{\circ }=\mu _{cair}^{\circ }-\mu _{padat}^{\circ }\,}

panas peleburan menjadikan potensial kimia berbeda antara cairan murni dan padatan murni, sesuai dengan

R T ln ⁡ X 2 = − ( Δ G f u s ∘ ) {\displaystyle RT\ln X_{2}=-(\Delta G_{\mathit {fus}}^{\circ })\,} {\displaystyle RT\ln X_{2}=-(\Delta G_{\mathit {fus}}^{\circ })\,}

Aplikasi persamaan Gibbs–Helmholtz:

( ∂ ( Δ G f u s ∘ T ) ∂ T ) p = − Δ H f u s ∘ T 2 {\displaystyle \left({\frac {\partial ({\frac {\Delta G_{\mathit {fus}}^{\circ }}{T}})}{\partial T}}\right)_{p\,}=-{\frac {\Delta H_{\mathit {fus}}^{\circ }}{T^{2}}}} {\displaystyle \left({\frac {\partial ({\frac {\Delta G_{\mathit {fus}}^{\circ }}{T}})}{\partial T}}\right)_{p\,}=-{\frac {\Delta H_{\mathit {fus}}^{\circ }}{T^{2}}}}

akhirnya menghasilkan:

( ∂ ( ln ⁡ X 2 ) ∂ T ) = Δ H f u s ∘ R T 2 {\displaystyle \left({\frac {\partial (\ln X_{2})}{\partial T}}\right)={\frac {\Delta H_{\mathit {fus}}^{\circ }}{RT^{2}}}} {\displaystyle \left({\frac {\partial (\ln X_{2})}{\partial T}}\right)={\frac {\Delta H_{\mathit {fus}}^{\circ }}{RT^{2}}}}

atau:

∂ ln ⁡ X 2 = Δ H f u s ∘ R T 2 ∗ δ T {\displaystyle \partial \ln X_{2}={\frac {\Delta H_{\mathit {fus}}^{\circ }}{RT^{2}}}*\delta T} {\displaystyle \partial \ln X_{2}={\frac {\Delta H_{\mathit {fus}}^{\circ }}{RT^{2}}}*\delta T}

dan dengan integrasi:

∫ X 2 = 1 X 2 = x 2 δ ln ⁡ X 2 = ln ⁡ x 2 = ∫ T f u s T Δ H f u s ∘ R T 2 ∗ Δ T {\displaystyle \int _{X_{2}=1}^{X_{2}=x_{2}}\delta \ln X_{2}=\ln x_{2}=\int _{T_{\mathit {fus}}}^{T}{\frac {\Delta H_{\mathit {fus}}^{\circ }}{RT^{2}}}*\Delta T} {\displaystyle \int _{X_{2}=1}^{X_{2}=x_{2}}\delta \ln X_{2}=\ln x_{2}=\int _{T_{\mathit {fus}}}^{T}{\frac {\Delta H_{\mathit {fus}}^{\circ }}{RT^{2}}}*\Delta T}

diperoleh hasil akhir:

ln ⁡ x 2 = − Δ H f u s ∘ R ( 1 T − 1 T f u s ) {\displaystyle \ln x_{2}=-{\frac {\Delta H_{\mathit {fus}}^{\circ }}{R}}\left({\frac {1}{T}}-{\frac {1}{T_{\mathit {fus}}}}\right)} {\displaystyle \ln x_{2}=-{\frac {\Delta H_{\mathit {fus}}^{\circ }}{R}}\left({\frac {1}{T}}-{\frac {1}{T_{\mathit {fus}}}}\right)}

Lihat juga

  • Panas penguapan
  • Kapasitas kalor
  • Database termodinamika untuk zat murni
  • Metode Joback (Estimasi panas peleburan dari struktur molekul)
  • Kalor laten

Referensi

  1. ↑ Atkins & Jones 2008, hlm. 236.
  2. ↑ Ott & Boerio-Goates 2000, hlm. 92–93.
  3. ↑ Hoffer, J. K.; Gardner, W. R.; Waterfield, C. G.; Phillips, N. E. (April 1976). "Thermodynamic properties of 4He. II. The bcc phase and the P-T and VT phase diagrams below 2 K". Journal of Low Temperature Physics. 23 (1): 63–102. Bibcode:1976JLTP...23...63H. doi:10.1007/BF00117245.
  4. ↑ Ibrahim Dincer and Marc A. Rosen. Thermal Energy Storage: Systems and Applications, page 155
  5. ↑ H. Hojjati and S. Rohani (2006). "Measurement and Prediction of Solubility of Paracetamol in Water-Isopropanol Solution. Part 2. Prediction". Org. Process Res. Dev. 10 (6): 1110–1118. doi:10.1021/op060074g.

Daftar pustaka

  • Atkins, Peter; Jones, Loretta (2008), Chemical Principles: The Quest for Insight (Edisi 4th), W. H. Freeman and Company, hlm. 236, ISBN 0-7167-7355-4
  • Ott, BJ. Bevan; Boerio-Goates, Juliana (2000), Chemical Thermodynamics: Advanced Applications, Academic Press, ISBN 0-12-530985-6
  • l
  • b
  • s
Keadaan materi
Wujud
  • Padat
  • Cair
  • Gas / Uap
  • Plasma
Energi rendah
  • Kondensat Bose–Einstein
  • Kondensat Fermionik
  • Materi degenerasi
  • Quantum Hall
  • Materi Rydberg
  • Materi asing
  • Superfluida
  • Superpadat
  • Molekul foton
Energi tinggi
  • Materi QCD
  • Kisi QCD
  • Plasma quark–gluon
  • Fluida superkritis
Keadaan lain
  • Koloid
  • Kaca
  • Kristal cair
  • Cairan putaran kuantum
  • Tertata secara magnetis
    • Antiferomagnet
    • Ferimagnet
    • Feromagnet
  • Cairan benang jaring
  • Superkaca
Transisi
  • Mendidih
  • Titik didih
  • Kondensasi
  • Garis kritis
  • Titik kritis
  • Kristalisasi
  • Deposisi
  • Penguapan
  • Penguapan parsial
  • Pembekuan
  • Ionisasi kimia
  • Ionisasi
  • Titik lambda
  • Pencairan
  • Titik lebur
  • Rekombinasi
  • Regelasi
  • Cairan jenuh
  • Sublimation
  • supercooling
  • Titik tripel
  • Vaporisasi
  • Vitrifikasi
Kuantitas
  • Kalor peleburan
  • Entalpi sublimasi
  • Kalor penguapan
  • Kalor laten
  • Energi dalam laten
  • Rasio Trouton
  • Volatilitas
Konsep
  • Binodal
  • Fluida bertekanan
  • Kurva pendinginan
  • Persamaan keadaan
  • Efek Leidenfrost
  • Fenomena kuantum makroskopik
  • Efek Mpemba
  • Keteraturan dan ketakteraturan
  • Spinodal
  • Superkonduktivitas
  • Uap superpanas
  • Superheating
  • Efek termo-dielektrik
Daftar
  • Daftar kondisi materi
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Israel

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Contoh
  2. Prediksi kelarutan
  3. Bukti
  4. Lihat juga
  5. Referensi
  6. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Raksa

unsur kimia dengan lambang Hg dan nomor atom 80

Vanadium

unsur kimia dengan lambang V dan nomor atom 23

Torium

unsur kimia dengan lambang Th dan nomor atom 90

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026