Kaki diabetik atau diabetic foot adalah suatu masalah kondisi kesehatan yang terjadi karena komplikasi dari diabetes melitus, dengan ditandai terdapat luka pada kaki yang sembuh cenderung dalam waktu yang lama karena lemahnya hormon insulin serta kaki mengalami penurunan indra perasa pada kulit. Penyebab luka pada kaki terjadi karena beberapa hal secara garis besar seperti kadar gula yang tinggi, kulit yang kering hingga karena infeksi. Kaki diabetik akan cenderung mengalami luka jika pada riwayat sebelumnya mengalami angiopati dan neuropati, sehingga perlu adanya pengobatan untuk mencegah terjadinya infeksi dan mencegah beberapa permasalahan yang lebih serius seperti ulsersi kronis dan amputasi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023) |
Kaki diabetik[1] atau diabetic foot adalah suatu masalah kondisi kesehatan yang terjadi karena komplikasi dari diabetes melitus, dengan ditandai terdapat luka pada kaki yang sembuh cenderung dalam waktu yang lama karena lemahnya hormon insulin serta kaki mengalami penurunan indra perasa pada kulit. Penyebab luka pada kaki terjadi karena beberapa hal secara garis besar seperti kadar gula yang tinggi, kulit yang kering hingga karena infeksi. Kaki diabetik akan cenderung mengalami luka jika pada riwayat sebelumnya mengalami angiopati dan neuropati, sehingga perlu adanya pengobatan untuk mencegah terjadinya infeksi dan mencegah beberapa permasalahan yang lebih serius seperti ulsersi kronis dan amputasi.[2]
Berikut beberapa faktor penyebab kaki diabetik:[3]
1.Neuropati[4]
2.Iskemi
Pada kondisi ini akan terjadinya penyusutan otot seperti adanya kondisi kaki atau bagian lutut yang mengecil dan terdapat penebalan terhadap kuku kaki sebagai dampak dari kadar gula yang tinggi. Kemudian, karena siklus jaringan dan denyut nadi arteri dorsalis pedis berkurang. Sehingga kondisi ini juga dapat membuat kulit kaki merasa dingin.
3. Infeksi
Kaki yang memiliki luka akan cenderung sembuh dalam waktu yang lama, oleh karena itu perlu adanya pengobatan secara intensif untuk tidak terjadinya permasalahan yang lebih serius seperti infeksi akibat adanya partikel - partikel asing yang masuk kedalam luka. Seperti adanya pasir serta goresan dari benda tajam pada luka yang terbuka, kondisi ini dapat menimbulkan bau tidak sedap dan infeksi terhadap tulang jika tidak dibersihkan secara intensif.
Perawatan luka kaki diabetik dapat dilakukan melalui dua tahapan seperti dari persiapan dasar luka dan melalui implementasi keperawatan luka. Wound Bed Preperation (WBP)[5] atau yang lebih dikenal dengan persiapan dasar luka merupakan cara untuk mencari beberapa faktor menjadi penyebab yang menghalangi proses pemulihan untuk dievaluasi. Tindakan ini, melalui beberapa tahap seperti: tissue management untuk luka dapat kembali menjadi sehat atau membuat kulit berwarna merah kembali. Kemudian, inflamasi adalah tahap untuk mengendalikan infeksi seperti memberikan antiseptik dan membersihkan luka. Selanjutnya, menjaga keseimbangan kelembapan pada luka melalui menyerap cairan dan memberikan balutan pada luka kering yang disebut dengan tindakan Moist balance. Terakhir melakukan edge of the wound dengan memantau luka yang kering dan menjaga untuk tidak terjadinya pembukaan luka kembali. Dalam merawat luka harus memperhatikan langkah dalam implementasi keperawatan luka yang dapat dilakukan melalui:[6]