Kaca mikroskop adalah potongan kaca kecil yang pipih, biasanya denngan luas 75 kali 26 mm dengan ketebalan sekitar 1 mm, yang digunakan sebagai tempat suatu objek yang akan diamati dibawah mikroskop. Umumnya, objeknya ditempatkan di atas kacanya, dan keduanya dimasukkan secara bersamaan kedalam mikroskop untuk dilihat. Susunan ini memungkinkan berbagai objek yang ditempatkan di kaca untuk dimasukkan dan dikeluarkan dengan cepat dari mikroskop, pelabelan, transportasi spesimen, dan penyimpanan dalam tempat khusus atau folder.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Kaca mikroskop adalah potongan kaca kecil yang pipih, biasanya denngan luas 75 kali 26 mm dengan ketebalan sekitar 1 mm, yang digunakan sebagai tempat suatu objek yang akan diamati dibawah mikroskop. Umumnya, objeknya ditempatkan di atas kacanya, dan keduanya dimasukkan secara bersamaan kedalam mikroskop untuk dilihat. Susunan ini memungkinkan berbagai objek yang ditempatkan di kaca untuk dimasukkan dan dikeluarkan dengan cepat dari mikroskop, pelabelan, transportasi spesimen, dan penyimpanan dalam tempat khusus atau folder.
Kaca mikroskop ditempatkan pada meja kerja, di mana kacanya akan dijepit oleh sebuah penjepit agar tidak mudah tergeser.[1][2]
Asal muasal konsep ini adalah potongan gading atau tulang yang dijadikan tempat untuk spesimen yang tertahan di antara cakram mika transparan, yang akan diselipkan di celap di antara tempat pengamatan dan pengamat.[3] Alat ini populer digunakan di Inggris Era Victoria hingga Royal Microscopical Society memperkenalkan kaca mikroskop terstandardisasi.[4]