KRI Silea (858) adalah kapal patroli cepat kelas Attack yang tergabung dalam armada kapal Komando Armada Barat dan merupakan kapal pemberian hibah dari pemerintah Australia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| KRI Silea-858 | |
|---|---|
| Dibentuk | - |
| Negara | |
| Cabang | |
| Tipe unit | Kapal Perang |
| Bagian dari | Satuan Kapal Patroli Lantamal IV |
| Julukan | KRI Silea |
| Moto | Smart-Leonise-Awesome |
| Maskot | Ikan Hiu |
| Situs web | www.lantamal5.tnial.mil.id |
KRI Silea (858) adalah kapal patroli cepat kelas Attack yang tergabung dalam armada kapal Komando Armada Barat dan merupakan kapal pemberian hibah dari pemerintah Australia.[1]
KRI Silea (858) merupakan satu dari delapan unit kapal yang dihibahkan oleh pemerintah Australia, mulai tahun 1973 hingga pertengahan tahun 1980-an. Kapal dengan tipe ini dibuat oleh galangan kapal Walkers Ltd of Maryborough, Queensland sebanyak 7 kapal dan Evans Deakin and Co, Brisbane, sebanyak 13 kapal antara tahun 1967 dan 1969.[2] Total kapal sebanyak 20 unit ini kemudian digunakan untuk Royal Australian Navy dengan misi utama sebagai kapal pengintai dan pengawasan di sepanjang garis pantai Australia hingga terakhir pada tahun 1988.[3]
Dari 20 unit kapal kelas patroli cepat kelas Attack tersebut, delapan unit diantaranya kini masih digunakan oleh TNI AL. Kedelapan kapal tersebut dan tahun kedatangannya adalah sebagai berikut:[1]
Kapal HMAS Acute (P81) sebelum berganti nama menjadi KRI Silea (858) dibuat oleh galangan kapal Evans Deakin and Company, di Brisbane, Queensland dan resmi menjadi armada Royal Australian Navy pada 14 Desember 1968. Adapun motto dari kapal HMAS Acute (P81) adalah "Swift to the Point".[2] HMAS Acute (P81) bertugas menjaga perairan Australia ketika Indonesia dan Malaysia berkonfrontasi.[5]
KRI Silea (858) merupakan kapal perang bekas Angkatan Laut Australia yang diluncurkan pada 1986. Dia masuk ke dalam kelas kapal patroli serang dengan kemampuan perang anti permukaan laut. Kapal perang ini berdimensi kecil, yakni 32,76 meter x 6,2 meter, dan bagian terendam air 1,9 meter, dan kecepatan jelajahnya 25 knot perjam pada bobot 150 ton.[2] Daya jelajahnya dapat mencapai 1.400 miles atau 2.253 kilometer.[6] Kapal ini juga dilengkapi dengan 1 pucuk kanon ringan Bofors 40 mm di sisi haluan dan pada sisi buritan terdapat dua pucuk Senapan Mesin Berat (SMB) M2HB Browning kaliber 12,7 mm. Kapal dilengkapi dengan radar navigasi dengan definisi yang tinggi, kompas magnetik, echo sounder, dan air conditioning.[3]
Kapal KRI Silea (858) memiliki enam tangki utama dengan kapasitas 20 ton dan dua tangki ferry berkapasitas 2,5 ton. Sedangkan kapasitas empat tangki air minum normal adalah 6,5 ton dan maksimum 7,5 ton. Kapal ini dilengkapi dengan jangkar seberat 81,8 kilogram jenis Danforth dengan dilengkapi rantai kabel 11/16 inch.[2]
Beberapa misi yang pernah dilakukan oleh KRI Silea (858) adalah sebagai berikut:
| Tanggal | Misi Operasi | Keterangan |
|---|---|---|
| 22 Agustus 2013 | Tim SAR penumpang kapal cepat Express Bahari 8C di perairan Batu Dinding, Babel[9] | |
| 18 Januari 2019 | Menangkap tug boat Albatros 2 dan tongkang Flaminggo 8 di perairan Lobam, Bintan, tanpa dokumen (kedaluwarsa)[10] | |
| 21 Mei 2019 | Menangkap tug boat Mas Lines 1001 dan tongkang Mas Lines 101 di perairan Dumai karena menggunakan tanda selar tak sesuai[11] | |
| 12 September 2019 | Menangkap kapal bermuatan BBM ilegal[12] |