KRI Lemadang (632) adalah salah satu dari keempat kapal dari kapal patroli jenis kapal cepat kelas Todak milik TNI Angkatan Laut. Bertugas sebagai armada patroli cepat yang beroperasi laut dangkal, dan sebagai kapal perang anti kapal permukaan. Termasuk dalam kelas Todak bersama KRI Lemadang antara lain KRI Todak (631), KRI Hiu (634) dan KRI Layang (805).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
KRI Lemadang | |
| Karier (ID) | |
|---|---|
| Mulai dibuat | |
| Diluncurkan | |
| Harga Unit | - |
| Ditugaskan | 2004 |
| Status | |
| Pelabuhan utama | Armada Barat TNI-AL |
| Karakteristik umum | |
| Berat benaman | 447 ton |
| Panjang | 5.810 meter (19.061,68 ft) |
| Lebar | 762 meter (2.500,00 ft) |
| Draft | 285 meter (935,04 ft) |
| Tenaga penggerak | MTU 2 x 3.025 HP |
| Kecepatan | 15 knot (ekonomis) 20 knot (jelajah) 30 knot (maksimum) |
| Awak kapal | 51 orang |
| Persenjataan elektronik | DR-3000 intercept Decoy Dagie RL |
KRI Lemadang (632) adalah salah satu dari keempat kapal dari kapal patroli jenis kapal cepat kelas Todak milik TNI Angkatan Laut. Bertugas sebagai armada patroli cepat yang beroperasi laut dangkal, dan sebagai kapal perang anti kapal permukaan. Termasuk dalam kelas Todak bersama KRI Lemadang antara lain KRI Todak (631), KRI Hiu (634) dan KRI Layang (805).
KRI Lemadang merupakan kapal keempat dalam seri FPB-57 Nav V yang dirancang dan dibangun sepenuhnya oleh PT. PAL, Surabaya untuk TNI Angkatan Laut. Diresmikan sebagai bagian dari Satuan Kapal Patroli, Koarmabar pada tanggal 14 April 2003 oleh Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara
Kapal ini diresmikan sebagai KRI pada 14 April 2003, bersamaan dengan peresmian KRI Anakonda (868) dan KRI Kobra (867). Prototipe kapal ini dirancang oleh Dislitbangal pada tahun 2000-an. Guna memenuhi jumlah kapal patroli dalam jumlah besar dan berbiaya murah, kapal ini dibangun dengan konstruksi lambung berbahan fiberglass dan menerapkan desain kapal berteknologi siluman.[1]
Dinamai menurut nama ikan Lemadang, begitu pula kapal-kapal di kelas ini yang dinamai menurut ikan-ikan di perairan Indonesia.
KRI Lemadang memiliki berat 447 ton. Dengan dimensi 58,10 meter x 7,62 meter x 2,85 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel, 2 shaft menghasilkan 8.850 bhp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 30 knot. Diawaki oleh maksimal 53 pelaut.
KRI Lemadang dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah:
KRI Lemadang diperlengkapi perangkat perang elektronik DR-3000 intercept dan peluncur Dagie decoy RL untuk pengecoh rudal musuh.