The Tragedy of Julius Caesar (judul dalam Folio Pertama: The Tragedie of Ivlivs Cæsar), sering disingkat menjadi Julius Caesar, adalah tragedi sejarah karya William Shakespeare, dipercaya telah ditulis dan pertama kali dipentaskan pada tahun 1599. Drama ini menggambarkan konspirasi politik yang menyebabkan pembunuhan diktator Romawi Julius Caesar dan perang saudara yang terjadi kemudian di Roma. Mengambil inspirasi terutama dari terjemahan Sir Thomas North tahun 1579 dari Parallel Lives karya Plutarch, Shakespeare menyajikan kisah dramatis tentang meningkatnya kekuasaan Caesar, pembunuhannya oleh sekelompok senator yang dipimpin oleh Cassius dan Brutus, dan kekalahan para konspirator oleh pasukan Mark Antony dan Oktavius pada Pertempuran Filipi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


The Tragedy of Julius Caesar (judul dalam Folio Pertama: The Tragedie of Ivlivs Cæsar), sering disingkat menjadi Julius Caesar, adalah tragedi sejarah karya William Shakespeare, dipercaya telah ditulis dan pertama kali dipentaskan pada tahun 1599. Drama ini menggambarkan konspirasi politik yang menyebabkan pembunuhan diktator Romawi Julius Caesar dan perang saudara yang terjadi kemudian di Roma. Mengambil inspirasi terutama (dengan penyimpangan dalam berbagai aspek) dari terjemahan Sir Thomas North tahun 1579 dari Parallel Lives karya Plutarch, Shakespeare menyajikan kisah dramatis tentang meningkatnya kekuasaan Caesar, pembunuhannya oleh sekelompok senator yang dipimpin oleh Cassius dan Brutus, dan kekalahan para konspirator oleh pasukan Mark Antony dan Oktavius pada Pertempuran Filipi.
Meskipun dinamai menurut nama Caesar, drama ini sebagian besar berfokus pada Brutus, yang dilema moral dan politiknya sering membuat para kritikus menganggapnya sebagai pahlawan tragisnya. Tema-tema sentral meliputi ketegangan antara loyalitas pribadi dan kewajiban publik, penggunaan retorika dalam politik, dan kerapuhan pemerintahan republik dalam menghadapi ambisi dan kekuasaan. Julius Caesar adalah salah satu drama pertama yang dipentaskan di Globe Theatre dan tetap menjadi salah satu karya Shakespeare yang paling sering dipentaskan. Konsep ini telah diadaptasi dalam berbagai bentuk dan diinterpretasikan dalam beragam konteks politik, mencerminkan berbagai keprihatinan mulai dari perdebatan era Elizabeth tentang suksesi hingga diskusi modern tentang kediktatoran dan demokrasi. Drama ini banyak dipelajari karena eksplorasinya tentang karakter, persuasi, dan moralitas politik, dan terus memengaruhi sastra, teater, dan wacana politik.