Joseph A. Bracken, S.J. adalah seorang filsuf dan teolog Katolik Amerika. Bracken adalah pendukung filsafat proses dan teologi proses dari Alfred North Whitehead dan Charles Hartshorne. Sebagian besar karyanya didedikasikan untuk sintesis antara agama wahyu dan doktrin trinitarian Kristen dengan teologi proses yang telah direvisi. Bracken memperkenalkan pendekatan teoritis medan dalam metafisika proses.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Joseph A. Bracken, S.J. (22 Maret 1930 – 13 April 2024) adalah seorang filsuf dan teolog Katolik Amerika. Bracken adalah pendukung filsafat proses dan teologi proses dari Alfred North Whitehead dan Charles Hartshorne. Sebagian besar karyanya didedikasikan untuk sintesis antara agama wahyu dan doktrin trinitarian Kristen dengan teologi proses yang telah direvisi. Bracken memperkenalkan pendekatan teoritis medan dalam metafisika proses.
Bracken lahir pada 22 Maret 1930 di Chicago, Illinois.[1] Ia lulus dari Saint Ignatius College Prep di Chicago pada 1948 dan berkuliah satu tahun di Loyola University Chicago sebelum memasuki Provinsi Missouri Serikat Yesus pada 18 Agustus 1949 di novisiat Yesuit St. Stanislaus di Florissant, Missouri. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 10 Juni 1962 di West Baden College di West Baden Springs, Indiana, dan mengucapkan kaul akhir pada 2 Februari 1967 di Gereja St. Blasien di Jerman.[butuh rujukan]
Bracken adalah Profesor Emeritus Teologi di Xavier University di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat. Ia meraih gelar Ph.D. dari University of Freiburg di Jerman pada 1968, dan mengajar di University of Saint Mary of the Lake, Mundelein Seminary, Illinois (1968–1974), serta Marquette University di Milwaukee, Wisconsin (1974–1982), sebelum menjadi Ketua Departemen Teologi di Xavier pada 1982.[1]
Bracken meninggal di Wauwatosa, Wisconsin pada 13 April 2024 dalam usia 94 tahun.[2]
Bracken adalah penulis dan/atau editor dari 11 buku dan menulis sekitar 150 artikel dalam jurnal akademik.[1]
Ia merangkum pendekatannya secara singkat dalam sebuah ulasan buku pada 2007:
"Inilah sebabnya dalam pemikiran ulang saya atas metafisika Whitehead, saya sejak awal beranggapan bahwa kategori-kategori metafisiknya perlu direvisi agar dapat mengakomodasi keyakinan Kristen akan Allah Tritunggal. Dengan pemikiran ini, saya segera menyadari bahwa kategori kunci Whitehead, yaitu ‘masyarakat’ (society), membutuhkan pengembangan lebih lanjut. ‘Masyarakat’, bagaimanapun juga, harus lebih dari sekadar kumpulan peristiwa aktual dengan ‘unsur bentuk yang sama’ (PR 1968, 34) jika atomisme filosofis ingin dihindari. Solusi saya adalah menafsirkan kembali masyarakat Whitehead sebagai medan aktivitas terstruktur yang berkelanjutan bagi generasi peristiwa aktual yang berturut-turut. Dalam pengertian ini, ‘masyarakat’ dalam pemikiran Whitehead dapat memvalidasi pemahaman proses-trinitarian tentang Allah sekaligus menjadikan filsafat Whitehead suatu ontologi sosial yang bahkan lebih kuat daripada yang ia bayangkan. Artinya, ‘hal-hal nyata terakhir yang membentuk dunia’ bukan sekadar peristiwa aktual, tetapi masyarakat tempat peristiwa-peristiwa tersebut secara spontan beragregasi.”[3]