Joseon Tongsinsa atau Utusan Joseon adalah utusan diplomatik yang dikirim untuk memulihkan hubungan diplomatik antara Dinasti Joseon dan Keshogunan Tokugawa pada abad ke-17 yang dilakukan dengan pengiriman utusan dari Korea ke Jepang. Sebanyak 12 belas utusan Dinasti Joseon (Tongsinsa) dikirimkan ke Jepang antara tahun 1607-1811. Sekitar 300 sampai 500 orang berpartisipasi dalam setiap misi diplomatik yang berfungsi meningkatkan pertukaran budaya antara kedua negara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Joseon Tongsinsa | |
Lukisan Joseon Tongsinsa, tahun 1655 | |
| Nama Korea | |
|---|---|
| Hangul | 조선통신사code: ko is deprecated |
| Hanja | |
| Alih Aksara | Joseon tongsinsa |
| McCune–Reischauer | Chosŏn t'onsinsa |
Joseon Tongsinsa atau Utusan Joseon adalah utusan diplomatik yang dikirim untuk memulihkan hubungan diplomatik antara Dinasti Joseon dan Keshogunan Tokugawa pada abad ke-17 yang dilakukan dengan pengiriman utusan dari Korea ke Jepang.[1] Sebanyak 12 belas utusan Dinasti Joseon (Tongsinsa) dikirimkan ke Jepang antara tahun 1607-1811.[1] Sekitar 300 sampai 500 orang berpartisipasi dalam setiap misi diplomatik yang berfungsi meningkatkan pertukaran budaya antara kedua negara.[1]
Sepuluh tahun setelah Invasi Jepang ke Korea berakhir pada tahun 1598, Dinasti Joseon akhirnya menyetujui permintaan Jepang untuk membuka kembali hubungan diplomatik antar kedua negara.[1] Joseon mengirimkan utusan untuk mengembalikan tawanan perang dan membuka pelabuhan Busan sebagai pintu masuk dan permukiman pedagang Jepang.[1] Hal ini dimaksudkan untuk memulihkan hubungan perdagangan dengan Jepang.[1] Setiap kali terjadi pergantian kekuasaan di Jepang, Tongsinsa diutus atas permintaan Keshogunan Jepang.[1]