Jon Sobrino adalah seorang teolog asal Spanyol. Pada awalnya ia mendapatkan pelatihan menjadi seorang insinyur di St Louis University. Kemudian ia sekolah teologi di Frankfurt, Jerman. Sejak saat itu ia banyak berbicara mengenai filsafat di El Salvador dan ia dikenal sebagai pendukung utama teologi pembebasan. Ia menuliskan beberapa buku yang berpengaruh kemudian hari, di antaranya Christology at the Crossroads (1978) dan True Church of the Poor. Ia percaya bahwa ada kedekatan paralel antara situasi di Amerika Latin saat ini dengan konteks sejarah dalam hidup Yesus dan argumentasinya adalah peran gereja dalam memperpanjang karya pembebasan Kristus.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 27 Desember 1938 Barcelona |
| Data pribadi | |
| Agama | Gereja Katolik Roma |
| Pendidikan | Sekolah Pascasarjana Filsafat dan Teologi Sankt Georgen |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Teologi pembebasan, Teologi Katolik dan teologi Sistematika |
| Pekerjaan | imam Katolik, Catholic theologian (en) |
| Bekerja di | Central American University, San Salvador (en) |
| Aliran | Teologi pembebasan |
| Ordo keagamaan | Serikat Yesus |
Jon Sobrino (lahir 27 Desember 1938) adalah seorang teolog asal Spanyol.[1] Pada awalnya ia mendapatkan pelatihan menjadi seorang insinyur di St Louis University.[1] Kemudian ia sekolah teologi di Frankfurt, Jerman.[1] Sejak saat itu ia banyak berbicara mengenai filsafat di El Salvador dan ia dikenal sebagai pendukung utama teologi pembebasan.[1] Ia menuliskan beberapa buku yang berpengaruh kemudian hari, di antaranya Christology at the Crossroads (1978) dan True Church of the Poor.[2] Ia percaya bahwa ada kedekatan paralel antara situasi di Amerika Latin saat ini dengan konteks sejarah dalam hidup Yesus dan argumentasinya adalah peran gereja dalam memperpanjang karya pembebasan Kristus.[1]
Menurut Sobrino, Allah hadir dalam sejarah kehidupan manusia sebagai Allah yang menderita.[3] Sebagai tokoh dalam teologi pembebasan, ia mempunyai pemahaman yang umum mengenai percaya kepada Yesus Kristus dengan berkomitmen dan mengakui otoritasnya dalam praktik sosial.[3] Melalui Yesuslah dapat dilihat Allah menderita bersama dengan manusia.[3] Dengan demikian manusia dapat merasakan Allah melalui penderitaannya.[3] Hal ini akan berhubungan dengan teodisi (Allah yang adil) dan akan terjawab dengan cara yang baru.[3] Maka harus dicari cara membicarakan cinta Allah kepada manusia di tengah-tengah situasi yang penuh kemiskinan dan penindasan.[2]
Kristologi Sobrino adalah kristologi dari bawah.[4] Kristologi Sobrino dimulai dengan tafsir teks biblika untuk penyataan dogmatis mengenai gereja dan fokus mencari sejarah Yesus untuk menyediakan aksi kekristenan.[5]