Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

John Leslie Mackie

John Leslie Mackie adalah salah satu kritikus teisme yang menggunakan metode logika atas adanya kejahatan. Ia merupakan filsuf ateis yang mengemukakan argumentasi mengenai kejahatan dan penderitaan sebagai pembuktian atas ketidakberadaan Tuhan.

Filsuf Australia
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

John Leslie Mackie
Infobox orangJohn Leslie Mackie

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran25 Agustus 1917 Suntingan nilai di Wikidata
Sydney Suntingan nilai di Wikidata
Kematian12 Desember 1981 Suntingan nilai di Wikidata (64 tahun)
Oxford Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaAteisme Suntingan nilai di Wikidata
PendidikanUniversitas Sydney
Oriel College (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanfilsuf, dosen Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diUniversitas Oxford
Universitas Otago
Universitas Sydney Suntingan nilai di Wikidata
AliranAteisme Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahJoan Mackie (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
AnakPenelope Mackie (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan
  •  Fellow of the British Academy Suntingan nilai di Wikidata

John Leslie Mackie adalah salah satu kritikus teisme yang menggunakan metode logika atas adanya kejahatan.[1] Ia merupakan filsuf ateis yang mengemukakan argumentasi mengenai kejahatan dan penderitaan sebagai pembuktian atas ketidakberadaan Tuhan.[2]

Pemikiran

Masalah logis kejahatan

Mackie meyakini bahwa Tuhan tidak ada jika ditinjau dari sifat Tuhan yang mahakuasa dan mahabaik. Dalam pandangannya ini, Tuhan disebut sebagai Allah. Ia mengajukan tiga proposisi yang membuktikan ketidakberadaan Tuhan, yaitu Allah itu mahakuasa, Allah itu mahabaik, dan kejahatan itu ada. Ia memperlihatkan adanya kontradiksi antara proposisi pertama dan kedua dengan proposisi ketiga. Kontradiksi yang dinayatakannya ialah bahwa kejahatan masih ada meskipun sifat dari Allah adalah mahakuasa dan mahabaik. Dalam kondisi ini, seharusnya Allah mampu menghilangkan semua jenis kejahatan karena ia mahakuasa dan mahabaik. Namun, dalam kenyataan, kejahatan masih tetap ada. Karenanya, Allah itu tidak ada.[3]

Mackie menyatakan bahwa adanya kejahatan merupakan bukti bahwa klaim teisme mengenai sifat Tuhan yang mahabaik dan mahakuasa bersifat tidak konsisten. Ia meyakini bahwa Tuhan mampu menciptakan dunia yang di dalamnya tidak terdapat kejahatan sama sekali. Ia meyakini bahwa mustahil bagi Tuhan untuk tidak dapat menciptakan dunia dengan moral yang sepenuhnya baik dan tanpa adanya kejahatan. [4]

Pemikiran Mackie ini memperoleh pengaruh dari pemikiran Epikuros mengenai hubungan antara Allah dan kejahatan. Epikuros menyatakan empat hipotesa yang berkaitan antara Allah dan kejahatan. Hipotesa pertama, Allah ingin meniadakan kejahatan tetapi tidak memiliki kemampuan untuk meniadakannya. Pada hipotesa pertama, Allah baik hati tetapi tidak mahakuasa. Hioptesa kedua, Allah tidak mau meniadakan kejahatan meskipun memiliki kemampuan untuk meniadakannnya. Pada hipotesa kedua, Allah mahakuasa tetapi buruk hati. Hipotesa ketiga, Allah tidak mampu dan tidak mau meniadakan kejahatan. Hipotesa ini menandakan bahwa Allah buruk hati dan tidak mahakuasa. Sedangkan hipotesa keempat, Allah mampu dan mau meniadakan kejahatan. Hipotesa keempat ini menjadi kondisi yang ideal bagi Allah. Namun, kejahatan tetap ada di dunia. Karenanya, Epikuros berkesimpulan bahwa Allah tidak ada.[5]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Gultom 2016, hlm. 27.
  2. ↑ Alinurdin 2020, hlm. 1.
  3. ↑ Alinurdin 2020, hlm. 1-2.
  4. ↑ Gultom 2016, hlm. 28.
  5. ↑ Gultom 2016, hlm. 28-29.

Daftar pustaka

  • Alinurdin, David (2020). "COVID-19 dan Tumit Achilles Iman Kristen". Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan. 19 (1). Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Gultom, Andri Fransiskus (2016). "Enigma Kejahatan dalam Sekam Filsafat Ketuhanan". Intizar. 22 (1). Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Italia
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Belanda
  • Norwegia
  • Latvia
  • Kroasia
  • Korea
  • Swedia
  • Polandia
  • Israel
  • Katalonia
Akademik
  • CiNii
Orang
  • Trove
  • Australia
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pemikiran
  2. Masalah logis kejahatan
  3. Referensi
  4. Catatan kaki
  5. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Tan Malaka

tokoh komunis Indonesia

Peter Singer

Peter Albert David Singer AC (lahir 6 Juli 1946) adalah seorang filsuf moral Australia yang saat ini menjadi Profesor Bioetika Ira W. DeCamp di Universitas

Kim Sterelny

Kim Sterelny adalah seorang filsuf Australia dan profesor filsafat di Universitas Nasional Australia dan Universitas Victoria Wellington. Ia adalah pemenang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026