Johanna Mestorf adalah seorang arkeolog prasejarah asal Jerman. Ia dikenal sebagai perempuan pertama yang menjadi direktur museum di Kerajaan Prusia dan sering dianggap sebagai profesor perempuan pertama di Jerman.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025) |
| Johanna Mestorf | |
|---|---|
Johanna Mestorf | |
| Lahir | 17 April 1828 Bad Bramstedt, Kadipaten Holstein |
| Meninggal | 20 Juli 1909 (usia 81) Kiel, Kekaisaran Jerman |
| Kebangsaan | Jerman |
| Dikenal atas | Wanita pertama yang menjadi direktur museum di Kerajaan Prusia dan salah satu profesor wanita pertama di Jerman |
| Penghargaan |
|
| Karier ilmiah | |
| Bidang | Arkeologi prasejarah |
| Institusi | Universitas Kiel |
Johanna Mestorf (17 April 1828, Bad Bramstedt, Kadipaten Holstein – 20 Juli 1909, Kiel) adalah seorang arkeolog prasejarah asal Jerman. Ia dikenal sebagai perempuan pertama yang menjadi direktur museum di Kerajaan Prusia dan sering dianggap sebagai profesor perempuan pertama di Jerman.
Johanna adalah anak bungsu dari empat saudara yang bertahan hidup dari pasangan dokter sekaligus antikuaris Jacob Heinrich Mestorf dan istrinya Sophia Katharina Georgine, née Körner.[1]
Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1837, Johanna dan ibunya pindah ke Itzehoe, di mana ia bersekolah di Blöcker Institute, sebuah sekolah tingkat lanjut khusus anak perempuan. Pada tahun 1849, ia pergi ke Swedia menjadi pengasuh di keluarga Count Piper di Kastil Ängsö, sekaligus belajar bahasa-bahasa Skandinavia.[2]
Ia kembali ke Jerman pada tahun 1853 dan kemudian beberapa kali bepergian ke Prancis dan Italia sebagai pendamping seorang Countess Italia yang masih berkerabat dengan keluarga Piper.[2] Pada tahun 1859, ia tinggal bersama saudaranya, Harro, di Hamburg. Di sana, ia bekerja sebagai sekretaris korespondensi internasional sejak tahun 1867.[2][3] Sambil bekerja, Johanna secara otodidak mendalami arkeologi hingga menjadi ahli.
Sejak tahun 1863, ia mulai menerjemahkan berbagai karya arkeologi penting dari Skandinavia ke dalam bahasa Jerman. Karya terjemahannya berpengaruh besar dalam pengembangan arkeologi di Jerman, terutama dalam memperkenalkan Sistem tiga zaman dan metode tipologi artefak.[4] Pada dekade 1860-an, ia mulai menulis artikel dan esai tentang etnografi serta arkeologi, bahkan memberikan ceramah mengenai mitologi Nordik.[3]
Johanna menghadiri kongres antropologi di Kopenhagen pada tahun 1869 dan mewakili Kota Hamburg di kongres Bologna (1871), Stockholm (1874), serta Budapest (1876).[5] Ia menulis laporan dari setiap kongres tersebut.
Pada tahun 1868, Johanna diangkat sebagai pejabat kehormatan di Museum Kiel. Tahun 1873, museum ini bergabung dengan Museum Purbakala Tanah Air (Museum vaterländischer Alterthümer) yang kelak menjadi cikal bakal Museum Arkeologi Negara Schleswig-Holstein di Kastil Gottorp serta Institut Prasejarah dan Sejarah Kuno di Universitas Kiel. Ia menjadi penjaga pertama koleksi tersebut. Pada tahun 1891, ia diangkat sebagai direktur museum — menjadikannya perempuan pertama yang memegang jabatan tersebut di Jerman.[2]
Sebagai penghargaan atas kontribusinya di bidang akademik, Kementerian Kebudayaan Prusia memberikan gelar profesor kehormatan pada tahun 1899, tepat di ulang tahunnya yang ke-71.[6] Ia umumnya dianggap sebagai perempuan pertama yang meraih gelar tersebut di Jerman.[7]
Johanna Mestorf pensiun pada 1 April 1909. Di ulang tahunnya yang ke-81, ia dianugerahi gelar doktor kehormatan bidang kedokteran oleh Universitas Kiel.[2]
Selain menerima gelar doktor kehormatan dan gelar profesor, Johanna Mestorf juga terpilih sebagai anggota kehormatan atau anggota korespondensi di 19 perkumpulan ilmiah,[3][8] termasuk Berlin Society for Anthropology, Ethnology and Prehistory (1891),[7][9] Munich Anthropological Society, Swedish Association for Prehistory, Finnish Association for Prehistory, dan Anthropological Society of Vienna.[10]
Ia juga dianugerahi beberapa medali berikut:
Saat pensiun, ia menerima foto yang ditandatangani langsung oleh Kaisar Wilhelm II, karena tidak ada bentuk penghargaan lain yang diperbolehkan bagi seorang perempuan pada masa itu.[3]