Dame Susan Jocelyn Bell Burnell lahir pada tanggal 15 Juli 1943 di Belfast, Irlandia Utara, adalah seorang ahli astrofisika asal Irlandia Utara. Ia menemukan pulsar radio pertama pada tahun 1967 saat menjadi mahasiswa pascasarjana. Dia dikreditkan dengan "salah satu prestasi ilmiah paling signifikan dari abad ke-20". Penemuan ini diakui oleh penghargaan Hadiah Nobel Fisika 1974, tetapi walaupun dia adalah orang pertama yang mengamati pulsar, Bell tidak menerima hadiah tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Dame Jocelyn Bell Burnell DBE FRS FRSE FRAS FInstP | |
|---|---|
Bell Burnell di 2009 | |
| Lahir | Susan Jocelyn Bell 15 Juli 1943[1] Lurgan, Irlandia Utara[2] |
| Pendidikan | |
| Almamater |
|
| Dikenal atas | Menemukan empat pulsar pertama[3] |
| Suami/istri | Martin Burnell
(m. 1968; c. 1993) |
| Anak | Gavin Burnell |
| Penghargaan |
|
| Karier ilmiah | |
| Bidang | Astrofisika |
| Institusi | |
| Disertasi | Pengukuran diameter sumber radio menggunakan metode difraksi (1968) |
| Pembimbing doktoral | Antony Hewish[4][5][6] |
| Terinspirasi |
|
| Situs web | www2 |
Dame Susan Jocelyn Bell Burnell lahir pada tanggal 15 Juli 1943 di Belfast, Irlandia Utara,[9] adalah seorang ahli astrofisika asal Irlandia Utara. Ia menemukan pulsar radio pertama pada tahun 1967 saat menjadi mahasiswa pascasarjana.[10] Dia dikreditkan dengan "salah satu prestasi ilmiah paling signifikan dari abad ke-20".[11] Penemuan ini diakui oleh penghargaan Hadiah Nobel Fisika 1974, tetapi walaupun dia adalah orang pertama yang mengamati pulsar,[12] Bell tidak menerima hadiah tersebut.
Sejumlah fisikawan perempuan telah menjadi penerima Medali dan Hadiah Jocelyn Bell Burnell atas kontribusi mereka di bidang fisika dan upaya peningkatan inklusivitas dalam komunitas ilmiah. Beberapa di antaranya termasuk Catherine Elizabeth Regan yang dianugerahi pada tahun 2024 atas keterlibatannya dalam proyek Eyes on Mars; Raquel Lopez-Rios de Castro pada tahun 2023 karena kontribusinya dalam mendorong keberagaman dan inklusi dalam program penelitian pascasarjana di Inggris; Amy Smith pada tahun 2022 atas dedikasinya dalam pendidikan fisika dan upaya mengurangi hambatan dalam pengembangan karier; serta Sara Motaghian bersama Museum Sejarah Alam dan Imperial College London pada tahun 2021 atas pengembangan perangkat lunak untuk misi spektral ExoMars.[13]
Pada 28 November 1967, saat menjalani studi pascasarjana di Universitas Cambridge, Jocelyn Bell Burnell mendeteksi sinyal radio tak biasa yang terekam dalam grafik alat pencatat data astronomi. Sinyal tersebut tampak bergerak mengikuti posisi bintang di langit. Meski data awal telah dikumpulkan sejak Agustus, penemuan sinyal baru terjadi setelah beberapa bulan karena proses pengecekan dilakukan secara manual.[14] Bell Burnell mengidentifikasi bahwa sinyal tersebut muncul secara teratur, sekitar satu denyut setiap 1,3 detik. Objek ini awalnya dijuluki “Little Green Man 1” (LGM-1), tetapi kemudian diketahui sebagai bintang neutron berotasi cepat, yang kini dikenal sebagai PSR B1919+21. Penemuan ini kemudian diangkat dalam program dokumenter Horizon oleh BBC.[15]
Dalam ceramah yang disampaikan di Harvard pada tahun 2020, Bell Burnell mengungkapkan bagaimana media saat itu cenderung menyoroti aspek pribadi dirinya ketimbang kontribusi ilmiahnya. Sementara koleganya, Antony Hewish, mendapatkan pertanyaan terkait aspek teknis dan ilmiah, dirinya justru ditanya soal hal-hal pribadi seperti jumlah pacar, warna rambut, hingga permintaan berpose untuk foto. Istilah "pulsar" sendiri merupakan versi singkat dari "pulsating radio source" yang dipopulerkan oleh wartawan The Daily Telegraph.[16]
Sepanjang karier akademiknya, Bell Burnell pernah mengajar di berbagai institusi, termasuk University of Southampton (1968–1973), University College London (1974–1982), dan Royal Observatory Edinburgh (1982–1991). Selain itu, ia aktif mengajar dan membimbing mahasiswa di Open University sejak 1973 hingga 1987 dalam berbagai kapasitas, termasuk sebagai tutor dan penguji.[17] Pada tahun 1986, ia diangkat sebagai manajer proyek James Clerk Maxwell Telescope di Mauna Kea, Hawaii, hingga tahun 1991.[18][19] Ia juga menjabat sebagai Profesor Fisika di Open University (1991–2001), profesor tamu di Princeton University, serta Dekan Fakultas Sains di University of Bath (2001–2004). Dari 2002 hingga 2004, ia menjabat sebagai Presiden Royal Astronomical Society.
Tahun 2007, ia menjadi profesor tamu dalam bidang astrofisika di University of Oxford dan menjadi Fellow di Mansfield College. Ia kemudian menjabat sebagai Presiden Institute of Physics pada periode 2008 hingga 2010. Pada 2013, Bell Burnell terpilih menjadi Pro-Kanselir di Trinity College Dublin, dan pada Februari 2018 diangkat sebagai Kanselir di University of Dundee. Pada tahun yang sama, ia juga menjadi pembicara utama dalam acara AstroFest di Parkes, New South Wales, melalui John Bolton Lecture.[20]
Penghargaan bergengsi ia terima pada tahun 2018 berupa Special Breakthrough Prize in Fundamental Physics senilai tiga juta dolar AS (sekitar £2,3 juta), sebagai bentuk pengakuan atas penemuannya mengenai pulsar radio. Tidak seperti penghargaan tahunan reguler, penghargaan khusus ini tidak dibatasi oleh waktu penemuan. Bell Burnell menyumbangkan seluruh hadiah tersebut untuk mendanai program beasiswa bagi perempuan, kelompok etnis minoritas yang kurang terwakili, dan pengungsi yang ingin menekuni riset di bidang fisika. Dana ini dikelola oleh Institute of Physics.[21]
Pada Juli 2022, Ulster Bank meluncurkan uang kertas polimer £50 edisi khusus bertema sains yang menampilkan gambar Bell Burnell bersama sejumlah perempuan lainnya yang berkiprah dalam bidang ilmu hayati di Irlandia Utara. Ia menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan lebih banyak perempuan dalam dunia sains sebagai bagian penting untuk mendorong pertumbuhan sektor ilmiah di wilayah tersebut.