Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiJenny Morton
Artikel Wikipedia

Jenny Morton

Anne Jennifer Morton,, dikenal sebagai Jenny Morton, adalah seorang neurobiologi dan akademisi asal Selandia Baru yang mengkhususkan diri dalam penelitian penyakit neurodegeneratif. Ia telah menjadi Fellow di Newnham College, Cambridge sejak 1991 dan diangkat sebagai Profesor Neurobiologi di Universitas Cambridge pada tahun 2009. Penelitiannya saat ini berfokus pada Penyakit Huntington, dengan menggunakan domba sebagai model hewan besar untuk mempelajari penyakit tersebut. Penelitian ini membawanya pada temuan bahwa domba mampu mengenali wajah manusia.

neurobiolog asal Amerika Serikat
Diperbarui 26 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Maret 2025)

Jenny Morton
LahirAnne Jennifer Morton
Kaikohe, Selandia Baru
KebangsaanSelandia Baru
Almamater
  • Universitas Otago
  • Universitas Cambridge
Karier ilmiah
Bidang
  • Neurobiologi
  • Penyakit Huntington
  • Neurodegenerasi
  • Kognisi
InstitusiNewnham College, Cambridge

Anne Jennifer Morton, , dikenal sebagai Jenny Morton, adalah seorang neurobiologi dan akademisi asal Selandia Baru yang mengkhususkan diri dalam penelitian penyakit neurodegeneratif. Ia telah menjadi Fellow di Newnham College, Cambridge sejak 1991 dan diangkat sebagai Profesor Neurobiologi di Universitas Cambridge pada tahun 2009. Penelitiannya saat ini berfokus pada Penyakit Huntington, dengan menggunakan domba sebagai model hewan besar untuk mempelajari penyakit tersebut. Penelitian ini membawanya pada temuan bahwa domba mampu mengenali wajah manusia.

Kehidupan awal dan pendidikan

Morton lahir di Kaikohe, Selandia Baru,[1] dan dibesarkan di wilayah Far North District.[2]

Ia menyelesaikan penelitian doktoralnya di bidang fisiologi di Universitas Otago, meraih gelar PhD pada tahun 1983.[3][4] Pada 21 Februari 2009, ia menerima gelar MA Cantab dari Universitas Cambridge.[5] Morton kemudian dianugerahi gelar Doctor of Science (ScD) dari universitas yang sama pada tahun 2014.[3]

Karier Akademik

Scholia memiliki profil tentang Jenny Morton (Q42857576).

Setelah menyelesaikan gelar doktoralnya, Morton pindah ke Inggris untuk bergabung dengan Departemen Farmakologi di Universitas Cambridge sebagai peneliti pascadoktoral.[3] Pada tahun 1991, ia diangkat sebagai dosen di universitas tersebut dan terpilih sebagai Fellow di Newnham College, Cambridge.[3] Sejak tahun 1995, ia menjabat sebagai direktur studi di bidang kedokteran dan kedokteran hewan di Newnham College.[3][6]

Pada tahun 2005, Morton mendapatkan jabatan sebagai Reader dalam bidang Neurobiologi Eksperimental di Departemen Farmakologi.[7] Kemudian, pada tahun 2009, ia diangkat menjadi Profesor Neurobiologi di Departemen Fisiologi, Perkembangan, dan Ilmu Saraf.[8]

Ia merupakan perempuan asal Selandia Baru pertama yang diangkat sebagai profesor di Cambridge.[9]

Antara Oktober 2009 hingga September 2010, Morton menerima Royal Society Leverhulme Trust Senior Research Fellowship, sebuah beasiswa bergengsi untuk peneliti senior.[10] Pada tahun 2015, ia diundang menjadi Visiting Seelye Fellow di Universitas Auckland.[2][11]

Penelitian

Penelitian Morton saat ini berfokus pada "memahami mekanisme yang mendasari neurodegenerasi serta mengembangkan strategi untuk menunda atau mencegah kematian neuron pada otak yang terluka atau mengalami degenerasi".[12]

Ia mulai meneliti penyakit Huntington sejak tahun 1993.[2][3] Morton awalnya menggunakan tikus transgenik dalam penelitiannya, tetapi kemudian beralih ke domba transgenik sebagai model hewan besar untuk penyakit Huntington.[10][11]

Penelitiannya dengan domba juga membawanya tertarik meneliti kemampuan kognisi hewan tersebut.[6] Timnya berhasil melatih domba agar dapat memilih wajah yang dikenal dibandingkan wajah asing saat diperlihatkan dua foto. Penemuan ini menunjukkan bahwa domba mampu melakukan pengenalan wajah manusia.[13][14]

Penghargaan

Morton terpilih sebagai Fellow of the Royal Society of Biology (FRSB), sebuah penghargaan bergengsi bagi ilmuwan biologi.[3]

Karya Terpilih

  • Morton, A. J.; Wood, N. I.; Hastings, M. H.; Hurelbrink, C.; Barker, R. A.; Maywood, E. S. (5 January 2005). "Disintegration of the Sleep-Wake Cycle and Circadian Timing in Huntington's Disease". Journal of Neuroscience. 25 (1): 157–163. doi:10.1523/JNEUROSCI.3842-04.2005. PMC 6725210. PMID 15634777.
  • Morton, A. J.; Skillings, E.; Bussey, T. J.; Saksida, L. M. (October 2006). "Measuring cognitive deficits in disabled mice using an automated interactive touchscreen system". Nature Methods. 3 (10): 767. doi:10.1038/nmeth1006-767. PMID 16990806. S2CID 30073312.
  • Morton, A. J.; Avanzo, L.; Chapouthier, G. (31 January 2011). "Executive Decision-Making in the Domestic Sheep". PLoS ONE. 6 (1): e15752. doi:10.1371/journal.pone.0015752. PMC 3031539. PMID 21305061. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)

Referensi

  1. ↑ Pellegrino, Nicky (22 Oktober 2015). "Raising the Baa". Noted. Auckland. Diarsipkan dari asli tanggal 12 November 2017. Diakses tanggal 12 November 2017.
  2. 1 2 3 "Cambridge Professor Jenny Morton visits our Centre". Faculty of Medical and Health Sciences. Universitas Auckland. 28 September 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Januari 2019. Diakses tanggal 8 November 2017.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 "Professor Jenny Morton". Newnham College. Diakses tanggal 8 November 2017.
  4. ↑ "A Jennifer Morton". Loop. Diakses tanggal 8 November 2017.
  5. ↑ "Graces". Cambridge University Reporter. CXXXIX (21). 18 Februari 2009. Diakses tanggal 8 November 2017.
  6. 1 2 "Professor Jenny Morton". Department of Physiology, Development and Neuroscience. University of Cambridge. 20 October 2015. Diakses tanggal 8 November 2017.
  7. ↑ "Appointments". Cambridge University Reporter. CXXXVI (5). 2 November 2005. Diakses tanggal 8 November 2017.
  8. ↑ "OFFICERS IN INSTITUTIONS PLACED UNDER THE SUPERVISION OF THE GENERAL BOARD – PROFESSORS". Cambridge University Reporter. CXLVII (Special No 4): 11. 23 December 2016. Diakses tanggal 8 November 2017.
  9. ↑ "Visiting Seelye Fellow Professor Jenny Morton Public Lecture: An incredible journey – From Kaikohe to Cambridge". Faculty of Medical and Health Sciences. Universitas Auckland. 16 September 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 23 February 2018. Diakses tanggal 8 November 2017.
  10. 1 2 "Jenny Morton". The Royal Society. Diakses tanggal 8 November 2017.
  11. 1 2 "Jenny Morton: brains and sheep". Radio New Zealand. 19 September 2015. Diakses tanggal 8 November 2017.
  12. ↑ "Professor Jenny Morton". Cambridge Neuroscience. Universitas Cambridge. Diakses tanggal 8 November 2017.
  13. ↑ "Sheep are able to recognise human faces from photographs". Universitas Cambridge. 8 November 2017. Diakses tanggal 8 November 2017.
  14. ↑ Rincon, Paul (8 November 2017). "Sheep 'can recognise human faces'". BBC News. Diakses tanggal 8 November 2017.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
Akademik
  • ORCID

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal dan pendidikan
  2. Karier Akademik
  3. Penelitian
  4. Penghargaan
  5. Karya Terpilih
  6. Referensi

Artikel Terkait

Skizofrenia

Gangguan jiwa yang ditandai dengan respons emosional dan disintegrasi proses berpikir

Gabrielle Thomas

Gabrielle Lisa Thomas (lahir 7 Desember 1996) adalah seorang atlet putri asal Amerika Serikat. Ia dikenal dalam dunia atletik sebagai wanita tercepat ketiga dunia

22 September

tanggal dalam sistem kalender

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026