Jenar Lor adalah sebuah desa di kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia.Desa ini terbagi dari empat RW dan dua belas RT. Tradisi Rejeban (Rojabiah) yang dilaksanakan pada bulan Rajab adalah salah satu tradisi yang khas dari desa Jenar Lor. Tradisi Rejeban biasanya dilaksanakan dengan "Nanggap Wayang" di Sumur Talang, sebuah sumur tua yang menjadi cikal bakal pusat irigasi di area persawahan sebelah barat desa Jenar Lor sampai ke Ngangkruk Ketip. Acara ini diselingi dengan kegiatan mandi beramai-ramai di Sumur Talang. Namun, seiring perkembangan agama islam di Jenar Lor, kesakralan acara Rejeban sudah berangsur-angsur berkurang. Namun, kegiatan tersebut tetap akan dipertahankan sebagai ajang silaturahmi warga Jenar Lor sekaligus sebagai pengucapan syukur warga desa Jenar Lor kepada Allah SWT atas kelimpahan hasil panen pertanian. Perlu diketahui bahwa area persawahan Jenar Lor, cakupan wilayah Ngangkruk Ketip ke barat merupakan lumbung padi wilayah Kedu selatan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
Jenar Lor | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Purworejo | ||||
| Kecamatan | Purwodadi | ||||
| Kode pos | 54173 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.06.03.2029 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Jenar Lor adalah sebuah desa di kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia.Desa ini terbagi dari empat RW (Rukun Warga) dan dua belas RT (Rukun tetangga). Tradisi Rejeban (Rojabiah) yang dilaksanakan pada bulan Rajab adalah salah satu tradisi yang khas dari desa Jenar Lor. Tradisi Rejeban biasanya dilaksanakan dengan "Nanggap Wayang" di Sumur Talang, sebuah sumur tua yang menjadi cikal bakal pusat irigasi (kurang lebih sejak abad ke-15) di area persawahan sebelah barat desa Jenar Lor sampai ke Ngangkruk Ketip. Acara ini diselingi dengan kegiatan mandi beramai-ramai di Sumur Talang. Namun, seiring perkembangan agama islam di Jenar Lor, kesakralan acara Rejeban sudah berangsur-angsur berkurang. Namun, kegiatan tersebut tetap akan dipertahankan sebagai ajang silaturahmi warga Jenar Lor sekaligus sebagai pengucapan syukur warga desa Jenar Lor kepada Allah SWT atas kelimpahan hasil panen pertanian. Perlu diketahui bahwa area persawahan Jenar Lor, cakupan wilayah Ngangkruk Ketip ke barat merupakan lumbung padi wilayah Kedu selatan.