Jembatan Sambaliung adalah sebuah jembatan yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia. Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Tanjung Redeb dengan Kecamatan Sambaliung, yang dipisahkan oleh Sungai Kelay. Saat ini, Jembatan Sambaliung berperan penting dalam dalam mobilitas dan perekonomian di wilayah tersebut. Jembatan ini juga menjadi satu-satunya penghubung darat menuju enam kecamatan, yakni Sambaliung, Tabalar, Biatan, Talisayan, Batu Putih, dan Biduk-Biduk.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jembatan Sambaliung Jembatan Kelay I | |
|---|---|
Jembatan Sambaliung pada tahun 2025 | |
| Koordinat | 2°09′31″N 117°30′21″E / 2.158611°N 117.505833°E / 2.158611; 117.505833 |
| Moda transportasi | Kendaraan R2, R4, R6 dan Pejalan kaki |
| Melintasi | Sungai Kelay |
| Lokal | Kabupaten Berau, Kalimantan Timur |
| Pengelola | Pemerintah Kabupaten Berau |
| Karakteristik | |
| Desain | Warren Truss |
| Panjang total | 180 m |
| Lebar | 6 m |
| Sejarah | |
| Dibuka | 1990 |
| Lokasi | |
Koordinat: 2°9′31.000″N 117°30′20.999″E / 2.15861111°N 117.50583306°E / 2.15861111; 117.50583306 | |
Jembatan Sambaliung adalah sebuah jembatan yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia. Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Tanjung Redeb dengan Kecamatan Sambaliung, yang dipisahkan oleh Sungai Kelay. Saat ini, Jembatan Sambaliung berperan penting dalam dalam mobilitas dan perekonomian di wilayah tersebut. Jembatan ini juga menjadi satu-satunya penghubung darat menuju enam kecamatan, yakni Sambaliung, Tabalar, Biatan, Talisayan, Batu Putih, dan Biduk-Biduk.
Jembatan Sambaliung pertama kali dibangun pada tahun 1982 dan selesai pada tahun 1990. Jembatan ini dibangun dengan tiga tahap. Tahap pertama pada 1982-1983, tahap kedua pada sekitar tahun 1985-1986, dan tahap terakhir pada tahap terakhir pada tahun 1990. Jembatan Sambaliung diresmikan oleh Drs. H. M. Armyns, Bupati Kabupaten Berau periode 1980-1990.
Jembatan Sambaliung sempat ditutup sementara karena jembatan tersebut diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 3 Juni 2023 dan kembali dibuka khusus untuk kendaraan roda 2 dan pejalan kaki pada 10 Agustus 2023, dan dibuka sepenuh nya untuk seluruh kendaraan pada 30 September 2023. Selama masa perbaikan masyarakat yang ingin menuju ke Sambaliung atau sebaliknya harus menggunakan kapal untuk menyebrang. Penyebrangan roda 2 difokuskan di Dermaga Sanggam sedangkan untuk penyebrangan roda 4 melalui Dermaga Singkuang.
Jembatan Sambaliung memiliki panjang sekitar 180 meter dan lebar 6 meter. Struktur jembatan dirancang untuk mendukung lalu lintas kendaraan roda dua (R2), roda empat (R4), hingga kendaraan berat seperti truk (R6).
Saat ini, pengelolaan dan pemeliharaan Jembatan Sambaliung berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Berau. Jembatan ini menjadi infrastruktur vital dalam distribusi logistik, mobilitas warga, pengembangan wilayah sekitar, dan menjadi jalur utama penghubung antara Kecamatan Tanjung Redeb dan Kecamatan Sambaliung