Javokhir Sindarov adalah seorang pecatur dan Grandmaster asal Uzbekistan. Ia merupakan seorang Anak ajaib catur yang meraih gelar Grandmaster pada usia 12 tahun, 10 bulan, dan 8 hari—termuda kedua dalam sejarah pada saat itu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Javokhir Sindarov | |
|---|---|
Sindarov pada tahun 2024 | |
| Nama lengkap | Javokhir Sindarov |
| Asal negara | |
| Lahir | 8 Desember 2005 Tashkent, Uzbekistan |
| Gelar | Grandmaster |
| Rating FIDE | 2745 (April 2026) |
| Rating tertinggi | 2745 (April 2026) |
| Peringkat | No. 11 (April 2026) |
| Peringkat tertinggi | No. 11 (April 2026) |
Javokhir Sindarov (lahir 8 Desember 2005) adalah seorang pecatur dan Grandmaster asal Uzbekistan.[1] Ia merupakan seorang Anak ajaib catur yang meraih gelar Grandmaster pada usia 12 tahun, 10 bulan, dan 8 hari—termuda kedua dalam sejarah pada saat itu.[2]
Sindarov terkenal karena memenangkan Piala Dunia FIDE 2025 setelah mengalahkan Wei Yi di final, menjadi pemenang termuda dan Uzbekistan pertama.[3] Setelah mengamankan kualifikasi untuk Turnamen Kandidat 2026, ia kemudian memenangkan turnamen tersebut untuk memperebutkan gelar dunia melawan juara bertahan Gukesh Dommaraju.[4][5]
Sindarov lahir di Tashkent pada tanggal 8 Desember 2005.[6] Ayahnya adalah seorang pengusaha dan ibunya adalah seorang guru sekolah.[7] Ia memiliki tiga adik laki-laki, salah satunya, Islombek, juga seorang pemain catur.[7]
Sindarov mulai menarik perhatian dunia catur internasional saat meraih gelar Master FIDE (FM) pada Oktober 2017.[8] Ia menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dengan meraih norma Grandmaster pertamanya pada Juni 2018.
Peringkat kedua yang diraihnya di Kejuaraan Catur Junior Dunia pada bulan September membawa ratingnya menjadi 2500. Pada Oktober 2018, ia meraih norma GM ketiganya di turnamen First Saturday untuk menjadi grandmaster termuda kedua dalam sejarah pada saat itu.[2] Gelar tersebut diberikan oleh FIDE pada Maret 2019. Saat gelarnya disahkan oleh FIDE pada 2019, ia menjadi pecatur termuda kedua di dunia yang meraih gelar tersebut setelah Sergey Karjakin (sebelum rekor tersebut dipecahkan oleh Abhimanyu Mishra).[8][9]
Sindarov lolos ke Piala Dunia Catur 2021 sebagai peringkat ke-121, ia membuat kejutan dengan mengalahkan Alireza Firouzja yang berada di peringkat ke-8 dalam tiebreak di babak kedua, dan berhasil mencapai babak 32 besar sebelum tersingkir di babak keempat oleh Kacper Piorun.[10][11]
Pada tahun 2022, Sindarov menjadi bagian dari tim nasional Uzbekistan dan berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Catur ke-44 di Chennai, India.[12]
Pada 2025, dia memenangkan Piala Dunia FIDE 2025 di Goa, India, setelah mengalahkan pecatur Tiongkok, Wei Yi, di babak tiebreak. Dengan kemenangan skor 2,5–1,5 (1,5–0,5 di tiebreak), ia dinobatkan sebagai juara Piala Dunia termuda dalam sejarah pada usia 19 tahun.[3] Keberhasilan ini mengamankan tiketnya menuju Turnamen Kandidat 2026.
Dalam Turnamen Kandidat 2026 yang diselenggarakan di Siprus, Sindarov tampil dominan dan memenangkan turnamen dengan meraih skor 10/14 poin.[4] Performa ini menjadikannya pecatur asal Uzbekistan pertama yang memenangkan Turnamen Kandidat dan berhak menantang gelar Juara Dunia Catur dalam pertandingan final melawan Gukesh Dommaraju.[5]