1. Keadaan Geografis
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
1. Keadaan Geografis
Desa Jatirenggo, yang terletak di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dinamai dari kata "Jati" dan "Renggo" atau "Rangga". Konon, desa ini dulunya banyak pohon jati, dan "Renggo" atau "Rangga" berarti pemimpin.[1]
Desa Jatirunggo merupakan salah satu dari 9 desa yang berlokasi di Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. Desa ini berlokasi pada jarak sekitar 2 km dari ibu kota Kecamatan Pringapus sedangkan dari ibu kota Kabupaten Semarang jaraknya sekitar 17 km.
a. Batas Wilayah
Batas wilayah Desa Jatirunggo sebagai berikut :
1) Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Pringsari dan Desa Wonoyoso
2) Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Candirejo
3) Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Kandangan dan Desa Polosiri
4) Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Pringapus
b. Luas Wilayah
Luas Wilayah Desa Jatirunggo Kecamatan Pringapus adalah 11,38 km2 merupakan Desa terluas yang terdiri atas sembilan dusun. Masing-masing dusun ada yang dibatasi oleh sawah, hutan, dan lainnya. Adapun kesembilan dusun tersebut antara lain:
1) Dusun Jatirunggo
2) Dusun Seneng
3) Dusun Kebon Agung
4) Dusun Legarang
5) Dusun Getas Kombang
6) Dusun Jatisari
7) Dusun Kunci Putih
8) Dusun Kedung Gondang
9) Dusun Jatikurung
Lahan Desa Jatirunggo terbagi atas lahan sawah dan lahan bukan sawah. Lahan bukan sawah dipergunakan untuk bangunan/pekarangan,
ladang/tegalan/huma, hutan rakyat, perkebunan negara/ rakyat dan lainnya.
2. Kondisi Demografi
a. Penduduk
Desa Jatirunggo berpenduduk 8.301 jiwa yang terdiri dari 4.141 jiwa laki-laki dan 4115 jiwa perempuan. Terdapat 9 dusun yang terdiri atas 48 Rukun Tetangga (RT) dan 11 Rukun Warga (RW).[2][3]
b. Agama
Untuk mengetahui jumlah penduduk berdasarkan agamanya dapat dilihat di bawah ini.
1.Islam 8.208 Penduduk
2.Kristen 19 Penduduk
3.Katolik 74 Penduduk
4.Hindu 0 Penduduk
5.Buddha 0 Penduduk
6.Kong Hu Chu 0 Penduduk
3. Keadaan Perekonomian
Tanaman pangan yang dikembangkan di desa Jatirunggo adalah padi. Buah-buahan yang dikembangkan adalah mangga dan pisang. Sedangkan tanaman perkebunan hanya kelapa yang mempunyai luas 2 ha dengan hasil 2 kw/ha.
Penduduk sebagian besar bermata pencaharian buruh/swasta di sekitar perindustrian yang terletak di dekat Kecamatan Pringapus, sedangkan hasil produksi ekonomis desa yang menonjol adalah dari hasil pertanian yaitu padi, dan jagung.
Pada umumnya masyarakat sudah mampu mengolah dan mengemas hasil tani/kebun tetapi masih sangat lemah dalam distribusi dan pemasaran.
4. Keadaan Sosial! Pemerintahan! dan Kelembagaan
Lembaga eksekutif yaitu Pemerintah Desa (kepala desa dan jajarannya) dan Badan Perwakilan Desa (BPD) sebagai lembaga legislatif. Selain itu juga masih ada LPMD (Lembaga Permusyawaratan Masyarakat Desa) yang berjalan dengan baik sebagaimana fungsinya. Lembaga >
lembaga lain yang sudah lama ada dan sifatnya sebagai lembaga penunjang bagi kemajuan desa yaitu Posyandu dan Karang Taruna.
Diperbaruhi Oleh Fahri Iqsan Nurhadi Jatikurung