Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiJatenggar Siregar
Artikel Wikipedia

Jatenggar Siregar

Jatenggar Siregar adalah seorang tokoh militer dari fraksi Kaum Padri di tanah Batak pada abad ke-19. Namanya dikenal dalam historiografi yang ditulis oleh Mangaradja Onggang Parlindungan sebagai sosok yang menewaskan Sisingamangaraja X dalam Pertempuran Bakkara tahun 1819.

tokoh militer dari fraksi Kaum Padri di tanah Batak pada abad ke-19
Diperbarui 22 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ini adalah nama Batak Toba/Angkola, marganya adalah Siregar.

Jatenggar Siregar
Lahirca 1791
MeninggalSipirok, Tapanuli Selatan
PekerjaanTokoh militer Kaum Padri
Dikenal atasDuel melawan Sisingamangaraja X

Jatenggar Siregar (diperkirakan lahir sekitar tahun 1791) adalah seorang tokoh militer dari fraksi Kaum Padri di tanah Batak pada abad ke-19. Namanya dikenal dalam historiografi yang ditulis oleh Mangaradja Onggang Parlindungan sebagai sosok yang menewaskan Sisingamangaraja X dalam Pertempuran Bakkara tahun 1819.[1]

Peran dalam Perang Padri

Menurut catatan dalam buku Tuanku Rao, Jatenggar Siregar merupakan salah satu panglima perang yang terlibat dalam invasi pasukan Padri ke wilayah Bakkara, yang merupakan pusat kekuasaan dinasti Sisingamangaraja.

Pada tahun 1819, terjadi pertempuran sengit di Bakkara. Dalam pertempuran tersebut, dikisahkan terjadi duel pedang satu lawan satu antara Jatenggar Siregar melawan Raja Sisingamangaraja X. Duel tersebut berakhir dengan tewasnya Sisingamangaraja X di tangan Jatenggar Siregar. Peristiwa ini menjadi salah satu titik balik penting dalam ekspansi pengaruh Padri di wilayah Toba.[1]

Masa Tua dan Wawancara

Informasi mengenai detail kehidupan Jatenggar Siregar, terutama keterlibatannya dalam perang, baru terungkap jauh setelah perang usai. Pada tahun 1871, tokoh pendidikan Mandailing, Willem Iskander, berhasil menemui Jatenggar Siregar yang saat itu tinggal di Bagaslombang, Sipirok.[1]

Saat wawancara tersebut terjadi, Jatenggar diperkirakan telah berusia sekitar 80 tahun.

Kesaksian Sejarah

Willem Iskander mencatat bahwa Jatenggar Siregar dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup (very tight lipped) mengenai masa lalunya di pasukan Padri. Sikap diam ini dipicu oleh trauma atas nasib sahabatnya, Jagorga Harahap (gelar Tuanku Daulat). Jagorga tewas akibat penyiksaan saat diinterogasi oleh Tentara Belanda yang mencari keberadaan harta karun peninggalan Tuanku Lelo. Harta tersebut konon disembunyikan di lokasi bawah tanah di sekitar pasar Padangsidimpuan.[1]

Meskipun demikian, Willem Iskander menggunakan pendekatan persuasif yang berhasil membuat Jatenggar membuka suara. Dari wawancara di rumahnya tersebut, diperoleh petunjuk-petunjuk taktis dan historis mengenai pergerakan pasukan Padri dan detail Pertempuran Bakkara 1819.

Lihat pula

  • Perang Padri
  • Tuanku Rao
  • Sisingamangaraja X
  • Willem Iskander

Referensi

  1. 1 2 3 4 Parlindungan, Ir. Mangaradja Onggang (2007). Pongkinangolngolan Sinambela gelar Tuanku Rao terror agama Islam mazhab Hambali di Tanah Batak, 1816-1833. Yogyakarta: LkiS. hlm. 244–245. ISBN 9789799785336.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Peran dalam Perang Padri
  2. Masa Tua dan Wawancara
  3. Kesaksian Sejarah
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

Kebebasan beragama di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026