Japin carita adalah kesenian teater tradisional atau sandiwara rakyat yang tumbuh dan berkembang di Kalimantan Selatan serta berasal dari pengembangan tari dan musik japin. Selain menampilkan seni peran oleh aktor Japin carita, kesenian ini juga mempertunjukan tari-tarian dan musik dalam pertunjukannya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Japin carita adalah kesenian teater tradisional atau sandiwara rakyat yang tumbuh dan berkembang di Kalimantan Selatan serta berasal dari pengembangan tari dan musik japin.[1] Selain menampilkan seni peran oleh aktor Japin carita, kesenian ini juga mempertunjukan tari-tarian dan musik dalam pertunjukannya.[2]
Pesisir kota Banjarmasin Kalimantan Selatan tumbuh sebuah kesenian rakyat yaitu japin carita. Kesenian japin carita merupakan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang masyarakat Banjar pada tahun 1900. Sebelumnya, di Banjarmasin telah mengenal Japin Arab, yang ditarikan oleh suku Arab di perkampungan Arab. Japin Arab berpengaruh besar terhadap masyarakat sekitarnya, yakni Kampung Melayu, Kuin, Alalak, Sungai Miai, Antasan Kecil, Kelayan, dan Banyiur sampai dengan tahun 1960 di Banjarmasin. Informasi sebelumnya didapatkan pada tahun 1958 terdapat pergelaran Japin Bakisah di Margasari, bahwa Japin Carita adalah perkembangan dari Tari dan Musik Japin Pesisiran. Diperkirakan lahir di Banjarmasin tepatnya di desa Sungai Miai karena pengaruh sandiwara dan komedi bangsawan kemudian berpengaruh pada masyarakat Badamuluk di Margasari.[3]