Dalam kepercayaan bangsa Romawi Kuno, Yanus adalah dewa permulaan, gapura, peralihan, waktu, dualitas, pintu, jalan, dan penutup. Namanya digunakan sebagai nama bulan pertama dalam kalender Gregorius, Januari, yang berasal dari bahasa Latin iānuārius yang berarti "bulan Dewa Yanus". Menurut penanggalan tani Romawi Kuno, Juno disalahartikan sebagai dewa pelindung bulan Januari, padahal ia adalah dewa pelindung bulan Juni.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Yanus | |
|---|---|
Dewa permulaan, gapura, transisi, waktu, dualitas, pintu, jalan, dan penutup | |
| Anggota Di selecti | |
Arca Ianus Bifrons di Museum Vatikan | |
| Nama lain | Ianuspater (Bapa Yanus),Ianus Quadrifrons (Yanus Caturmuka), Ianus Bifrons (Yanus Dwimuka) |
| Kediaman | ujung bumi, ujung langit |
| Simbol | Dua muka |
| Keluarga | |
| Orang tua | |
| Saudara | Camese, Saturnus, Ops |
| Pasangan | Venilia |
| Anak | Canens, Aithex, Olistene, Tiberinus, Fontus |
| Padanan | |
| Etruria | Culsans |
Dalam kepercayaan bangsa Romawi Kuno, Yanus (bahasa Latin: Ianuscode: la is deprecated pengucapan Latin: [ˈi̯aːnʊs]) adalah dewa permulaan, gapura, peralihan, waktu, dualitas, pintu,[1] jalan, dan penutup. Namanya digunakan sebagai nama bulan pertama dalam kalender Gregorius, Januari, yang berasal dari bahasa Latin iānuārius yang berarti "bulan Dewa Yanus". Menurut penanggalan tani Romawi Kuno, Juno disalahartikan sebagai dewa pelindung bulan Januari,[2] padahal ia adalah dewa pelindung bulan Juni.
Yanus biasanya digambarkan dengan dua muka yang menghadap ke arah berlawanan. Dalam psikologi populer, pemikiran Yanus (Janusian thinking) merupakan istilah yang menggambarkan kemampuan seseorang untuk memanfaatkan dua (atau beberapa) gagasan atau konsep yang bertentangan secara serentak.[3][4]