Dr. Jan Herman van Roijen adalah seorang politikus dan diplomat asal Belanda. Dalam Kabinet Schermerhorn/Drees, Van Roijen menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
Jan Herman van Roijen | |
|---|---|
Herman van Roijen ca 1940-an | |
| Duta Besar Belanda untuk Amerika Serikat | |
| Masa jabatan 19 September 1950 – 1964 | |
| Penguasa monarki | Juliana |
| Presiden | Harry S. Truman, Dwight D. Eisenhower, John F. Kennedy, Lyndon B. Johnson |
| Perdana Menteri | Willem Drees |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1905-04-10)10 April 1905 Konstantinopel, Kesultanan Utsmaniyah |
| Meninggal | 16 Maret 1991(1991-03-16) (umur 85) Wassenaar, Holland Selatan |
| Suami/istri | Anne Snouck Hurgronje |
| Anak | 4 |
| Orang tua | Jan Herman van Roijen Sr Albertina Taylor Winthrop |
| Almamater | Universitas Utrecht |
| Penghargaan | |
Dr. Jan Herman van Roijen (10 April 1905 – 16 Maret 1991) adalah seorang politikus dan diplomat asal Belanda. Dalam Kabinet Schermerhorn/Drees, Van Roijen menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Selama Perang Dunia II, ia memainkan peran penting dalam perjuangan politik Belanda. Ia mengikuti jejak ayahnya sebagai diplomat dan kemudian menjadi pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri. Sebagai menteri, ia awalnya digantikan oleh Eelco Nicolaas van Kleffens. Setelah 4 bulan kemudian, Dr. Jan Herman Van Roijen menggantikannya. Setelah menjadi menteri, ia menjadi duta besar Belanda untuk Kanada, Amerika Serikat, dan Britania Raya.
Pada tahun 1949, ia memimpin delegasi Belanda dalam Perjanjian Roem-Roijen yang akan membuka langkah mengakhiri konflik Indonesia-Belanda. Pada tahun 1962, sebagai diplomat, ia turut serta pula dalam menyelesaikan masalah Papua bagian barat. Saat Herman Van Roijen datang untuk Perjanjian Roem-Roijen, ia datang ke Jendral Spoor dan bertanya “berapa gulden yang diperlukan untuk mengamankan jalan dari Jakarta ke Bogor?“ tanya Roijen, Jendral Spoor berkata sejumlah gulden[sebutkan angka]. Saat itu Roijen berpikir, jika harga yang di perlukan tidak sebanding dengan yang di dapat.[butuh rujukan] Maka dari itu saat Perjanjian Roem-Roijen Roijen mengusulkan gencatan senjata.
| Didahului oleh: Edgar Michiels van Verduynen |
Menteri Tanpa Portofolio untuk Urusan Luar Negeri 1945-1946 |
Diteruskan oleh: E.N. van Kleffens |
| Didahului oleh: Eelco van Kleffens |
Menteri Luar Negeri 1946 |
Diteruskan oleh: Pim van Boetzelaer van Oosterhout |