James Richardson Logan adalah orang yang pertama kali mengajukan nama Indonesia. Dia adalah seorang pengacara yang hebat, penyunting Penang Gazette, dan mantan anak didik dari George Windsor Earl, seorang etnolog dari Inggris. Logan adalah warga kehormatan Penang. Pengacara handal yang dihormati, disenangi dan disegani, pembela hak asasi warga lokal yang berasal dari berbagai etnis: Melayu, India, Tionghoa, Eropa yang tinggal di Penang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 1819 Berwickshire (en) |
| Kematian | 1869 Pulau Pinang |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | editor surat kabar, pengacara |
James Richardson Logan (lahir di Berwickshire, Skotlandia 10 April 1819 – meninggal di Penang, Negeri-Negeri Selat 20 Oktober 1869) adalah orang yang pertama kali mengajukan nama Indonesia.[1][2][3] Dia adalah seorang pengacara yang hebat, penyunting Penang Gazette, dan mantan anak didik dari George Windsor Earl, seorang etnolog dari Inggris.[4] Logan adalah warga kehormatan Penang. Pengacara handal yang dihormati, disenangi dan disegani, pembela hak asasi warga lokal yang berasal dari berbagai etnis: Melayu, India, Tionghoa, Eropa yang tinggal di Penang.
Baginya sebuah monumen dibangun di pusat George Town di seberang Gedung Mahkamah Tinggi Penang sebagai penghargaan.[5] Di sana terpatri 4 (empat) keperibadian Logan sebagai seorang pembela keadilan yang dikenang oleh mereka yang sangat kehilangan setelah kematiannya: kesederhanaan (temperance), keadilan (justice), ulet (fortitude) dan bijaksana (wisdom). Namanya juga diabadikan sebagai nama jalan, Logan Road (Jalan Logan) untuk mengenangnya.