James Andri Budiyanto alias KillJames alias Vlad Tepes III adalah penyanyi rock, genre heavy metal, subgenre brutal death metal yang telah menghasilkan beberapa album bersama kelompok musik Grausig asal Jakarta.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| James Andri Budiyanto | |
|---|---|
James Andri Budiyanto (depan) bersama kelompok music Retic yang terdiri dari para sahabatnya di komunitas musik Bandung : Wawan Muhammad Tohra (bass), Doddy Suwandi (gitar) dan Denny Guick (drum)]] | |
| Lahir | James Andri Budiyanto |
| Nama lain | KillJames, Vlad Tepes III |
| Pekerjaan | Penyanyi, penulis lagu |
| Karier musik | |
| Genre | Hardcore, Heavy Metal, Thrash Metal, Death metal |
| Tahun aktif | 1990-Sekarang |
| Label | Graveyard Productions, Colours Productions, Independent Records/Aquarius Musikindo |
| Artis terkait | |
James Andri Budiyanto alias KillJames alias Vlad Tepes III adalah penyanyi rock, genre heavy metal, subgenre brutal death metal yang telah menghasilkan beberapa album bersama kelompok musik Grausig asal Jakarta.[1]


Awal keterlibatannya dengan Grausig adalah paska single Doomsday yang direkam oleh Muhammad Yahya Sanjaya alias Yachya Wacked (gitar, vokal) sang pendiri[6][note 1][7] bersama Jorghi Soebagio (gitar), Bay Isman (bass), dan Robin Hutagaol. [8]
James memulai karier amatirnya sebagai vokalis dengan spesialisasi rock sejak masih di bangku sekolah era 80-an. Adalah aliran sejenis hard rock a la Bon Jovi dan Ugly Kid Joe sampai akhirnya memberanikan diri banting setir membentuk trio baru dengan dengan memegang posisi vokal dan bass pada kelompok bernama Rotting God. Tiga serangkai dari Rotting God ini membawakan dan meramu-ulang Sepultura, Napalm Death, dan Terrorizer versi mereka. Panggung demi panggung di skena bawah tanah Jakarta selama setahun mereja jajal, sampai akhirnya mereka memutuskan membuat lagu sendiri.
Setelah sempat merekam demo karya sendiri yang kemudian didengarkan kepada Yachya Wacked. Berbekal demo ini James pun diajak Wacked untuk menjadi vokalis Grausig sekitar 1994 setelah sebelumnya ia hengkang dari Sucker Head. Wacked menawarkan opsi kendali vokal utama saja karena permainan bass dan vokal sekaligus yang selama ini dilakoni James bersama Rotting God tidak berjalan dengan baik dengan struktur karya yang coba dibawakan Grausig era itu. Konsekuensinya, Wacked pun meminta komitmen dan fokus penuh James yang sempat menjalankan Rotting God bersamaan dengan Grausig. Grausig dipilih, Rotting God pun menghilang tanpa jejak.

Sejak bergabung, Grausig, menujukkan progresifitasnya. Terutama di penulisan lirik. Dengan latar Sastra Inggris yang diempunya di salah satu Universitas swasta di Jakarta, menjadikan Grausig bersama James lebih matang dan presisi dalam hal ini, utamanya meminimalisir kesalahan teknis diksi atau gramatika bahasa pada umumnya. Tema yang menjadi paradigma James di Grausig berkisar di antara teologi atau filsafat secara umum. Mini album Feed the flesh to the beast dan Abandon, forgotten, and Rotting Alone yang ditulis James bersama Grausig dianggap salah satu cetak biru musik ekstrem brutal death di kancah skena bawah tanah pada dekade 90-an.
James sempat hengkang ketika Grausig mengeluarkan album ketiganya bertajuk Tiga Dimensi[note 2] karena dirasa tidak pas dengan jalur idealisme bermusik yang kompromistis dengan pihak ketiga. Ia sempat diajak kembali untuk meneruskan penulisan materi dari trilogi album Vision of Enslaved Upon my Lizard Side yang sudah mencapai delapan buah lagu. Namun jalur pragmatis yang diambil personil lainnya menuju industri adalah nilai yang tidak bisa ia kompromikan. Album Vision of Enslaved Upon my Lizard Side pun kandas, Tiga Dimensi meluncur.
Di 2005 dan 2008 muncul isu reuni yang tidak pernah terealisasi, namun akhirnya James dan Grausig kembali lagi setelah sebelas tahun vakum dan mengeluarkan In The Name Of All Who Suffered And Died dengan tambahan Budi Ridwin Nasution pada gitar mengantikan Ricky Wisisena. Kemunculan mereka setelah tenggelam lebih dari satu dekade ini adalah reuni penghormatan untuk Muhammad Faisal atau yang popular dengan nama panggung Bobby Faisal alias Bobby Grausig. [note 3][11][12] Album ini berisi enam track, dengan komposisi ; intro, rekomposisi empat lagu lama, dan satu lagu baru berjudul Delusion of Subsequent Enslavement. Ironinya lagu dan album ini sekaligus menjadi petanda kedua kepergian James dari Grausig.[13]
Projek musikalitas teranyarnya adalah bersama Wawan Muhammad Tohra (bass), Doddy Suwandi (gitar), dan Denny Guick (drum) membentuk kelompok musik ekstrem bernama Retic.[note 4] Aktivitas lainnya adalah berkumpulnya kembali James bersama Muhammad Yahya Sanjaya (alias Yachya Wacked, gitar), dan Adithya Perkasa (drum, dari Siksakubur) dalam sebuah trio Bind, Torture, Kill. Kelompok ini hanya sesekali tampil di acara kecil komunitas ekstrem metal bawah tanah Jakarta berhubung jadwal Adit yang ketat dengan penggarapan album Siksakubur. Selain projek dengan Wacked, James bersama Ambon Mortis (Umbra Mortis) dan Maruli Tampubolon (dikenal sebagai Ucok gitaris Divine) meneruskan kelompok musik ekstrem bercorak death metal Amerika a la Suffocation. Kabar buruknya, Maruli meninggal tidak lama setelah bergabung. James dan sejawat pun harus menerima takdir pahit kehilangan sahabatnya tersebut.[15]

