Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Jalur kereta api Ponorogo–Badegan

Jalur kereta api Ponorogo–Badegan adalah salah satu jalur kereta nonaktif di Jawa Timur yang termasuk dalam Wilayah Aset VII Madiun. Jalur ini merupakan percabangan dari jalur kereta api Madiun–Ponorogo yang dibangun pada tahun 1907 oleh Staatsspoorwegen (SS).

jalur kereta api di Indonesia
Diperbarui 1 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jalur kereta api Ponorogo–Badegan
Jalur kereta api Ponorogo–Badegan
Peta Ponorogo yang menunjukan jalur KA Ponorogo–Badegan
Ikhtisar
JenisLintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan Jalur trem uap
StatusTidak beroperasi
TerminusPonorogo
Badegan
Stasiun10
Operasi
Dibangun olehStaatsspoorwegen
Legalitas pembangunanWet 31 Desember 1904 Staatblad 1905 No. 11
Wet 22 Desember 1919 Staatblad 1920 No. 53
Dibuka1907-1922
Ditutup1943
Pemilik
  • PT Kereta Api Indonesia
  • Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo catatan : kepemilikan aset masih dipertentangkan
OperatorWilayah Aset VII Madiun
Karakteristik lintasLintas datar
DepoPonorogo (PO)
Data teknis
Panjang rel17 km
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi20 s.d. 40 km/jam
Peta rute
Legenda
ke arah Madiun
MN–PO
Ponorogo
ke arah Slahung
PO-SLH
Tambakbayan
Karangmelo
Pendem
Sumoroto
Maron (Ponorogo)
Srandil
Kapuran
Seban
Badegan

Jalur kereta api Ponorogo–Badegan adalah salah satu jalur kereta nonaktif di Jawa Timur yang termasuk dalam Wilayah Aset VII Madiun. Jalur ini merupakan percabangan dari jalur kereta api Madiun–Ponorogo yang dibangun pada tahun 1907 oleh Staatsspoorwegen (SS).

Sejarah

Setelah sukses dengan jalur kereta api Madiun–Ponorogo, SS kemudian melanjutkan pembangunan jalur Ponorogo. Kali ini, pembangunan jalur ini dibagi menjadi 2 (dua) segmen, segmen pertama; Ponorogo–Sumoroto dengan panjang 7 km dibuka pada tanggal 1 Desember 1907 dan segmen kedua; Sumoroto – Badegan dengan panjang 10 km dibuka pada 1 Agustus 1922 sehingga total panjang kurang lebih 17 km. Jalur ini berlokasi di kiri (setelah Stasiun Ponorogo sampai Stasiun Sumoroto) Jalan Raya Ponorogo–Wonogiri dan bergeser ke kanan dari Stasiun Sumoroto sampai Stasiun Badegan. Sesampainya di Stasiun Sumoroto terdapat jalur cabang menuju Kecamatan Parang. Jalur tersebut merupakan jalur lori yang digunakan untuk mengangkut batu gamping dan kayu jati.[1][2][3][4]

Berdasarkan surat SS No. 3639 tertanggal 8 Maret 1902, pada masa itu, diwacanakan akan dibangun jalur kereta dari Stasiun Jetis (Ponorogo) menuju Stasiun Tugu (Trenggalek) menghubungkan jalur kereta api Ponorogo–Slahung dengan jalur kereta api Tulungagung–Tugu, serta dari Stasiun Badegan menuju Stasiun Baturetno menghubungkan jalur kereta api Ponorogo–Badegan dengan jalur kereta api Purwosari–Baturetno yang ditujukan untuk mendukung jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa dengan rute Yogyakarta–Wonogiri–Ponorogo–Trenggalek–Tulungagung.[5]

Jalurnya dibongkar oleh pekerja romusa Jepang pada tahun 1943[6] dan bahkan nama-nama stasiun di jalur ini tidak tercatat dalam daftar stasiun yang dibuat oleh DKA tahun 1950.

Jalur terhubung

Lintas aktif

Tidak terhubung dengan lintas aktif manapun.

Lintas nonaktif

Madiun–Ponorogo bersambung ke Slahung

Layanan kereta api

Tidak ada layanan yang dijalankan di jalur ini.

Daftar stasiun

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Madiun–Slahung
Segmen Cabang Ponorogo–Sumoroto
Diresmikan pada tanggal 1 Desember 1907
oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun
4114 Ponorogo POJalan Soekarno-Hatta, Banyudono, Ponorogo, Ponorogokm 32+341 lintas Madiun–Ponorogo–Slahung
km 0+000 lintas Ponorogo–Badegan
+99 mTidak beroperasi
- Tambakbayan TMBJalan Trunojoyo, Tambakbayan, Ponorogo, Ponorogokm 1+206Tidak beroperasi
- Karangmelo KRMkm 4+865Tidak beroperasi
- Pendem PDMJalan Hayam Wuruk, Carat, Kauman, Ponorogokm 5+810Tidak beroperasi
- Sumoroto SMOKompleks Pasar Bumbu Sumoroto, Somoroto, Kauman, Ponorogokm 7+073Tidak beroperasi
Segmen Sumoroto–Badegan
Diresmikan pada tanggal 1 Agustus 1922
- Maron (Ponorogo) MARJalan Ponorogo–Solo, Maron, Kauman, Ponorogokm 8+57xTidak beroperasi
- Srandil SILJalan Ponorogo–Solo, Srandil, Jambon, Ponorogokm 10+149Tidak beroperasi
- Kapuran KUJalan Ponorogo–Solo, Kapuran, Badegan, Ponorogokm 12+848Tidak beroperasi
- Seban SEBkm 14+348Tidak beroperasi
- Badegan BANBadegan, Badegan, Ponorogokm 16+535Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [7][8]
  • Pengidentifikasi stasiun: [9]
  • Tanggal pembukaan jalur: [10]: 106–124 

Galeri

  • Papan aset dan patok KAI di sekitaran Stasiun Sumoroto.
    Papan aset dan patok KAI di sekitaran Stasiun Sumoroto.
  • Rel jalur lori kereta angkutan kayu relasi Sumoroto–Parang yang dijadikan pagar di hutan jati wilayah Sampung, Ponorogo.
    Rel jalur lori kereta angkutan kayu relasi Sumoroto–Parang yang dijadikan pagar di hutan jati wilayah Sampung, Ponorogo.
  • Sisa abutment jembatan jalur kereta api Ponorogo-Badegan. Berlokasi di belakang Play Group "Perwanida".
    Sisa abutment jembatan jalur kereta api Ponorogo-Badegan. Berlokasi di belakang Play Group "Perwanida".
  • Sisa abutment jembatan jalur kereta api Ponorogo-Badegan. Berlokasi di belakang Play Group "Perwanida".
    Sisa abutment jembatan jalur kereta api Ponorogo-Badegan. Berlokasi di belakang Play Group "Perwanida".
  • Papan aset PT KAI yang dipasang di depan Play Group "Perwanida" di jalur kereta api Ponorogo-Badegan. Lokasi
    Papan aset PT KAI yang dipasang di depan Play Group "Perwanida" di jalur kereta api Ponorogo-Badegan. Lokasi
  • Sisa Fondasi Jembatan jalur kereta api Ponorogo–Badegan di Bengawan Madiun, Lokasi Fondasi di ujung Jalan Sunan Giri Gang 1
    Sisa Fondasi Jembatan jalur kereta api Ponorogo–Badegan di Bengawan Madiun, Lokasi Fondasi di ujung Jalan Sunan Giri Gang 1
  • Jl. Nias dahulu merupakan lokasi belokan rel kereta dari Stasiun Ponorogo menuju Stasiun Badegan, jalur ini ditutup dan di bongkar pada masa penjajahan Jepang.
    Jl. Nias dahulu merupakan lokasi belokan rel kereta dari Stasiun Ponorogo menuju Stasiun Badegan, jalur ini ditutup dan di bongkar pada masa penjajahan Jepang.
  • Jalan Nias yang dahulunya merupakan bekas jalur KA Ponorogo–Badegan. Arah foto menuju Stasiun Ponorogo.
    Jalan Nias yang dahulunya merupakan bekas jalur KA Ponorogo–Badegan. Arah foto menuju Stasiun Ponorogo.
  • Jalan lurus ke depan dahulunya merupakan jalur kereta api Ponorogo–Badegan. Arah foto menuju Stasiun Badegan.
    Jalan lurus ke depan dahulunya merupakan jalur kereta api Ponorogo–Badegan. Arah foto menuju Stasiun Badegan.
  • Kondisi jalur yang telah menjadi jalan kampung, tampak di depan jalur berbelok kiri memasuki area Stasiun Sumoroto.
    Kondisi jalur yang telah menjadi jalan kampung, tampak di depan jalur berbelok kiri memasuki area Stasiun Sumoroto.
  • Kondisi jalur yang telah menjadi jalan kampung, belakang arah fotografer mengarah ke Stasiun Badegan.
    Kondisi jalur yang telah menjadi jalan kampung, belakang arah fotografer mengarah ke Stasiun Badegan.
  • Sisa abutment yang berada sebelah barat Stasiun Sumoroto, kanan foto rel akan menyebrangi Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri.
    Sisa abutment yang berada sebelah barat Stasiun Sumoroto, kanan foto rel akan menyebrangi Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri.
  • Sisa raibed yang menjadi jalan persawahan.
    Sisa raibed yang menjadi jalan persawahan.

Referensi

  1. ↑ Reitsma, S.A. (1916). Indische Spoorweg-Politiek. Landsdrukkerij.
  2. ↑
  3. ↑ Anonim (1897). Regeerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij.
  4. ↑ Archiv Für Eisenbahnwesen. 1935.
  5. ↑ Reitsma, S. A. (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij. hlm. 286–289.
  6. ↑ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (Edisi Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980.
  7. ↑ Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  8. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  9. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  10. ↑ Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Jalur terhubung
  3. Lintas aktif
  4. Lintas nonaktif
  5. Layanan kereta api
  6. Daftar stasiun
  7. Galeri
  8. Referensi

Artikel Terkait

Kereta Api Indonesia

perusahaan operator kereta asal Indonesia

Daftar jalur kereta api di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar kereta api di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026