Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiJalur trem lintas Karawang
Artikel Wikipedia

Jalur trem lintas Karawang

Jalur trem lintas Karawang adalah jalur trem yang pernah melayani Wilayah Karawang Raya, memiliki jalur cabang menuju Rengasdengklok dari Karawang serta Cilamaya dari Cikampek. Saat ini jalur trem ini termasuk dalam Wilayah Aset I Jakarta. Terdapat tiga segmentasi lintas yang terdapat dalam jaringan trem lintas Karawang ini, yakni Karawang–Cikampek, Karawang–Rengasdengklok, dan Cikampek–Cilamaya

jalur kereta api di Indonesia
Diperbarui 24 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jalur trem lintas Karawang
Jalur trem lintas Karawang
Tampak kepulan asap dari sebuah trem uap yang melintas di jalur trem Cikampek
Ikhtisar
JenisLintas cabang
SistemJalur trem
StatusTidak beroperasi
TerminusKarawang
Cikampek
Operasi
Dibangun olehStaatsspoorwegen
Dibuka1909-1920
Ditutup1981 dan 1984
PemilikPT Kereta Api Indonesia (pemilik aset jalur dan stasiun)
OperatorWilayah Aset I Jakarta
Data teknis
Panjang rel76,572 kilometer (47,580 mi)
Lebar sepur600 mm (1 ft 11+5⁄8 in)
Kecepatan operasi20 s.d. 30 km/jam
Peta rute
Legenda


km
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

0+000
Karawang
JAK–CKP–PDL
+16 M
1+753
Cinango
3+568
Lamaran
ke Rengasdengklok
5+719
Plawad
7+942
Ciranggon
10+192
Telagasari
11+388
Rawasikut
12+934
Cariu
14+232
Cilewo
15+463
Linggasari
16+720
Lampean
Up arrow 18+263
Down arrow 15+740
Wadas
14+222
Kedawung
13+306
Tanjung
12+303
Pasirkembang
10+646
Labandampit
9+723
Randegan
8+445
Rawagempol
6+455
Karangsinom
5+632
Camplek
5+250
Pakopen
4+300
Cibarengkok
3+760
Cibeker
3+024
Pawarengan
2+403
Karanggelam
1+260
Sentul
0+000
Cikampek
Left arrow JAK–CKP–PDL
Right arrow CKP–CN–KYA
+46 M

km
elev. (M)
atau panjang (m)
dalam meter

0+000
Karawang
JAK–CKP–PDL
+16 M
1+753
Cinango
3+568
Lamaran
ke Wadas
7+519
Tegalsawah
10+458
Rawagede
13+437
Kobakkarim
15+216
Pataruman
16+800
Babakanjati
20+561
Rengasdengklok

km
elev. (M)
atau panjang (m)
dalam meter

ke Dawuan
(Up arrow JAK–CKP–PDL)
84+007
Cikampek
+46 M
ke Cibungur
(Left arrow JAK–CKP–PDL)
0+735
Pucung
2+174
Babakanmaja
3+250
Pangulah
ke Tanjungrasa
(Down arrow CKP–CN–KYA)
4+550
Pangulah Pasar
5+758
Kaliasin
7+532
Balonggandu
Jatisari Pasar
8+907
Jatisari
9+327
Jatisari Barat
11+362
Cikalong
13+338
Jatiragas
14+095
Jatiragas Selatan
15+200
Cicinde
16+075
Cicinde Pasar
16+900
Tanggul
18+200
Gempol
19+391
Gempol Pasar
19+936
Kalenraman
21+249
Kalensusukan
22+506
Krasak Pasar
23+268
Kedungasem
25+450
Kecepet
27+119
Cilamaya

km


 
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Jalur trem lintas Karawang adalah jalur trem yang pernah melayani Wilayah Karawang Raya, memiliki jalur cabang menuju Rengasdengklok dari Karawang serta Cilamaya dari Cikampek. Saat ini jalur trem ini termasuk dalam Wilayah Aset I Jakarta. Terdapat tiga segmentasi lintas yang terdapat dalam jaringan trem lintas Karawang ini, yakni Karawang–Cikampek, Karawang–Rengasdengklok, dan Cikampek–Cilamaya

Sejarah

Berdasarkan buku De Stoomtractie op Java en Sumatra karya J.J.G. Oegema pada tahun 1982, jalur ini dibangun pada tahun 1911 oleh Staatsspoorwegen (SS) dengan lebar sepur 600 mm.[1] Segmen-segmen ini kemudian dibagi menjadi beberapa bagian, di antaranya:[2]: 117 

  • Cikampek–Cilamaya, dibuka 1 Juli 1909
  • Cikampek–Wadas, dibuka 15 Juli 1912
  • Karawang–Rengasdengklok, dibuka 15 Juni 1919
  • Karawang–Wadas, dibuka 9 Februari 1920

Pada zaman kolonial, Karawang memiliki peran sebagai lumbung padi terbesar di Jawa bagian barat. Selain menyediakan infrastruktur kereta api, juga menyediakan infrastruktur irigasi, yakni Bendung Walahar dan Bendung Leuweung Seureuh.[3] Rengasdengklok, salah satu distriknya, menjadi daerah dengan penggilingan padi terbanyak dengan mencatatkan 30 penggilingan. Meskipun kereta api di jalur utama sudah mendukung fungsi logistik, wilayah pelosok Kabupaten Karawang masih belum dijangkau, sehingga SS memilih untuk membangun trem dengan sepur 600 mm (1 ft 11+5⁄8 in) karena lebih murah.[4]

Trem yang dijalankan di lintas ini terdiri dari sebuah lokomotif uap yang menarik dua wagon (dapat berupa kereta atau gerbong). Wagon (baik kereta maupun gerbong), memiliki dimensi yang lebih kecil dibandingkan dengan kereta api untuk lintas utama/1.067 mm (3 ft 6 in). Kapasitas penumpangnya juga tidak terlalu banyak, dan mampu mengangkut penumpang maupun hasil panen. Rel yang digunakan menggunakan bantalan kayu, dan hanya dapat berjalan hingga maksimum 20 kilometer per jam (12 mph); bahkan ada masyarakat sekitar jalur yang mengatakan bahwa trem Karawang hanya secepat laju sepeda. Sistem tiket yang masih terpusat pada kondektur menyebabkan banyak penumpang gelap berkeliaran sepanjang perjalanan.[5]

Dalam buku Sejarah Perkeretaapian Indonesia jilid 2, tercatat bahwa jalur ini diklasifikasikan sebagai jalur lintas cabang khusus oleh perusahaan konsultan Jerman, DE-Consult (Deutsche Eisenbahn Consulting), anak perusahaan dari Deutsche Bahn.[6]

Menurut versi dokumen lintas cabang yang masih aktif dan tidak aktif yang diterbitkan oleh KAI, jalur trem ini dinonaktifkan secara bertahap: Pada 2 September 1981, jalur Karawang–Rengasdengklok dan Karawang–Wadas resmi ditutup, dan pada 1 Januari 1984, jalur Cikampek–Wadas dan Cikampek–Cilamaya ditutup.[7] Faktor yang berkontribusi menyebabkan jalur ini ditutup adalah karena banyak penumpang yang tidak membayar tiket. Akibatnya, PJKA mengalami kerugian dan bocor pendapatan, yang membuat PJKA tak mampu menghidupi jalur cabang dan jalur sekunder, sehingga perbaikan yang seharusnya dialokasikan untuk sarana-prasarana lintas cabang dialihkan untuk perbaikan sarana-prasarana di jalur utama. Selain itu, kecepatan kereta api yang melambat akibat tak kunjung diperbaikinya prasarana yang ada membuat kereta api menjadi kalah bersaing dengan kendaraan pribadi maupun angkutan jalan raya.[8]

Lokomotif yang menjadi sarana pendukung operasi trem Karawang adalah TC10 dan TD10. Terdapat 3 lokomotif TC10 yang tersisa, yakni TC1008 sebagai monumen di Stasiun Bandung, TC1011 di Museum Transportasi TMII, dan TC1015 yang dipajang di dalam Balai Yasa Manggarai. Satu unit TD10 (TD1002) menjadi pajangan statis di depan Kantor Pusat KAI.[4]

Jalur terhubung

Lintas aktif

  • Jakarta–Cikampek–Padalarang

Layanan trem

Tidak ada layanan yang dijalankan di jalur ini.

Daftar stasiun

Area Stasiun Karawang dan Cikampek dahulu memiliki fasilitas pemberhentian untuk trem sepur 600 mm, yang diberi nama Cikampek Trem dan Karawang Trem.

Karawang–Cikampek

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Trem SS Karawang
Segmen Karawang–Wadas
Diresmikan pada tanggal 15 Juni 1919
oleh Staatsspoorwegen Westerlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta
0520KarawangKWNasional 1 Jalan Arif Rahman Hakim, Nagasari, Karawang Barat, Karawangkm 62+710+16 mBeroperasi
0608 Cinango CNAJl. Otto Iskandardinata, Karawang Wetan, Karawang Timur, Karawangkm 1+753Tidak beroperasi
0607 Lamaran LMRJl. Raya Syeh Quro, Palumbonsari, Karawang Timur, Karawangkm 3+568Tidak beroperasi
Segmen Lamaran–Wadas
Diresmikan pada tanggal 9 Februari 1920
0619 Plawad PLWPalawad, Karawang Timur, Karawangkm 5+719Tidak beroperasi
0618 Ciranggon CRNJalan Ciranggon, Ciranggon, Majalaya, Karawangkm 7+942Tidak beroperasi
0617 Telagasari (Karawang) TLRJl. Tapal Batas, Pasirtalaga, Telagasari, Karawangkm 10+192Tidak beroperasi
0616 Rawasikut RWSRawa Sikut, Talagamulya, Telagasari, Karawangkm 11+388Tidak beroperasi
0615 Cariu CRICariu Mulya Karawang, Cariumulya, Telagasari, Karawangkm 12+934Tidak beroperasi
0614 Cilewo CWOCilewo, Telagasari, Karawangkm 14+232Tidak beroperasi
0613 Linggasari LRSJalan Raya Syeh Quro, Linggarsari, Telagasari, Karawangkm 15+463Tidak beroperasi
0612 Lampean LPEKedawung, Lemahabang, Karawangkm 16+720Tidak beroperasi
Segmen Wadas–Cikampek
Diresmikan pada tanggal 15 Juli 1912
0611 Wadas WDSJl.Bebawangan, Lemahabang, Lemahabang, Karawangkm 18+263 lintas Karawang Trem–Wadas
km 15+740 lintas Cikampek Trem–Wadas
Tidak beroperasi
Kedawung KAWkm 14+222Tidak beroperasi
Tanjung (Karawang) TNUkm 13+306Tidak beroperasi
0623 Pasirkembang PKNPasirtanjung, Lemahabang, Karawangkm 12+303Tidak beroperasi
0624 Labandampit LNPkm 10+646Tidak beroperasi
Randegan (Karawang) RDGkm 9+723Tidak beroperasi
0626 Rawagempol RWGJl.Tirtasari, Tirtasari, Tirtamulya, Karawangkm 8+445Tidak beroperasi
0627 Karangsinom KSIKarangsinom, Tirtamulya, Karawangkm 6+455Tidak beroperasi
0628 Camplek CAPkm 5+632Tidak beroperasi
Pakopen PAPSukasari, Purwasari, Karawangkm 5+250Tidak beroperasi
Cibarengkok CKKkm 4+300Tidak beroperasi
Cibeker CRkm 3+760Tidak beroperasi
Pawarengan PWNDawuan Timur, Cikampek, Karawangkm 3+024Tidak beroperasi
0634 Karanggelam KGMkm 2+403Tidak beroperasi
Sentul STUCikampek Selatan, Cikampek, Karawangkm 1+260Tidak beroperasi
0530CikampekCKPJalan Stasiun Cikampek, Cikampek Kota, Cikampek, Karawangkm 84+007+46 mBeroperasi

Karawang–Rengasdengklok

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Segmen Karawang–Rengasdengklok
Panjang segmen 20,5 km
Diresmikan pada tanggal 15 Juni 1919
0520KarawangKWNasional 1 di {{Rute/Kode daerah Jalan Arif Rahman Hakim, Nagasari, Karawang Barat, Karawangkm 62+710 lintas Rajawali-Cikampek
km 0+000 lintas Karawang-Rengasdengklok
+16 mBeroperasi
0608 Cinango CNAJL. Otto Iskandar Dinata No.21, Karawang Wetan, Karawang Timur, Karawangkm 1+753Tidak beroperasi
0607 Lamaran LMRJl. Raya Syeh Quro, Palumbonsari, Karawang Timur, Karawangkm 3+568Tidak beroperasi
0606 Tegalsawah TSWTegalsawah, Karawang Timur, Karawangkm 7+519Tidak beroperasi
0605 Rawagede RWDBalongsari, Rawamerta, Karawangkm 10+458Tidak beroperasi
0604 Kobokkarim KBMKalangsuria, Rengasdengklok, Karawangkm 13+437Tidak beroperasi
Jembatan Sungai
0603 Pataruman PAMKaryasari, Rengasdengklok, Karawangkm 15+216Tidak beroperasi
0602 Babakanjati BKJKaryasari, Rengasdengklok, Karawangkm 16+800Tidak beroperasi
0601 Rengasdengklok RDKRengasdengklok Selatan, Rengasdengklok, Karawangkm 20+561Tidak beroperasi

Cikampek–Cilamaya

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Segmen Cikampek–Cilamaya
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1909
0520CikampekCKPJalan Stasiun Cikampek, Cikampek Kota, Cikampek, Karawangkm 84+007 lintas Rajawali-Cikampek
km 0+000 lintas Cikampek-Cilamaya
+46 mBeroperasi
- Pucung PUGkm 0+735Tidak beroperasi
- Babakanmaja BBMkm 2+174Tidak beroperasi
0663 Pangulah PNHkm 3+250Tidak beroperasi
- Pangulahpasar PNPkm 4+550Tidak beroperasi
- Kaliasin KANkm 5+758Tidak beroperasi
0659 Balonggandu BGGkm 7+532Tidak beroperasi
- Jatisaripasar Tidak beroperasi
0658 Jatisari JTSkm 8+907Tidak beroperasi
0657 Jatisari Barat JTSBkm 9+327Tidak beroperasi
0655 Cikalong (Karawang) CLOkm 11+362Tidak beroperasi
0654 Jatiragas JRSkm 13+338Tidak beroperasi
0653 Jatiragas Selatan JSLkm 14+095Tidak beroperasi
0652 Cicinde CCDkm 15+200Tidak beroperasi
- Cicindepasar CCEkm 16+075Tidak beroperasi
- Tanggul (Karawang) TAGkm 16+900Tidak beroperasi
- Gempol (Karawang) GPOkm 18+200Tidak beroperasi
0647 Gempolpasar GPPkm 19+391Tidak beroperasi
- Kalenraman KNMkm 19+936Tidak beroperasi
- Kalensusukan KASkm 21+249Tidak beroperasi
0644 Krasakpasar KSPkm 22+506Tidak beroperasi
- Kedungasem KESkm 23+268Tidak beroperasi
0642 Kecepet KCEkm 25+450Tidak beroperasi
0641 Cilamaya CMAkm 27+119Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [9][10]
  • Pengidentifikasi stasiun: [11]
  • Tanggal pembukaan jalur: [2]: 106–124 

Referensi

  1. ↑ Oegema, J.J.G. (1982). De Stoomtractie op Java en Sumatra. Deventer: Kluwer Technische Boeken B.V. ISBN 90-201-1520-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  3. ↑ Nurzahra & Kanumoyoso 2023, hlm. 3315.
  4. 1 2 Nurzahra & Kanumoyoso 2023, hlm. 3316.
  5. ↑ Nurzahra & Kanumoyoso 2023, hlm. 3317.
  6. ↑ Tim Telaga Bakti Nusantara; Asosiasi Perkeretaapian Indonesia (1997). Sejarah Perkeretaapian Indonesia. Vol. 2. Bandung: Angkasa. hlm. 431. ISBN 979665170X. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Dokumen Lintas Cabang yang Masih Aktif dan Tidak Aktif (PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD). Bandung: Kereta Api Indonesia.
  8. ↑ Nurzahra & Kanumoyoso 2023, hlm. 3318-3319.
  9. ↑ Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  10. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  11. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia

Daftar pustaka

  • Nurzahra, S.I.; Kanumoyoso, B. (2023). "Dinamika Perkembangan Trem Antarkota: Karawang-Rengasdengklok 1919-1970". Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah. 8 (4): 3310–3322. doi:10.24815/jimps.v8i4.25819.
Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Jalur terhubung
  3. Lintas aktif
  4. Layanan trem
  5. Daftar stasiun
  6. Karawang–Cikampek
  7. Karawang–Rengasdengklok
  8. Cikampek–Cilamaya
  9. Referensi
  10. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Kereta Api Indonesia

perusahaan operator kereta asal Indonesia

Daftar jalur kereta api di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar kereta api di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026