Jalur Pendakian Bumiluhur, adalah sebuah jalur pendakian yang terletak di kawasan Kota Baru Parahyangan. Jalur ini dikelola oleh manjemen Kota Baru Parahyangan. Jalur pendakian ini memiliki panjang sekitar 3 km dengan elevasi sekitar 682 sampai dengan 892 mdpl. Titik awal jalur ini ada di kawasan Bumiluhur dan berakhir di sebuah bukit dengan penanda.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Jalur Pendakian Bumiluhur, adalah sebuah jalur pendakian yang terletak di kawasan Kota Baru Parahyangan. Jalur ini dikelola oleh manjemen Kota Baru Parahyangan. Jalur pendakian ini memiliki panjang sekitar 3 km dengan elevasi sekitar 682 sampai dengan 892 mdpl.[1] Titik awal jalur ini ada di kawasan Bumiluhur dan berakhir di sebuah bukit dengan penanda.
Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung bisa menggunakan transportasi umum maupun transportasi pribadi. Akses menuju Kota Baru Parahyangan mudah dijangkau karena sudah terhubung dengan jalan Tol Purbaleunyi dan Jalan Raya
Padalarang.
Dari Arah Jakarta
Dari arah Jakarta, pengunjung bisa naik
Kereta cepat Whoosh dan turun di Stasiun Kereta Cepat Padalarang. Dari sini, ada shuttle bus setiap 15-30 menit menuju Bumi Hejo Kota Baru Prahyangan. Dari Bumi Hejo, pengunjung perlu berjalan sedikit ke IKEA Kota Baru Prahyangan untuk naik 2 Metro Jabar Trans dan turun di bundaran dekat Tatar Tarubhawana.
Dari Arah Bandung
Dari arah Bandung, pengunjung bisa naik 2 Metro Jabar Trans dan langsung turun di bundaran dekat Tatar Tarubhawana. Atau, pengunjung bisa juga naik KBP Trans Bandung Raya dan turun di IKEA, lalu oper ke 2 Metro Jabar Trans.

Jalur ini cocok untuk pemula karena sebagian besar jalurnya sudah berupa tanah padat yang dilapisi kerikil. Tanjakan dan turunan yang dimiliki juga tidak terlalu curam. Ada 5 pos penanda lokasi di sepanjang jalur pendakian. Terdapat tiga warung yang dikelola oleh penduduk setempat. Warung ini menyediakan minuman dan berbagai makanan ringan.

Pemandangan di sepanjang jalur pendakian Bumiluhur didominasi oleh ladang dan kebun. Tidak banyak vegetasi yang menutupi jalur ini, sehingga jika pengunjung melewati jalur ini di siang hari, akan sangat panas. Di akhir jalur pendakian, pengunjung bisa menikmati pemandangan Waduk Saguling, Lapangan Golf Kota Baru Prahyangan, dan pemukiman setempat.