Jalur Dvārakā–Kamboja adalah suatu jalur perdagangan darat kuno yang merupakan cabang penting dari Jalur Sutra pada zaman kuno dan awal abad pertengahan. Jalur ini disebutkan dalam karya-karya Buddhis, Hindu, dan Jain. Jalur ini menghubungkan Kerajaan Kamboja di Afghanistan dan Tajikistan saat ini melalui Pakistan ke Dvārakā (Dvaravati) dan pelabuhan-pelabuhan utama lainnya di Gujarat, India, yang memungkinkan barang-barang dari Afghanistan dan Tiongkok diekspor melalui laut ke India selatan, Sri Lanka, Timur Tengah, serta Yunani dan Romawi Kuno. Jalur ini merupakan jalur kafilah kuno terpenting kedua yang menghubungkan India dengan negara-negara di barat laut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Jalur Perdagangan Dvārakā–Kamboja | |
| Informasi rute | |
|---|---|
| Berdiri | Sejak Zaman kuno |
| Persimpangan besar | |
| Ujung Dvārakā, Gujarat, India | Pelabuhan Dvārakā |
| Ujung Suku-suku Kamboja, Afghanistan, dan Tajikistan | Jalur Sutra menuju Tiongkok |
| Lokasi | |
| Negara | India, Tajikistan |
| Sistem jalan | |
Jalur Dvārakā–Kamboja adalah suatu jalur perdagangan darat kuno yang merupakan cabang penting dari Jalur Sutra pada zaman kuno dan awal abad pertengahan. Jalur ini disebutkan dalam karya-karya Buddhis, Hindu, dan Jain. Jalur ini menghubungkan Kerajaan Kamboja di Afghanistan dan Tajikistan saat ini melalui Pakistan ke Dvārakā (Dvaravati) dan pelabuhan-pelabuhan utama lainnya di Gujarat, India, yang memungkinkan barang-barang dari Afghanistan dan Tiongkok diekspor melalui laut ke India selatan, Sri Lanka, Timur Tengah, serta Yunani dan Romawi Kuno. Jalur ini merupakan jalur kafilah kuno terpenting kedua yang menghubungkan India dengan negara-negara di barat laut.

Jalur perdagangan Kamboja—Dvārakā dimulai di pelabuhan Dvārakā. Jalur ini melewati wilayah Anarta hingga Madhyamika, sebuah kota dekat Chittor. Di selatan Aravalli, jalur tersebut mencapai Sungai Indus, lalu berbelok ke utara. Di Roruka (sekarang Rodi), jalur terbagi dua: satu jalur berbelok ke timur dan mengikuti Sungai Sarasvati menuju Hastinapura dan Indraprastha, sementara cabang kedua berlanjut ke utara dan bergabung dengan jalan utama timur-barat (Jalur Uttarapatha melintasi India utara dari Pataliputra ke Bamyan) di Pushkalavati.[1][2][3][4][5]
Dari Pushkalavati, Jalur Kamboja—Dvārakā dan Uttarapatha beriringan menuju Bahlika melalui Kabul dan Bamyan. Di Bahlika, jalur berbelok ke timur melewati Pegunungan Pamir dan Badakhshan, dan akhirnya terhubung dengan Jalur Sutra menuju Tiongkok.[1][4][5][6]
Catatan sejarah dan bukti arkeologis menunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan kuno di barat laut (Gandhāra dan Kamboja) memiliki hubungan ekonomi dan politik dengan kerajaan-kerajaan India bagian barat (Anarta dan Saurashtra) sejak zaman kuno. Hubungan dagang ini tampaknya telah menyebabkan penerapan lembaga sosial politik serupa oleh masyarakat Kamboja dan Saurashtra.[1][4][5]
Banyak benda berharga yang ditemukan dalam penggalian di Afghanistan, di Bamyan dan Bagram serta di Pakistan di Taxila, menjadi bukti adanya hubungan perdagangan yang erat antara wilayah tersebut dengan Phoenicia dan Romawi kuno di sebelah barat dan Sri Lanka di sebelah selatan.
Karena penggalian arkeologis di Gujarat juga menemukan pelabuhan-pelabuhan kuno, maka Jalur Kamboja—Dvārakā dipandang sebagai koridor logis bagi barang-barang dagangan yang mencapai laut sebelum melakukan perjalanan ke timur dan barat.[7]