Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiJalur Dvārakā–Kamboja
Artikel Wikipedia

Jalur Dvārakā–Kamboja

Jalur Dvārakā–Kamboja adalah suatu jalur perdagangan darat kuno yang merupakan cabang penting dari Jalur Sutra pada zaman kuno dan awal abad pertengahan. Jalur ini disebutkan dalam karya-karya Buddhis, Hindu, dan Jain. Jalur ini menghubungkan Kerajaan Kamboja di Afghanistan dan Tajikistan saat ini melalui Pakistan ke Dvārakā (Dvaravati) dan pelabuhan-pelabuhan utama lainnya di Gujarat, India, yang memungkinkan barang-barang dari Afghanistan dan Tiongkok diekspor melalui laut ke India selatan, Sri Lanka, Timur Tengah, serta Yunani dan Romawi Kuno. Jalur ini merupakan jalur kafilah kuno terpenting kedua yang menghubungkan India dengan negara-negara di barat laut.

Wikipedia article
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jalur Perdagangan Dvārakā–Kamboja
Informasi rute
BerdiriSejak Zaman kuno
Persimpangan besar
Ujung Dvārakā, Gujarat, IndiaPelabuhan Dvārakā
Ujung Suku-suku Kamboja, Afghanistan, dan TajikistanJalur Sutra menuju Tiongkok
Lokasi
NegaraIndia, Tajikistan
Sistem jalan

Jalur Dvārakā–Kamboja adalah suatu jalur perdagangan darat kuno yang merupakan cabang penting dari Jalur Sutra pada zaman kuno dan awal abad pertengahan. Jalur ini disebutkan dalam karya-karya Buddhis, Hindu, dan Jain. Jalur ini menghubungkan Kerajaan Kamboja di Afghanistan dan Tajikistan saat ini melalui Pakistan ke Dvārakā (Dvaravati) dan pelabuhan-pelabuhan utama lainnya di Gujarat, India, yang memungkinkan barang-barang dari Afghanistan dan Tiongkok diekspor melalui laut ke India selatan, Sri Lanka, Timur Tengah, serta Yunani dan Romawi Kuno. Jalur ini merupakan jalur kafilah kuno terpenting kedua yang menghubungkan India dengan negara-negara di barat laut.

Deskripsi

Kafilah berkuda.

Jalur perdagangan Kamboja—Dvārakā dimulai di pelabuhan Dvārakā. Jalur ini melewati wilayah Anarta hingga Madhyamika, sebuah kota dekat Chittor. Di selatan Aravalli, jalur tersebut mencapai Sungai Indus, lalu berbelok ke utara. Di Roruka (sekarang Rodi), jalur terbagi dua: satu jalur berbelok ke timur dan mengikuti Sungai Sarasvati menuju Hastinapura dan Indraprastha, sementara cabang kedua berlanjut ke utara dan bergabung dengan jalan utama timur-barat (Jalur Uttarapatha melintasi India utara dari Pataliputra ke Bamyan) di Pushkalavati.[1][2][3][4][5]

Dari Pushkalavati, Jalur Kamboja—Dvārakā dan Uttarapatha beriringan menuju Bahlika melalui Kabul dan Bamyan. Di Bahlika, jalur berbelok ke timur melewati Pegunungan Pamir dan Badakhshan, dan akhirnya terhubung dengan Jalur Sutra menuju Tiongkok.[1][4][5][6]

Perdagangan darat

Catatan sejarah dan bukti arkeologis menunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan kuno di barat laut (Gandhāra dan Kamboja) memiliki hubungan ekonomi dan politik dengan kerajaan-kerajaan India bagian barat (Anarta dan Saurashtra) sejak zaman kuno. Hubungan dagang ini tampaknya telah menyebabkan penerapan lembaga sosial politik serupa oleh masyarakat Kamboja dan Saurashtra.[1][4][5]

Bukti arkeologis

Banyak benda berharga yang ditemukan dalam penggalian di Afghanistan, di Bamyan dan Bagram serta di Pakistan di Taxila, menjadi bukti adanya hubungan perdagangan yang erat antara wilayah tersebut dengan Phoenicia dan Romawi kuno di sebelah barat dan Sri Lanka di sebelah selatan.

Karena penggalian arkeologis di Gujarat juga menemukan pelabuhan-pelabuhan kuno, maka Jalur Kamboja—Dvārakā dipandang sebagai koridor logis bagi barang-barang dagangan yang mencapai laut sebelum melakukan perjalanan ke timur dan barat.[7]

Referensi

  1. 1 2 3 Proceedings and Transactions of the All-India Oriental Conference, 1966, p 122, Oriental philology.
  2. ↑ India, a Nation, 1983, p 77, Vasudeva Sharana Agrawala.
  3. ↑ Trade and Trade Routes in Ancient India, 1977, pp vii, 94 Dr Moti Chandra.
  4. 1 2 3 Trade routes; Encyclopaedia Indica: India, Pakistan, Bangladesh., 1999, p 537, Shyam Singh Shashi – History).
  5. 1 2 3 B.C. Law Volume, 1945, p 218, Indian Research Institute, Devadatta Ramakrishna Bhandarkar, Indian Research Institute – Dr B. C. Law.
  6. ↑ The Puranas, Vol V, No 2, July 1963; India, a Nation, 1983, p 76, Dr Vasudeva Sharana Agrawala.
  7. ↑ Ancient Ports of Gujarat, A.R. Dasgupta, Deputy Director, SIIPA, SAC, Ahmedabad, M. H. Raval Ex. Director, Directorate of Archaeology, Ahmedabad.

Pranala luar

  • Lank Library Forum: International Relations in Ancient and Medieval Lanka
  • The Periplus of the Erythraean Sea
  • International Trade Of Sindh From Its Port Barbaricon (Banbhore) 200 BC to 200 AD Diarsipkan 2016-11-11 di Wayback Machine.
  • Early Indian Trade and the Traders
  • Parthian Stations by Isidore of Charax
  • l
  • b
  • s
Bagian seri tentang jalur perdagangan
  • Jalur Ambar
  • Jalur Ternak
  • Jalur perdagangan kemenyan
  • Jalur Dvārakā–Kamboja
  • Grand Trunk Road
  • Jalur Raja
  • Jalur Romawi-India
  • Jalan Kerajaan
  • Jalur Garam
  • Jalur Siberia
  • Jalur Sutra
  • Jalur Sutra Maritim
  • Jalur Rempah
  • Jalur Teh Kuda
  • Jalur Varangia ke Yunani
  • Via Maris
  • Perdagangan Segitiga
  • Jalur perdagangan Volga
  • Perdagangan Trans-Sahara
  • Jalur Garam Lama
  • Republik Maritim
  • Liga Hansa

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Perdagangan darat
  3. Bukti arkeologis
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Jalur Sutra

Jalur Sutra (Hanzi tradisional: 絲綢之路; Hanzi sederhana: 丝绸之路; pinyin: sī chóu zhī lù, bahasa Persia راه ابریشم Râh-e Abrisham) adalah sebuah jalur perdagangan

Jalur perdagangan

Jalur perdagangan adalah jaringan perdagangan sumber daya sebagai rangkaian jalur dan perhentian yang digunakan untuk angkutan kargo komersial. Memungkmencakup

Jalur Sutra Maritim

jalur perdagangan laut kuno abad pertengahan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026