Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Jalan Ahmad Yani, Banjarmasin

Jalan Ahmad Yani adalah nama salah satu jalan utama di Kota Banjarmasin dan merupakan pusat aktivitas ekonomi dan bisnis di kota ini. Nama jalan ini diambil dari nama seorang pahlawan revolusi Indonesia, yaitu Jenderal Ahmad Yani.

Wikipedia article
Diperbarui 19 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jalan Ahmad Yani, Banjarmasin
Jalan Ahmad Yani
Jalan Layang Gatot Subroto, jalan layang pertama di Banjarmasin yang berada di Jalan Ahmad Yani.
Nama sebelumnya Jalan Ulin
Panjang 6 km (4 mi)
Lokasi Banjarmasin Tengah, Banjarmasin Timur, dan Banjarmasin Selatan
Dari Jembatan Dewi
Menuju Gerbang Batas Kota Banjarmasin

Jalan Ahmad Yani adalah nama salah satu jalan utama di Kota Banjarmasin dan merupakan pusat aktivitas ekonomi dan bisnis di kota ini. Nama jalan ini diambil dari nama seorang pahlawan revolusi Indonesia, yaitu Jenderal Ahmad Yani.[1] [2]

Kelurahan

  • Sungai Baru, Banjarmasin Tengah, Banjarmasin
  • Melayu, Banjarmasin Tengah, Banjarmasin
  • Kuripan, Banjarmasin Timur, Banjarmasin
  • Karang Mekar, Banjarmasin Timur, Banjarmasin
  • Kebun Bunga, Banjarmasin Timur, Banjarmasin
  • Pemurus Luar, Banjarmasin Timur, Banjarmasin
  • Pemurus Baru, Banjarmasin Selatan, Banjarmasin
  • Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, Banjarmasin

Sejarah

Sejarah Jalan Ahmad Yani di Banjarmasin berawal pada era Hindia Belanda ketika pemerintah kolonial mulai membangun infrastruktur jalan darat pada awal dekade 1930-an sebagai pelengkap jalur sungai yang telah lama menjadi rute utama transportasi.

Jalur sungai pada masa itu dinilai semakin tidak memadai karena rawan longsor, terlalu sempit, dan sulit dipelihara sehingga diperlukan alternatif yang lebih stabil. Sebagai tanggapan atas kondisi tersebut, dibangunlah sebuah jalan penghubung antara Banjarmasin, Martapura, dan kawasan Hulu Sungai.

Jalan ini dikenal dengan nama Jalan Ulin atau Oelinweg yang kemudian berkembang dan berubah nama menjadi Jalan Ahmad Yani. Di sisi kiri dan kanan jalan turut dibangun kanal air untuk memperlancar drainase serta membantu pergerakan logistik sehingga kemudian dikenal sebagai Kanal Ulin.

Pada awal pengerjaannya, jalan ini masih berupa jalan pos yang kasar dan belum beraspal, tetapi pada 1938–1939 mulai dilakukan pelebaran dan perbaikan besar-besaran hingga mencapai tahap pengaspalan menyeluruh. Pengerjaan tersebut menandai perubahan besar dalam sistem transportasi Banjarmasin dari jaringan sungai menuju jaringan darat.

Jalan ini dinamakan Jalan Ulin sebagai jalan baru. Jalan ini adalah jalan alternatif selain Jalan Martapura Lama (jalan lama) yang sudah ada sebelumnya. Diperkirakan jalur lama yang dimaksud adalah rute darat yang mengikuti tepian Sungai Martapura, yakni jalur yang ditempuh dari Banjarmasin melalui Sungai Tabuk menuju Martapura. Jalan lama tersebut dianggap terlalu sempit serta sepenuhnya mengikuti liku aliran sungai sehingga penuh tikungan.

Di beberapa titik terdapat bukit yang rawan longsor sehingga jalan kerap tertutup material. Kondisi ini membuat jalur tersebut dipandang berisiko karena sangat dipengaruhi keadaan geografis Sungai Martapura. Setiap tahun pemerintah harus mengeluarkan dana besar untuk membangun dan memperkuat tanggul. Pada tahun yang sama, pelebaran mulai dilakukan di sisi darat dengan penambahan lebar sekitar satu meter.

Salah satu hal yang menarik adalah penggunaan batang pohon galam sebagai fondasi dasar terutama pada kawasan rawa yang labil karena teknik lokal ini dinilai efektif pada masa itu mengingat kayu galam tahan terhadap genangan air dan mampu memperkuat struktur jalan.

Setelah Indonesia merdeka, nama Jalan Ulin tetap digunakan hingga memasuki masa Orde Baru. Pada 1970-an, dalam rangka pelaksanaan rencana induk Pelita I, nama Jalan Ulin resmi diganti menjadi Jalan Jenderal Ahmad Yani sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu Pahlawan Revolusi Indonesia. Seiring perubahan nama tersebut, kawasan di sepanjang jalan ini mulai mengalami peningkatan pembangunan yang membawa perubahan signifikan bagi struktur kota serta pola pergerakan masyarakat di Banjarmasin dan wilayah sekitar. [2]

Persimpangan

Jalan Ahmad Yani memiliki banyak persimpangan, yaitu:

  • Simpang 3 Jalan Kolonel Sugiono
  • Persimpangan Jalan Simpang Ulin
  • Simpang 3 Jalan Kuripan
  • Simpang 3 Jalan Pangeran Antasari
  • Simpang 4 Jalan Layang Gatot Subroto
  • Simpang 3 Jalan Pramuka

Bangunan

  • Rumah Sakit Umum Daerah Ulin
  • Duta Mall Banjarmasin
  • RRI Banjarmasin
  • Mapolresta Banjarmasin
  • Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan
  • Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin
  • Universitas Islam Negeri Antasari
  • Universitas Achmad Yani
  • PLN ULP Ahmad Yani

Lihat pula

  • Jalan Lambung Mangkurat (Banjarmasin)
  • Jalan Veteran (Banjarmasin)
  • Jalan Pangeran Hidayatullah (Banjarmasin)
  • Jalan Sultan Adam (Banjarmasin)
  • Jalan Pangeran Samudera (Banjarmasin)
  • Jalan Jenderal Sudirman (Banjarmasin)
  • Jalan Sutoyo S (Banjarmasin)
  • Jalan Belitung Darat (Banjarmasin)
  • Jalan Brigadir Jenderal Hasan Basri (Banjarmasin)
  • Jalan S Parman (Banjarmasin)
  • Jalan Gubernur Soebardjo
  • Jalan Gubernur Syarkawi
  • Jalan Lingkar Dalam Selatan, Banjarmasin
  • Jalan Kapten Pierre Tendean (Banjarmasin)

Referensi

  1. ↑ "Sejarah Jalan Ahmad Yani Banjarmasin yang Menarik untuk Disimak". kumparan. Diakses tanggal 2025-11-19.
  2. 1 2 Riyadi, Ahmad (2021-04-02). "Dikembangkan Era Residen Krosen, Kisah Kanal Oelin Hingga Kanal A Yani (2)". jejakrekam.com. Diakses tanggal 2025-11-19.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kelurahan
  2. Sejarah
  3. Persimpangan
  4. Bangunan
  5. Lihat pula
  6. Referensi

Artikel Terkait

Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani

bandar udara di Indonesia

Kerusuhan Banjarmasin

Kerusuhan yang terjadi di Banjarmasin

Duta Mall Banjarmasin

pusat perbelanjaan di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026