Jagur merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Desa ini memiliki luas 2,2 km2 dan merupakan desa terkecil keenam dari 18 desa yang ada di Kecamatan Sambas. Di desa ini terdapat pasar yang cukup terkenal di telinga masyarakat Kecamatan Sambas, yaitu Pasar Pagi. Sesuai namanya, pasar tersebut buka hanya di pagi hingga siang hari saja. Selain itu, bersama Desa Sumber Harapan, desa ini menjadi penghasil kain tenun khas Sambas.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jagur | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Barat | ||||
| Kabupaten | Sambas | ||||
| Kecamatan | Sambas | ||||
| Kode pos | 79460 | ||||
| Kode Kemendagri | 61.01.01.2008 | ||||
| Luas | 2,2 km2 | ||||
| Jumlah penduduk | 1.218 jiwa (2010) | ||||
| Kepadatan | 554 jiwa/km2 | ||||
| |||||
Jagur merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Desa ini memiliki luas 2,2 km2 (0,89% dari wilayah Kecamatan Sambas) dan merupakan desa terkecil keenam dari 18 desa yang ada di Kecamatan Sambas. Di desa ini terdapat pasar yang cukup terkenal di telinga masyarakat Kecamatan Sambas, yaitu Pasar Pagi. Sesuai namanya, pasar tersebut buka hanya di pagi hingga siang hari saja. Selain itu, bersama Desa Sumber Harapan, desa ini menjadi penghasil kain tenun khas Sambas.[1]
Saat ini, Kepala Desa Jagur adalah Suwito. Menurut tingkat perkembangan desa, Desa Jagur diklasifikasikan sebagai desa swasembada dengan tingkat perkembangan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) kategori III.
Desa Jagur terdiri dari 2 dusun, yaitu:
Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, Desa Jagur merupakan desa dengan jumlah penduduk terkecil di Kecamatan Sambas. Penduduk Desa Jagur sebanyak 1.218 jiwa (2,71% dari total penduduk Kecamatan Sambas) dengan rincian 619 laki-laki dan 599 perempuan.[2] Kepadatan penduduk di desa ini adalah 554 jiwa/km2 yang menjadikannya sebagai desa terpadat keenam dari 18 desa yang ada di Kecamatan Sambas.
Desa Jagur memiliki 1 Taman Kanak-Kanak (TK), 1 Sekolah Dasar (SD), 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 1 Sekolah Menengah Atas (SMA).[2]
TK yang ada di Desa Jagur, yaitu TK Bhinneka DWP Sambas, berstatus swasta. Kepala TK ini, Yuliana, S.Pd.SD. meraih penghargaan sebagai Kepala TK berprestasi Tingkat Kabupaten Tahun 2011.[3] TK Bhinneka DWP Sambas terakreditasi B oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN SM).[4]
SD Negeri 4 Nagur merupakan satu-satunya SD yang ada di Desa Jagur. SD ini merupakan SD unggulan di Kecamatan Sambas. SDN 4 Nagur memiliki 19 guru dan 421 murid. SD ini terakreditasi B oleh BAN SM pada tahun 2005.[5]
SMP yang ada di Desa Jagur adalah SMP Negeri 3 Sambas. SMP ini terakreditasi B oleh BAN SM pada tahun 2006.[6] Data tahun 2010 menunjukkan bahwa SMPN 3 Sambas memiliki 24 guru dan 415 siswa.
Salah satu SMA swasta yang ada di Kecamatan Sambas terletak di Desa Jagur, yaitu SMA Panca Bhakti. SMA yang terkenal dengan nama Panbek ini terakreditasi B oleh BAM SM pada tahun 2007.[7] Data tahun 2010 menunjukkan bahwa Panbek memiliki 27 guru dan 128 siswa.
Desa Jagur memiliki 1 Pos Persalinan Desa (Polindes) dan 1 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dengan 1 bidan dan 1 dukun bayi.[2]
Desa Jagur hanya memiliki 1 masjid dan 1 surau.[2] Fakta ini menjadikan Desa Jagur sebagai desa dengan tempat ibadah paling sedikit di Kecamatan Sambas.
Di Desa Jagur terdapat Gerattak Batu. Gerattak merupakan kosakata dalam bahasa Melayu Sambas yang dalam Bahasa Indonesia berarti jembatan. Jembatan beton tersebut merupakan peninggalan zaman kolonial yang menghubungkan Desa Jagur dan Lorong dengan Desa Durian .