Beato Jacinto Vera Durán adalah seorang prelatus Katolik Roma Uruguay yang menjabat sebagai uskup Montevideo pertama. Ia merupakan pendeta aktif di Uruguay, meskipun upayanya untuk menjadi imam dan inisiatif gerejawi lainnya membuatnya berkonflik dengan pemerintah Uruguay. Hal tersebut membuatnya diasingkan dari negara tersebut, menghimpun jati dirinya di Buenos Aires antara Oktober 1862 dan Agustus 1863, kala terjadi perubahan politik di uruguay yang membuatnya memungkinkan untuk pulang. Popularitasnya ditunjukkan oleh sambutannya berlanjung sepanjang sisa masa hidupnya karena karya misionarisnya di seluruh belahan keuskupan Montevideo, kala ia diangkat menjadi uskup saat pembentukannya pada 1878. Sebuah wilayah Montevideo mengambil nama darinya pada 1895.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jacinto Vera Durán | |
|---|---|
| Uskup Montevideo | |
Durán - lukisan tahun 1878. | |
| Gereja | Gereja Katolik Roma |
| Keuskupan | Montevideo |
| Takhta | Montevideo |
| Penunjukan | 15 Juli 1878 |
Masa jabatan berakhir | 6 Mei 1881 |
| Pendahulu | Tidak ada; keuskupan dibentuk |
| Penerus | Inocencio María Yéregui |
| Jabatan lain | Uskup Tituler Megara (1864-1878) |
| Imamat | |
Tahbisan imam | 5 Juni 1841 oleh Mariano Medrano y Cabrera |
Tahbisan uskup | 16 Juli 1865 oleh Mariano José de Escalada Bustillo y Zeballos |
| Informasi pribadi | |
| Nama lahir | Jacinto Vera Durán |
| Lahir | (1813-07-03)3 Juli 1813 Samudra Atlantik |
| Meninggal | 6 Mei 1881(1881-05-06) (umur 67) Pan de Azúcar, Maldonado, Uruguay |
| Makam | Katedral Metropolitan Montevideo |
| Orang tua | Gerardo Vera & Josefa Durán |
Jabatan sebelumnya | Vikaris Apostolik Montevideo (1859-1878) |
| Orang kudus | |
| Hari peringatan | 6 Mei |
| Venerasi | Gereja Katolik Roma |
| Beatifikasi | 6 Mei 2023 Estadio Centenario, Montevideo, Uruguay oleh Kardinal Paulo Cezar Costa |
| Atribut | Episcopal attire |
Beato Jacinto Vera Durán (3 Juli 1813 – 6 Mei 1881) adalah seorang prelatus Katolik Roma Uruguay yang menjabat sebagai uskup Montevideo pertama.[1] Ia merupakan pendeta aktif di Uruguay, meskipun upayanya untuk menjadi imam dan inisiatif gerejawi lainnya membuatnya berkonflik dengan pemerintah Uruguay. Hal tersebut membuatnya diasingkan dari negara tersebut, menghimpun jati dirinya di Buenos Aires antara Oktober 1862 dan Agustus 1863, kala terjadi perubahan politik di uruguay yang membuatnya memungkinkan untuk pulang. Popularitasnya ditunjukkan oleh sambutannya berlanjung sepanjang sisa masa hidupnya karena karya misionarisnya di seluruh belahan keuskupan Montevideo (pada waktu itu hanya satu untuk seluruh negara), kala ia diangkat menjadi uskup saat pembentukannya pada 1878. Sebuah wilayah Montevideo mengambil nama darinya pada 1895.[1][2][3]
Ketenaran kesuciannya berujung pada proses kanonisasinya pada 1935. Pada 5 Mei 2015, Paus Fransiskus menandatangani dekrit kebajikan heroiknya, memberikannya gelar Venerabilis.[4] Pada 17 Desember 2022, sebuah mukjizat yang dilakukan melalui perantaraannya disepakati[5] dan beaitifikasi diadakan pada 6 Mei 2023, di Montevideo.