Tuanku Ja'afar Ibni Almarhum Tuanku Abdul Rahman adalah seorang Raja atau Sultan Malaysia ke-X dengan gelar Yang di-Pertuan Agong Malaysia. Tuanku Ja'afar menggantikan raja sebelumnya, Sultan Azlan Muhibbuddin Shah dari tanggal 26 April 1994 hingga 25 April 1999. Tuanku Ja'afar kemudian digantikan oleh Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah sebagai Yang di-Pertuan Agong Malaysia ke- XI.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Ja'afar توانكو جعفر ابن المرحوم توانكوعبدالرحمن | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Yang di-Pertuan Agong Ke-X Yang di-Pertuan Besar Negeri Sembilan | |||||
| Yang di-Pertuan Agong Ke-X | |||||
| Berkuasa | 26 April 1994 - 25 April 1999 | ||||
| Penobatan | 22 September 1994 | ||||
| Pendahulu | Sultan Azlan Muhibbuddin Shah ibni Almarhum Sultan Yussuff Izzuddin Shah Ghafarullahu-lah | ||||
| Penerus | Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah Al-Haj ibni Almarhum Sultan Hisamuddin Alam Shah Al-Haj | ||||
| Wakil | Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah Al-Haj ibni Almarhum Sultan Hisamuddin Alam Shah Al-Haj | ||||
| Yang di-Pertuan Besar Negeri Sembilan | |||||
| Berkuasa | 8 April 1967 – 27 Desember 2008 | ||||
| Penobatan | 8 April 1968 | ||||
| Pendahulu | Tuanku Munawir ibni Almarhum Tuanku Abdul Rahman | ||||
| Penerus | Tuanku Muhriz ibni Almarhum Tuanku Munawir | ||||
| Kelahiran | (1922-07-19)19 Juli 1922 Klang, Selangor, Negeri-Negeri Melayu Bersekutu, Malaya Britania | ||||
| Kematian | 27 Desember 2008(2008-12-27) (umur 86) Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia | ||||
| Pemakaman | 29 December 2008 | ||||
| Pasangan | Tuanku Najihah binti Almarhum Tunku Besar Burhanuddin | ||||
| Keturunan | Tunku Dara Naquiah Tunku Naquiyuddin Tunku Imran Tunku Jawahir Tunku Irinah Tunku Nadzaruddin | ||||
| |||||
| Ayah | Tuanku Abdul Rahman | ||||
| Ibu | Che' Engku Maimuna binti Abdullah | ||||
Tuanku Ja'afar Ibni Almarhum Tuanku Abdul Rahman (19 Juli 1922 – 27 Desember 2008'</span>afar dari Negeri Sembilan"}]]}'/>'</span>afar dari Negeri Sembilan"}]]}' id="mwDg"/>) adalah seorang Raja atau Sultan Malaysia ke-X dengan gelar Yang di-Pertuan Agong Malaysia. Tuanku Ja'afar menggantikan raja sebelumnya, Sultan Azlan Muhibbuddin Shah dari tanggal 26 April 1994 hingga 25 April 1999. Tuanku Ja'afar kemudian digantikan oleh Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah sebagai Yang di-Pertuan Agong Malaysia ke- XI.
Sedangkan permaisurinya, Tuanku Najihah binti Tunku Besar Burhanuddin bergelar Raja Permaisuri Agong Malaysia dan Tunku Ampuan Besar atau Ratu Negeri Sembilan.
Disamping sebagai Yang di-Pertuan Agong Malaysia, Tuanku Ja'afar juga merupakan Raja atau Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan ke-X, menggantikan raja sebelumnya, yang juga kakaknya, Tuanku Munawir yang bertahta sebagai Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan ke-IX dari tahun 1960 sampai 1967.
Pada tahun 2008, Tuanku Ja'afar digantikan oleh keponakannya atau putra dari Tuanku Munawir, yaitu Tuanku Muhriz, yang bertahta dan memerintah sebagai Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan ke-XI hingga sekarang.
Tuanku Ja'afar merupakan anak dari Yang di-Pertuan Agong Malaysia pertama, dan Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan ke-VIII, Tuanku Abdul Rahman bin Tuanku Muhammad.
Tuanku Ja'afar menerima pendidikan awal di Sekolah Melayu di Seri Menanti, Kuala Pilah dari 1928 sampai 1933. Karena ia merupakan siswa yang cerdas dan rajin, Tuanku Ja'afar mendapat tempat di Kolej Melayu Kuala Kangsar. Ketika tujuh tahun di sana yaitu dari 1933 sampai 1940, ia menampilkan ketokohan dalam memimpin dan merupakan Ketua Pelajar dari 1939 sampai 1940.
Pada masa pemerintahannya sebagai penguasa Negeri Sembilan, Tuanku Ja'afar memusatkan perhatiannya pada masalah rakyat dan penyelenggaraan negara. Dalam menangani urusan sosial ekonomi negara, Tuanku Ja'afar mengarahkan perhatiannya pada sektor industri dan perumahan rakyat sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Hasilnya, beberapa kawasan perumahan baru dikembangkan di antaranya Taman Tuanku Ja'afar yang mencakup kawasan industri dan lapangan golf bertaraf internasional, Taman Tuanku Ampuan Najihah di Sungai Gadut dan proyek perumahan Mambau. Pembangunan kawasan perumahan ini meningkatkan peluang masyarakat untuk memiliki properti sendiri. Hal ini memungkinkan mereka menikmati standar kenyamanan yang lebih baik. Perluasan sektor industri membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi rakyatnya, sehingga meningkatkan taraf hidup mereka dan juga mengentaskan kemiskinan di kalangan masyarakat Negeri Sembilan. Ia juga mendukung pendirian berbagai fasilitas rekreasi untuk mendorong keluarga menghabiskan waktu berkualitas di luar ruangan.
Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan Tuanku Ja'afar mangkat di Rumah Sakit Tuanku Ja'afar, Seremban karena Stroke pada usia 86 tahun.[1] 4 bulan sebelum kemangkatannya, Adik Laki-Laki, Tunku Panglima Besar Tunku Tan Sri Abdullah telah lebih dahulu mangkat. Beliau akhirnya dimakamkan di Makam Diraja Seri Menanti pada 29 Desember 2008. Turut hadir dalam pemakamannya adalah Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan Pengiran Mohamed Bolkiah.[2]
Selama memangku jabatan Yang di-Pertuan Agong Malaysia ke-10 sejak 1994 hingga 1999, Baginda Tuanku Ja'afar telah menerima berbagai tanda kehormatan luar negeri yang dianugerahkan kepadanya sebagi bentuk pengakuan atas peran strategisnya selama memimpin negara, diantaranya.[4]
| Negara | Tanggal | Tanda Kehormatan | Pita Harian | Post Nominal |
|---|---|---|---|---|
| Collar of the Order of the Liberator General San Martín | ||||
| 18 Desember 1995 | Grand Collar of the National Order of the Southern Cross[5] | |||
| 21 September 1998 | Honorary Knight Grand Cross (Civil Division) of the Most Honourable Order of the Bath | GCB | ||
| 10 September 1996 | Darjah Kerabat Mahkota Brunei | DKMB | ||
| 5 Agustus 1968 | Darjah Kerabat Laila Utama | DK | ||
| 27 September 1995 | Collar of the Order of Merit | |||
| 3 Juni 1998 | Grand Star of Djibouti | |||
| 21 Juni 1995 | Grand Collar of the Order of Sikatuna, Rank of Raja | GCS | ||
| 25 Januari 1995 | Commander Grand Cross of the Order of the White Rose of Finland with Collar | |||
| 1 April 1997 | Grand Cross Special Class of the Order of Merit of the Federal Republic of Germany | |||
| 2 Desember 1996 | Grand Collar of the National Order of Independence | |||
| 26 November 1996 | Grand Order of Mugunghwa | GOM | ||
| 20 November 1996 | Grand Cross with Diamonds Order of the Sun of Peru | |||
| 1997 | Grand Cross of the Order of Merit of the Republic of Poland | |||
| 4 April 1995 | Collar of the Royal Order of the Civil Merit[6] | |||
| 2 Maret 1996 | Knight with Collar of the Royal Order of the Seraphim | RSerafO | ||
| 3 Juli 1996 | Grand Cordon of the Medal of the Oriental Republic of Uruguay[7] |
| Gelar kebangsawanan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Azlan Muhibbuddin Shah |
Yang di-Pertuan Agong 26 April 1994 – 25 April 1999 |
Diteruskan oleh: Salahuddin Abdul Aziz Shah |
| Didahului oleh: Munawir |
Yang di-Pertuan Besar Negeri Sembilan 1967-2008 |
Diteruskan oleh: Muhriz |