Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati adalah tanda kehormatan tertinggi yang dianugerahkan oleh Kerajaan Johor. Tanda kehormatan ini didirikan pada 31 Juli 1886 oleh Sultan Abu Bakar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati | |
|---|---|
| Dianugerahkan oleh Sultan Johor | |
| Tipe | Tanda Kehormatan |
| Dibentuk | 31 Juli 1886 |
| Wangsa | Wangsa Temenggong |
| Status | Masih dianugerahkan |
| Sovereign | Ibrahim Ismail dari Johor |
| Tingkat | Kelas Satu (DK I) Kelas Dua (DK II) |
| Prioritas | |
| Tingkat lebih tinggi | Tidak ada |
| Tingkat lebih rendah | Darjah Mahkota Johor |
Pita harian | |
Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati adalah tanda kehormatan tertinggi yang dianugerahkan oleh Kerajaan Johor. Tanda kehormatan ini didirikan pada 31 Juli 1886 oleh Sultan Abu Bakar.[1][2]
Tanda kehormatan ini pertama kali didirikan oleh Sultan Abu Bakar pada 31 Juli 1886. Tanda kehormatan ini dapat diberikan kepada keluarga kerajaan, raja-raja melayu, pejabat negara, dan orang asing.[1]
Tanda kehormatan ini terdiri dari 2 kelas, diantaranya :
| Ribbon bars [1][2] | |
|---|---|
Kelas Satu |
Kelas Dua |
Diberikan kepada anggota Keluarga Kerajaan Johor dan Penguasa dan Selir Kerajaan lainnya atau anggota Keluarga Kerajaan lainnya yang telah berjasa besar dalam pengabdian kepada Sultan dan Keluarga. Penghargaan ini diberikan sebagai satu set bintang dada dengan sembilan sinar, kerah dengan bintang kecil, selempang sutra kuning yang dikenakan dari bahu kanan hingga pinggang kiri, dan bintang kecil pada selempang.
Penghargaan ini diberikan kepada anggota junior Keluarga Kerajaan seperti Pengiran, Tunku, Tengku, Raja, dan Syed. Penghargaan ini diberikan sebagai satu set bintang dada dengan tujuh sinar yang disertai pita leher dengan bintang kecil tergantung di atasnya.