Isyarat OK atau isyarat cincin ditunjukkan dengan menghubungkan jempol dan jari telunjuk menjadi sebuah lingkaran, dan jari lainnya berdiri atau merunduk. Umumnya dipakai oleh para peselancar, isyarat tersebut mengisyaratkan kalimat "Saya oke" atau "Apakah kamu oke?" saat berada di bawah air. Di sebagian besar negara pemakai bahasa Inggris, isyarat tersebut menandakan persetujuan, kesepakatan dan semua hal yang bersifat baik atau "oke". Dalam konteks atau budaya lain, isyarat yang sama memiliki pengartian atau konotasi berbeda, termasuk beberapa pengartian negatif, menyerang, finansial, numerik, devosional atau lingkuistik murni.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia



Isyarat OK atau isyarat cincin (simbol Unicode U+1F44C "👌") ditunjukkan dengan menghubungkan jempol dan jari telunjuk menjadi sebuah lingkaran, dan jari lainnya berdiri atau merunduk. Umumnya dipakai oleh para peselancar, isyarat tersebut mengisyaratkan kalimat "Saya oke" atau "Apakah kamu oke?" saat berada di bawah air. Di sebagian besar negara pemakai bahasa Inggris, isyarat tersebut menandakan persetujuan, kesepakatan dan semua hal yang bersifat baik atau "oke". Dalam konteks atau budaya lain, isyarat yang sama memiliki pengartian atau konotasi berbeda, termasuk beberapa pengartian negatif, menyerang, finansial, numerik, devosional atau lingkuistik murni.
Di Kuwait dan belahan dunia Arab lain, tanda tersebut mewakili mata jahat dan dipakai sebagai kutukan, terkadang disertai dengan pengutukan verbal.[1][2][3]
The 'OK': The sign is considered very insulting in Turkey and in some other Middle Eastern countries – such as Kuwait – where it denotes the evil eye.
The Western 'A-Ok' sign is, to the Arab, a sign of the evil-eye and used only in conjunction with curses.