Istana Pangeran Mangkubumi adalah sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Istana ini dibangun sekitar tahun 1850, dengan bentuk panggung dan menggunakan struktur pendukung utama berbahan kayu ulin, seperti lantai, dinding, tiang, dan atap. Istana ini juga merupakan rumah dari Pangeran Adipati Mangkubumi, menantu Pangeran Ratu Anum Kesumayuda, Sultan XI dari Kerajaan Kotawaringin (Kutaringin) yang berdiri pada tahun 1865-1904.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

cagar budaya di Indonesia | |
|---|---|
| Tempat | |
Koordinat: 2°40′39.75650″S 111°38′8.60935″E / 2.6777101389°S 111.6357248194°E / -2.6777101389; 111.6357248194 | |
| Negara berdaulat | Indonesia |
| Provinsi di Indonesia | Kalimantan Tengah |
| Kabupaten | Kotawaringin Barat |
| Negara | Indonesia |
Istana Pangeran Mangkubumi adalah sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Istana ini dibangun sekitar tahun 1850, dengan bentuk panggung dan menggunakan struktur pendukung utama berbahan kayu ulin, seperti lantai, dinding, tiang, dan atap. Istana ini juga merupakan rumah dari Pangeran Adipati Mangkubumi, menantu Pangeran Ratu Anum Kesumayuda, Sultan XI dari Kerajaan Kotawaringin (Kutaringin) yang berdiri pada tahun 1865-1904.[1]
Istana Pangeran Mangkubumi terdiri atas lima bangunan utama yang memiliki fungsi berbeda, yaitu bangunan induk, ruang tamu, tempat tinggal pelayan, area depan, serta dapur dan gudang. Pembagian fungsi tersebut mencerminkan struktur sosial serta pola kehidupan masyarakat pada masa pembangunan istana. Pendopo istana memiliki atap limasan yang terbuat dari sirap ulin dan menghadap ke arah barat. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat pertemuan dan pelaksanaan kegiatan resmi, dilengkapi dengan teras luas serta tangga di sisi utara yang memudahkan akses bagi pengunjung.[2]
Tiang-tiang penopang pendopo memiliki bentuk bagian atas menyerupai intan, yang berfungsi sebagai elemen dekoratif sekaligus simbol status. Di sisi selatan terdapat taman yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, sedangkan sisi timur pendopo menghadap ke bagian belakang bangunan utama yang dikelilingi vegetasi lokal.[3]